Sistem Regulasi


 

Sistem pengatur yang ada pada

tubuh manusia adalah sistem saraf, sistem endokrin, dan sistem indra kelenjar

endokrin.Sistem saraf memiliki pusat pengaturan yang

disebut sistem saraf pusat. Untuk menyampaikan

suatu pengaturan, sistem saraf pusat dibantu oleh

sistem saraf tepi. Fungsi sistem saraf pada manusia

adalah sebagai berikut:

1. Mengatur organ-organ atau alat-alat tubuh

agar terjadi keserasian kerja.

2. Menerima rangsangan sehingga dapat mengetahui

dengan cepat keadaan dan perubahan

yang terjadi di lingkungan sekitar.

3. Mengendalikan dan memberikan reaksi terhadap

rangsangan yang terjadi pada tubuh.

Sistem kelenjar endokrin akan menghasilkan

hormon. Disebut sistem kelenjar endokrin karena

organ ini berupa kelenjar yang tidak mempunyai

saluran khusus. Hormon yang dihasilkan oleh

kelenjar endokrin akan mengatur pertumbuhan,

reproduksi, metabolisme, dan tingkah laku.

Sistem indra merupakan alat yang dapat

mengatur tubuh kita guna mengenali dunia luar.

Seperti saat kalian sedang menonton TV, maka

kalian akan menggunakan indra penglihatan (mata) dan pendengaran

(telinga) sehingga kalian dapat menikmati acara TV tersebut.B. Sistem Saraf

Tubuh manusia terdiri atas berbagai macam alat tubuh atau organ.

Masing-masing organ memiliki fungsi tertentu dalam menunjang aktivitas

tubuh. Semua aktivitas tubuh kita seperti berjalan, menggerakkan tangan,

mengunyah makanan, dan lainnya, diatur dan dikendalikan oleh satu sistem

yang disebut sistem pengatur ( regulasi). Sistem pengatur yang ada pada

tubuh manusia adalah sistem saraf, sistem endokrin, dan sistem indra kelenjar

endokrin.

Sistem saraf tersusun atas berjuta-juta sel saraf yang mempunyai bentuk

bervariasi. Sistem saraf menerima berjuta-juta informasi yang berasal dari

berbagai organ. Semua rangsangan tersebut akan bersatu untuk memberikan

respon. Rangsangan dapat berasal dari dalam tubuh dan dari luar tubuh.

Untuk bereaksi terhadap rangsangan, tubuh kita memerlukan reseptor, sistem

saraf, dan efektor. Dalam kegiatannya, saraf mempunyai hubungan kerja

seperti mata rantai (berurutan) antara reseptor, sistem saraf, dan efektor.Reseptor adalah satu atau sekelompok sel

saraf dan sel lainnya yang berfungsi mengenali

rangsangan tertentu yang berasal dari luar atau

dari dalam tubuh. Sistem saraf berperan menerima,

mengolah, dan meneruskan hasil olahan

rangsangan ke efektor.

Alat penerima rangsang ( reseptor) meliputi:

1. Reseptor luar/eksoreseptor, berfungsi menerima

rangsang bau, rasa, sentuhan, cahaya,

suhu, dan lain-lain.

2. Reseptor dalam/ interoreseptor, berfungsi menerima

rangsang rasa lapar, kenyang, nyeri,

kelelahan, dan lain-lain.

Sistem saraf terdiri atas 3 macam sel, yaitu:

1. Neuron, bertugas mengantarkan impuls.

2. Sel Schwann, merupakan pembungkus sebagian

besar akson pada sistem saraf perifer

(sistem saraf tepi).

3. Sel penyokong (neuroglia), merupakan sel

yang terdapat di antara neuron dan sistem

saraf pusat.

Efektor adalah sel atau organ yang menghasilkan

tanggapan terhadap rangsangan. Efektor yang

berperan penting dalam sistem regulasi adalah

otot dan kelenjar.

1. Struktur Sel Saraf

Sistem saraf terdiri dari jutaan sel saraf (neuron).

Fungsi sel saraf adalah mengirimkan pesan

(impuls) yang berupa rangsang atau tanggapan.

Setiap neuron terdiri dari satu badan sel yang

di dalamnya terdapat sitoplasma dan inti sel.

Perhatikan gambar 8.2. Lokasi badan sel terletak

di sistem saraf pusat, beberapa ada juga yang

terletak di sistem saraf perifer. Di sistem saraf

pusat badan sel neuron berkelompok menjadi

nukleus, sedangkan badan sel yang berkelompok

selain di badan pusat disebut ganglion. Dari badan

sel keluar dua macam serabut saraf, yaitu dendrit

dan akson (neurit).

Dendrit berfungsi mengirimkan impuls ke

badan sel saraf, sedangkan akson berfungsi mengirimkan

impuls dari badan sel ke jaringan lain. Akson

biasanya sangat panjang. Sebaliknya, dendrit

pendek.Setiap neuron hanya mempunyai satu akson dan minimal satu dendritKedua serabut saraf ini berisi plasma sel. Pada bagian

luar akson terdapat lapisan lemak disebut mielin yang merupakan kumpulan

sel Schwann yang menempel pada akson. Sel Schwann adalah sel glia yang

membentuk selubung lemak di seluruh serabut saraf mielin. Pada urat saraf

yang datang dari otak dan sumsum tulang belakang serta yang menuju ke

arah bagian lain dari tubuh, mielin tertutup oleh suatu membran pelindung

yang tipis dan semitransparan yang disebut neurilema. Fungsi mielin

adalah melindungi akson dan memberi nutrisi. Bagian dari akson yang

tidak terbungkus mielin disebut nodus Ranvier, yang berfungsi mempercepat

penghantaran impuls.

Kelompok-kelompok serabut saraf, akson, dan dendrit bergabung

dalam satu selubung dan membentuk urat saraf. Sedangkan badan sel saraf

berkumpul membentuk ganglion atau simpul saraf.Berdasarkan struktur dan fungsinya, sel saraf dapat dibagi menjadi 3

kelompok, yaitu sel saraf sensori, sel saraf motor, dan sel saraf intermediet

(asosiasi).

a. Sel saraf sensori

Fungsi sel saraf sensori adalah menghantar impuls dari reseptor ke sistem

saraf pusat, yaitu otak ( ensefalon) dan sumsum belakang ( medula spinalis). Ujung

akson dari saraf sensori berhubungan dengan saraf asosiasi ( intermediet).

b. Sel saraf motor

Fungsi sel saraf motor adalah mengirim impuls dari sistem saraf pusat

ke otot atau kelenjar yang hasilnya berupa tanggapan tubuh terhadap

rangsangan. Badan sel saraf motor berada di sistem saraf pusat. Dendritnyasangat pendek berhubungan dengan akson saraf asosiasi, sedangkan aksonnya

dapat sangat panjang.

c. Sel saraf intermediet

Sel saraf intermediet disebut juga sel saraf asosiasi. Sel ini dapat ditemukan

di dalam sistem saraf pusat dan berfungsi menghubungkan sel saraf motor

dengan sel saraf sensori atau berhubungan dengan sel saraf lainnya yang

ada di dalam sistem saraf pusat. Sel saraf intermediet menerima impuls dari

reseptor sensori atau sel saraf asosiasi lainnya.2. Mekanisme Penghantar Impuls

Impuls dapat dihantarkan melalui beberapa cara, di antaranya melalui

sel saraf dan sinapsis. Perhatikan gambar 8.5. Berikut ini akan dibahas secara

rinci kedua cara tersebut.

a. Penghantaran impuls melalui sel saraf

Penghantaran impuls baik yang berupa rangsangan ataupun tanggapan

melalui serabut saraf (akson) dapat terjadi karena adanya perbedaan

potensial listrik antara bagian luar dan bagian dalam sel. Pada waktu sel saraf

beristirahat, kutub positif terdapat di bagian luar dan kutub negatif terdapat

di bagian dalam sel saraf.

Diperkirakan bahwa rangsangan (stimulus) pada indra menyebabkan

terjadinya pembalikan perbedaan potensial listrik sesaat. Perubahan

potensial ini (depolarisasi) terjadi berurutan sepanjang serabut saraf. Kecepatan

perjalanan gelombang menyebabkan perbedaan potensial bervariasi antara 1

sampai dengan 120 m per detik, tergantung pada diameter akson dan ada atau

tidaknya selubung mielin.Bila impuls telah lewat, maka untuk sementara serabut saraf tidak dapat

dilalui oleh impuls, karena terjadi perubahan potensial kembali seperti semula

(potensial istirahat). Untuk dapat berfungsi kembali diperlukan waktu 1/500

sampai 1/1000 detik. Energi yang digunakan dalam proses penghantaran

rangsang berasal dari hasil pernapasan sel yang dilakukan oleh mitokondria

dalam sel saraf.Stimulasi yang kurang kuat atau di bawah ambang (threshold) tidak

akan menghasilkan impuls yang dapat merubah potensial listrik. Tetapi bila

kekuatannya di atas ambang, maka impuls akan dihantarkan sampai ke ujung

akson. Stimulasi yang kuat dapat menimbulkan jumlah impuls yang lebih

besar pada periode waktu tertentu daripada stimulasi yang lemah.

b. Penghantaran impuls melalui sinapsis

Titik temu antara terminal akson salah satu neuron dengan neuron lain

dinamakan sinapsis. Setiap terminal akson membengkak membentuk tonjolan

sinapsis. Di dalam sitoplasma tonjolan sinapsis terdapat struktur kumpulan

membran kecil berisi neurotransmiter yang disebut vesikula sinapsis. Neuron

yang berakhir pada tonjolan sinapsis disebut neuron prasinapsis. Membran

ujung dendrit dari sel berikutnya yang membentuk sinapsis disebut

postsinapsis. Bila impuls sampai pada ujung neuron, maka vesikula bergerak

dan melebur dengan membran prasinapsis. Vesikula akan melepaskan

neurotransmiter berupa asetilkolin. Neurotransmiter adalah suatu zat kimia

yang dapat menyeberangkan impuls dari neuron prasinapsis ke postsinapsis.

Neurotransmiter ada bermacam-macam, misalnya asetilkolin yang terdapat di

seluruh tubuh, noradrenalin terdapat di sistem saraf simpatik, dan dopamin

serta serotonin yang terdapat di otak. Asetilkolin kemudian berdifusi melewati

celah sinapsis dan menempel pada reseptor yang terdapat pada membran

postsinapsis. Penempelan asetilkolin pada reseptor menimbulkan impuls padasel saraf berikutnya. Bila asetilkolin sudah melaksanakan tugasnya maka

akan diuraikan oleh enzim asetilkolinesterase yang dihasilkan oleh membran

postsinapsis.Di antara

saraf motor dan otot terdapat sinapsis berbentuk cawan dengan membran

prasinapsis dan membran postsinapsis yang terbentuk dari sarkolema yang

mengelilingi sel otot. Prinsip kerjanya sama dengan sinapsis saraf-saraf

lainnya.

3. Terjadinya Gerak Biasa dan Gerak Re􀆀 eks

Gerak merupakan pola koordinasi yang sangat sederhana untuk

menjelaskan penghantaran impuls oleh saraf. Gerak pada umumnya terjadi

secara sadar, namun ada pula gerak yang terjadi tanpa disadari, yaitu gerak

re􀆀 eks. Impuls pada gerakan sadar melalui jalan panjang, yaitu dari reseptorke saraf sensori dibawa ke otak untuk selanjutnya diolah oleh otak, kemudian

hasil olahan oleh otak berupa tanggapan dibawa oleh saraf motor sebagai

perintah yang harus dilaksanakan oleh efektor.

Impuls gerak re􀆀 eks berjalan sangat cepat dan tanggapan terjadi secara

otomatis terhadap rangsangan, tanpa memerlukan kontrol dari otak. Jadi

dapat dikatakan gerakan terjadi tanpa dipengaruhi kehendak atau tanpa disadari

terlebih dahulu. Contoh gerak re􀆀 eks misalnya berkedip, bersin, atau

batuk.

Pada gerak re􀆀 eks, impuls melalui jalan pendek atau jalan pintas, yaitu

dimulai dari diterimanya impuls oleh sel saraf penghubung (asosiasi) tanpa

diolah di dalam otak kemudian langsung dikirim tanggapan ke saraf motor

untuk disampaikan ke efektor, yaitu otot atau kelenjar. Jalan pintas ini disebut

lengkung refleks. Perhatikan gambar 8.8. Gerak refleks dapat dibedakan atas

re􀆀 eks otak bila saraf penghubung (asosiasi) berada di dalam otak, misalnya,

gerak mengedip atau mempersempit pupil bila ada sinar, dan re􀆀 eks sumsum

tulang belakang bila sel saraf penghubung berada di dalam sumsum tulang

belakang, misalnya re􀆀 eks pada lutut.4. Sistem Saraf pada Manusia

Pada umumnya, saraf manusia dibedakan menjadi sistem saraf pusat

dan sistem saraf tepi. Sistem saraf pusat meliputi otak dan sumsum tulang

belakang. Perhatikan gambar 8.9. Sistem saraf tepi dibagi menjadi sistem saraf

sadar dan sistem saraf tak sadar (autonom). Sedangkan sistem saraf tak sadar

( autonom) terdiri dari sistem saraf simpatik dan sistem saraf parasimpatik.

Materi berikut akan menjelaskan bagian-bagian tersebut lebih terperinci.a. Sistem saraf pusat

Sistem saraf pusat meliputi otak ( ensefalon) dan sumsum tulang belakang

( medula spinalis). Keduanya merupakan organ yang sangat lunak, dengan

fungsi yang sangat penting, sehingga perlu perlindungan. Selain tengkorak

dan ruas-ruas tulang belakang, otak juga dilindungi 3 lapisan selaput

meninges. Bila membran ini terkena infeksi, maka akan terjadi radang yang

disebut meningitis.Ketiga lapisan membran meninges dari luar ke dalam adalah sebagai

berikut.

1) Durameter; merupakan selaput yang kuat dan bersatu dengan tengkorak.

2) Arachnoid; disebut demikian karena bentuknya seperti sarang labalaba.

Di dalamnya terdapat cairan serebrospinalis; semacam cairan limfa

yang mengisi sela-sela membran Arachnoid. Fungsi selaput Arachnoid

adalah sebagai bantalan untuk melindungi otak dari bahaya kerusakan

mekanik.

3) Piameter; merupakan lapisan yang penuh dengan pembuluh darah dan

sangat dekat dengan permukaan otak. Lapisan ini berfungsi untuk

memberi oksigen dan nutrisi serta mengangkut bahan sisa metabolisme.

Otak dan sumsum tulang belakang mempunyai 3 materi esensial, yaitu:

1) Badan sel, yang membentuk bagian materi kelabu (substansi grissea).

2) Serabut saraf, yang membentuk bagian materi putih (substansi alba).

3) Sel-sel neuroglia, yaitu jaringan ikat yang terletak di antara sel-sel saraf di

dalam sistem saraf pusat.

Walaupun otak dan sumsum tulang belakang mempunyai materi sama

tetapi susunannya berbeda. Pada otak, materi kelabu terletak di bagian luar

atau kulitnya (korteks) dan bagian putih terletak di tengah. Pada sumsum

tulang belakang bagian tengah berupa materi kelabu berbentuk kupu-kupu,

sedangkan bagian korteks berupa materi putih.1) Otak

Otak mempunyai lima bagian utama, yaitu: otak besar (serebrum), otak

tengah (mesensefalon), otak kecil (serebelum), sumsum sambung ( medula

oblongata), dan jembatan varol ( pons varolii).a) Otak besar (serebrum)

Otak besar mempunyai fungsi dalam pengaturan

semua aktivitas mental, yaitu

yang berkaitan dengan kepandaian (intelegensi),

ingatan (memori), kesadaran,

dan pertimbangan.

Otak besar merupakan sumber dari semua

kegiatan/gerakan sadar atau sesuai dengan

kehendak, walaupun ada juga beberapa

gerakan re􀆀 eks otak. Pada bagian korteks

serebrum yang berwarna kelabu terdapat

bagian penerima rangsang (area sensor)

yang terletak di sebelah belakang area

motor yang berfungsi mengatur gerakan

sadar atau merespon rangsangan.

Selain itu, terdapat area asosiasi yang menghubungkan

area motor dan sensorik. Area

ini berperan dalam proses belajar, me nyimpan ingatan, membuat kesimpulan,

dan belajar berbagai bahasa. Di sekitar kedua area tersebut

adalah bagian yang mengatur kegiatan psikologi yang lebih tinggi.

Misalnya bagian depan merupakan pusat proses berpikir, yaitu

mengingat, analisis, berbicara, kreativitas, dan emosi. Pusat penglihatan

terdapat di bagian belakang.

b) Otak tengah (mesensefalon)

Otak tengah terletak di depan otak kecil dan jembatan varol. Di

depan otak tengah terdapat talamus dan kelenjar hipo􀅿 sis yang

mengatur kerja kelenjar-kelenjar endokrin. Bagian atas (dorsal) otaktengah merupakan lobus optikus yang mengatur re􀆀 eks mata seperti

penyempitan pupil mata, dan juga merupakan pusat pendengaran.

c) Otak kecil (serebelum)

Serebelum mempunyai fungsi utama dalam koordinasi gerakan otot

yang terjadi secara sadar, keseimbangan, dan posisi tubuh. Bila ada

rangsangan yang merugikan atau berbahaya, maka gerakan sadar

yang normal tidak mungkin dilaksanakan.d) Jembatan varol (pons varolii)

Jembatan varol berisi serabut saraf yang menghubungkan otak kecil

bagian kiri dan kanan, juga menghubungkan otak besar dan sumsum

tulang belakang.

e) Sumsum sambung (medula oblongata)

Sumsum sambung berfungsi menghantar impuls yang datang dari

medula spinalis menuju ke otak. Sumsum sambung juga mengatur

gerak re􀆀 eks 􀅿 siologi, seperti detak jantung, tekanan darah, volume,

dan kecepatan respirasi, gerak alat pencernaan, dan sekresi kelenjar

pencernaan. Selain itu, sumsum sambung juga mengatur gerak re􀆀 eks

yang lain, seperti bersin, batuk, dan berkedip.

2) Sumsum tulang belakang (medula spinalis)

Pada penampang melintang sumsum tulang belakang tampak bagian

luar berwarna putih, sedangkan bagian dalam berbentuk kupu-kupu

dan berwarna kelabu.Pada penampang melintang sumsum tulang belakang ada bagian seperti sayap

yang terbagi atas sayap atas disebut tanduk dorsal dan sayap bawah disebut

tanduk ventral. Impuls sensori dari reseptor dihantar masuk ke sumsum tulang

belakang melalui tanduk dorsal. Sedangkan impuls motor dihantar keluar

dari sumsum tulang belakang melalui tanduk ventral menuju efektor. Pada

tanduk dorsal terdapat badan sel saraf penghubung (asosiasi konektor) yang

akan menerima impuls dari sel saraf sensori dan akan menghantarkannya ke

saraf motor.

Pada bagian putih sumsum tulang belakang terdapat serabut saraf asosiasi.

Kumpulan serabut saraf membentuk saraf ( urat saraf). Urat saraf yang

membawa impuls ke otak merupakan saluran ascenden. Sedangkan urat saraf

yang membawa impuls yang berupa perintah dari otak merupakan saluran

desenden.b. Sistem saraf tepi

Sistem saraf tepi pada dasarnya adalah lanjutan dari neuron yang bertugas

membawa impuls saraf menuju ke dan dari sistem saraf pusat. Dilihat dari

arah impuls yang dibawanya, sistem saraf tepi dibedakan atas:

1) Sistem saraf aferen, yang membawa impuls saraf dari reseptor menuju ke

sistem saraf pusat.

2) Sistem saraf eferen, yang membawa impuls saraf dari sistem saraf pusat ke

efektor.

Sistem saraf tepi meliputi sistem saraf sadar (somatik) dan sistem saraf

tak sadar ( autonom).

1) Sistem saraf sadar (somatik)

Sistem saraf sadar (somatik) terdiri dari 12 pasang saraf otak dan 31

pasang saraf sumsum tulang belakang. Dua belas pasang saraf otak itu

antara lain:

a) Nervus olfaktori, saraf sensorik selaput lendir hidung.

b) Nervus optik, saraf sensorik retina mata.

c) Nervus okulomotor, saraf sensorik proprioseptor otot bola mata.

d) Nervus troklear, saraf sensorik proprioseptor.

e) Nervus trigeminal, saraf sensorik gigi dan kulit muka.

f) Nervus abdusen, saraf sensorik proprioseptor otot bola mata.

g) Nervus fasial, saraf sensorik ujung pengecap di ujung lidah.

h) Nervus auditori, saraf sensorik koklea dan saluran semiserkuler.

i) Nervus glosofaring, saraf sensorik ujung pengecap di lidah

belakang.

j) Nervus vagus, saraf sensorik alat dalam (paru dan lambung).

k) Nervus spinal, saraf sensorik otot di belikat.

l) Nervus hipoglosal, saraf sensorik otot lidah.2) Sistem saraf tak sadar

Sistem saraf tak sadar disebut juga saraf autonom, karena bekerja tanpa

diperintah oleh sistem saraf pusat. Sistem saraf otonom mengontrol

kegiatan organ-organ dalam, misalnya kelenjar keringat, otot perut, paruparu,

jantung, otot polos, sistem pencernaan, dan otot polos pembuluh

darah. Susunan saraf otonom bersifat motorik atau digolongkan ke dalam

saraf eferen.

Berdasarkan sifat kerjanya, sistem saraf otonom dibedakan menjadi:

a) Saraf simpatik

Saraf simpatik memiliki ganglion yang terletak di sepanjang tulang

punggung dan menempel pada sumsum tulang belakang. Saraf

simpatik memiliki serabut praganglion yang pendek dan serabut

pascaganglion yang panjang.

b) Saraf parasimpatik

Saraf parasimpatik memiliki serabut praganglion panjang dan serabut

pascaganglion pendek. Susunan saraf parasimpatik berupa susunan

saraf yang berhubungan dengan ganglion-ganglion yang tersebar di

seluruh tubuh. Fungsi saraf parasimpatik merupakan kebalikan dari

fungsi saraf parasimpatik.

5. Kelainan pada Sistem Sarafa. Parkinson

Penyebab penyakit ini adalah ketidakseimbangan

kimia dalam sistem saraf. Parkinson

diperkirakan bersifat genetik dan dapat pula

disebabkan oleh pukulan keras pada kepala.

Penyakit ini umumnya diderita oleh orang yang

berusia di atas 60 tahun. Tetapi belakangan ini

banyak ditemukan pada orang dewasa di bawah

usia 60 tahun. Salah satu penyebabnya adalah

paparan terhadap herbisida secara berlebihan.

Gejala-gejala parkinson atara lain kontraksi

otot tak terkendali pada leher, bahu, dan bibir.

Penderita mengalami tremor (gerak tak terkendali)

pada kepala, tangan, dan kaki.

b. Multipel Sklerosis

Multiple Sklerosis adalah keadaan terjadinya degenerasi mielin pada

sistem saraf pusat. Adanya penghantaran impuls saraf menjadi terhambat dan

terjadi gejala seperti hilangnya koordinasi tubuh, gangguan penglihatan, dan

gangguan bicara. Penyakit ini dapat berkembang perlahan tetapi dapat pula

menyerang secara tiba-tiba. Penyebabnya diperkirakan berupa kerentanan

yang bersifat genetik, infeksi virus, dan gangguan sistem kekebalan tubuh.c. Polio

Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus

polio pada sumsum tulang belakang. Virus ini

menye rang anak-anak, menimbulkan demam, dan

sakit kepala yang berakhir pada hilangnya re􀆀 eks,

kelumpuhan, dan mengecilnya otot. Bila sudah

terjadi, polio tidak dapat diobati, tetapi penyakit

ini dapat dicegah dengan imunisasi polio.

Di Indonesia virus polio muncul di Sukabumi

pada tahun 2005. Kemunculan virus polio ini

sangat mengejutkan, karena semenjak diadakannya

imunisasi polio pada anak-anak baru pada tahun

tersebut terdapat anak yang menderita polio dalam

jumlah besar. Diduga virus yang menyerang adalah jenis virus polio liar.C. Hormon

Hormon adalah zat kimia yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin atau

kelenjar buntu. Kelenjar ini merupakan kelenjar yang tidak mempunyai

saluran sehingga sekresinya akan masuk aliran darah dan mengikuti

peredaran darah ke seluruh tubuh. Apabila sampai pada suatu organ target,

maka hormon akan merangsang terjadinya perubahan. Pada umumnya

pengaruh hormon berbeda dengan saraf. Hormon mengatur aktivitas seperti

metabolisme, reproduksi, dan pertumbuhan.Perubahan yang dikontrol oleh hormon biasanya merupakan perubahan

yang memerlukan waktu panjang, yaitu pada hitungan bulan bahkan tahun.

Misalnya pada pertumbuhan dan pemasakan seksual. Hal ini dapat dilihat pada

proses munculnya tanda-tanda kelamin sekunder pada laki-laki. Tanda-tanda

kelamin sekunder pada laki-laki muncul setelah menginjak masa pubertas dan

berjalan perlahan. Tanda-tanda kelamin sekunder ini dipengaruhi hormontestosteron. Tetapi hormon dapat juga berpengaruh dalam waktu pendek,

misalnya dalam hitungan detik, jam, hari, ataupun minggu. Hal ini dapat

dilihat ketika kita mengalami kejadian yang menakutkan. Saat kejadian

menakutkan terjadi maka kita akan berusaha menghindarinya, salah satunya

dengan berlari. Saat berlari tanpa terasa kita telah dibantu kerja hormon

adrenalin yang mempertinggi frekuensi dan memperkuat denyut jantung.

Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin mengikuti peredaran

darah ke seluruh tubuh, tetapi hanya sel yang mengandung reseptor yang

khusus terhadap hormon tersebut yang akan terpengaruh. Kadar hormon

dalam darah sangat rendah, karena hormon yang dihasilkan oleh kelenjar

endokrin sangat sedikit. Adapun ciri-ciri hormon adalah sebagai berikut:

• Diproduksi dan disekresikan ke dalam darah oleh sel kelenjar endokrin

dalam jumlah yang sangat sedikit.

• Diangkut oleh darah menuju ke sel/jaringan target.

• Mengadakan interaksi dengan reseptor khusus yang terdapat di sel

target.

• Mempunyai pengaruh mengaktifkan enzim khusus.

• Mempunyai pengaruh tidak hanya terhadap satu sel target tetapi dapat

juga memengaruhi beberapa sel target yang berlainan.

1. Kelenjar Endokrin dan Hormon yang Dihasilkan

Dalam tubuh manusia ada tujuh kelenjar endokrin yang penting, yaitu

hipo􀅿 sis, tiroid, paratiroid, kelenjar adrenalin ( anak ginjal), pankreas, ovarium,

dan testis. Berikut ini akan dibahas lebih rinci tiap-tiap kelenjar tersebut.

a. Hipo􀅿 sis

Kelenjar ini terletak pada dasar otak besar dan menghasilkan bermacammacam

hormon yang mengatur kegiatan kelenjar lainnya. Oleh karena itu,

kelenjar hipofisis disebut kelenjar pengendali ( master of gland). Kelenjar

hipo􀅿 sis dibagi menjadi tiga bagian, yaitu bagian anterior, bagian tengah,

dan bagian posterior.

1) Hipo􀅿 sis bagian anterior1. Hormon somatotropin

(STH), hormon

pertumbuhan (Growth

Hormone/GH)

Merangsang sintesis protein dan metabolisme lemak,

serta merangsang pertumbuhan tulang (terutama

tulang pipa) dan otot. Kekurangan hormon ini

pada anak-anak menyebabkan pertumbuhannya

terhambat atau kerdil (kretinisme). Bila kelebihan

akan menyebabkan perumbuhan raksasa (gigantisme).

Jika kelebihan terjadi pada saat dewasa

akan menyebabkan pertumbuhan tidak seimbang

pada tulang jari tangan, jari kaki, rahang, ataupun

tulang hidung yang disebut akromegali.

2. Hormon tirotropin atau

Thyroid Stimulating

Hormone (TSH)

Mengontrol pertumbuhan dan perkembangan

kelenjar gondok atau tiroid serta merangsang

sekresi tiroksin.

3. Adrenocorticotropic

Hormone (ACTH)

Mengontrol pertumbuhan dan perkembangan aktivitas

kulit ginjal dan merangsang kelenjar adrenal

untuk mensekresikan glukokortikoid (hormon

yang dihasilkan untuk metabolisme karbohidrat).

4. Prolaktin (PRL) atau

Lactogenic Hormone

(LTH)

Memelihara korpus luteum (kelenjar endokrin

sementara pada ovarium) untuk memproduksi

progesteron dan air susu ibu

5. Hormon gonadotropin

pada wanita meliputi:

• Follicle Stimulating

Hormone (FSH)

• Lutenizing Hormone

(LH)

Merangsang pematangan folikel dalam ovarium

dan menghasilkan hormon estrogen.

Memengaruhi pematangan folikel dalam ovarium

dan menghasilkan hormon progesteron.

6. Hormon gonadotropin

pada pria meliputi:

• FSH

• Interstitial Cell

Stimulating Hormone

(ICTH)

Merangsang terjadinya spermatogenesis (proses

pematangan sperma).

Merangsang sel-sel interstisial testis untuk memproduksi

testoteron dan androgen.2) Hipo􀅿 sis bagian tengah

Kelenjar ini menghasilkan hormon perangsang melanosit atau melanosit

stimulating hormone (MSH). Apabila hormon ini banyak dihasilkan maka

menyebabkan kulit menjadi hitam. Sekresi MSH juga dirangsang oleh faktor

pengatur yang disebut faktor perangsang pelepasan hormon melanosit dan

dihambat oleh faktor inhibisi hormon melanosit (MIF).3) Hipo􀅿 sis bagian posterior

Hipofisis bagian posterior menghasilkan oksitosin dan vasopresin.

Oksitosin berperan dalam merangsang otot polos yang terdapat di uterus,

sedangkan vasopresin disebut juga hormon antidiuretik (ADH) berpengaruh

pada proses reabsorpsi urine pada tubulus distal sehingga mencegah

pengeluaran urine yang terlalu banyak.

b. Tiroid (kelenjar gondok)

Tiroid merupakan kelenjar yang berbentuk

cuping kembar dan di antara keduanya terdapat

daerah yang tersusun berlapis seperti susunan

genting pada atap rumah. Kelenjar ini terdapat

di bawah jakun di depan trakea. Kelenjar tiroid

menghasilkan hormon tiroksin yang memengaruhi

metabolisme sel tubuh dan pengaturan suhu

tubuh.

Tiroksin mengandung banyak yodium. Kekurangan

yodium dalam makanan dalam waktu

panjang mengakibatkan pembesaran kelenjar

gondok karena kelenjar ini harus bekerja keras

untuk membentuk tiroksin. Kekurangan tiroksin

menurunkan kecepatan metabolisme sehingga

pertumbuhan lambat dan kecerdasan menurun.

Bila ini terjadi pada anak-anak mengakibatkan

kretinisme, yaitu kelainan 􀅿 sik dan mental yang

menyebabkan anak tumbuh kerdil dan idiot.

Kekurangan yodium yang masih ringan dapat

diperbaiki dengan menambahkan garam yodium di dalam makanan.

Produksi tiroksin yang berlebihan menyebabkan penyakit eksoftalmik

tiroid (Morbus Basedowi) dengan gejala sebagai berikut; kecepatan metabolisme

meningkat, denyut nadi bertambah, gelisah, gugup, dan merasa demam.

Gejala lain yang nampak adalah bola mata menonjol keluar (eksoftalmus)

dan kelenjar tiroid membesar.

c. Paratiroid/kelenjar anak gondok

Paratiroid menempel pada kelenjar tiroid. Kelenjar ini menghasilkan

parathormon yang berfungsi mengatur kandungan fosfor dan kalsium dalam

darah. Kekurangan hormon ini menyebabkan tetani dengan gejala: kadar

kapur dalam darah menurun, kejang di tangan dan kaki, jari-jari tangan

membengkok ke arah pangkal, gelisah, sukar tidur, dan kesemutan.

Tumor paratiroid menyebabkan kadar parathormon terlalu banyak di

dalam darah. Hal ini mengakibatkan terambilnya fosfor dan kalsium dalam

tulang, sehingga urine banyak mengandung kapur dan fosfor. Pada orang

yang terserang penyakit ini tulang mudah sekali patah. Penyakit ini disebut

von Recklinghousen.d. Kelenjar adrenal/suprarenal/anak ginjal

Kelenjar ini berbentuk bola, menempel pada bagian atas ginjal. Pada setiap

ginjal terdapat satu kelenjar suprarenal yang dibagi menjadi dua bagian, yaitu

bagian luar (korteks) dan bagian tengah (medula).

Kelenjar bagian korteks menghasilkan hormon kortison yang terdiri atas

mineralokortikoid yang membantu metabolisme garam natrium dan kalium

serta menjaga keseimbangan hormon seks; dan glukokortikoid yang berfungsi

membantu metabolisme karbohidrat.

Kelenjar bagian medula menghasilkan hormon adrenalin dan hormon

noradrenalin. Hormon adrenalin menyebabkan meningkatnya denyut

jantung, kecepatan pernapasan, dan tekanan darah (menyempitkan pembuluh

darah). Hormon noradrenalin bekerja secara antagonis terhadap adrenalin,

yaitu berfungsi menurunkan tekanan darah dan denyut jantung.

Kerusakan pada bagian korteks mengakibatkan penyakit Addison dengan

gejala-gejala: timbul kelelahan, nafsu makan berkurang, mual, muntahmuntah,

terasa sakit di dalam tubuh. Dalam keadaan ketakutan atau dalam

keadaan bahaya, produksi adrenalin meningkat sehingga denyut jantung

meningkat dan memompa darah lebih banyak. Gejala lainnya adalah

melebarnya saluran bronkiolus, melebarnya pupil mata, kelopak mata terbuka

lebar, dan diikuti dengan rambut berdiri.

e. Pankreas

Ada beberapa kelompok sel pada pankreas yang dikenal sebagai pulau

Langerhans. Bagian ini berfungsi sebagai kelenjar endokrin yang menghasilkan

hormon insulin. Hormon ini berfungsi mengatur konsentrasi glukosa dalam

darah. Kelebihan glukosa akan dibawa ke sel hati dan selanjutnya akan

dirombak menjadi glikogen untuk disimpan. Kekurangan hormon ini akan

menyebabkan penyakit diabetes yang ditandai dengan meningkatnya kadar

glukosa dalam darah. Kelebihan glukosa tersebut dikeluarkan bersama

urine. Tanda-tanda diabetes melitus yaitu sering mengeluarkan urine dalam

jumlah banyak, sering merasa haus dan lapar, serta badan terasa lemas. Selain

menghasilkan insulin, pankreas juga menghasilkan hormon glukagon yang

bekerja antagonis dengan hormon insulin.

f. Hormon yang dihasilkan kelenjar gonad

Pada manusia, gonad atau kelenjar seks berbeda antara laki-laki dan

perempuan. Pada laki-laki disebut testis, sedangkan pada perempuan disebut

ovarium. Testis dan ovarium mensekresikan hormon seks yang berperan

dalam produksi sel-sel kelamin.

1) Ovarium

Ovarium merupakan organ reproduksi wanita. Selain menghasilkan sel

telur, ovarium juga menghasilkan hormon. Ada dua macam hormon yang

dihasilkan ovarium yaitu:

a) Estrogen

Hormon ini dihasilkan oleh Folikel de Graaf. Pembentukan estrogen

dirangsang oleh FSH. Fungsi estrogen adalah menimbulkan dantelinga),

mempertahankan tanda-tanda kelamin sekunder pada wanita. Tandatanda

kelamin sekunder adalah ciri-ciri yang dapat membedakan

wanita dengan pria tanpa melihat kelaminnya. Contohnya,

perkembangan pinggul, payudara, dan kulit menjadi bertambah

halus.

b) Progesteron

Hormon ini dihasilkan oleh korpus luteum. Pembentukannya

dirangsang oleh LH. Progesteron berfungsi menyiapkan dinding

uterus agar dapat menerima telur yang sudah dibuahi.

2) Testis

Seperti halnya ovarium, testis adalah organ reproduksi khusus pada pria.

Selain menghasilkan sperma, testis berfungsi sebagai kelenjar endokrin

yang menghasilkan hormon androgen, yaitu testosteron. Testosteron

berfungsi menimbulkan dan memelihara kelangsungan tanda-tanda

kelamin sekunder. Misalnya suara yang membesar, mempunyai kumis,

dan jakun.

2. Faktor-Faktor Pengatur Sekresi Hormon

Ada dua faktor yang berfungsi mengatur sekresi hormon, yaitu saraf dan

faktor bahan kimia.

a. Faktor saraf

Bagian medula kelenjar suprarenal mendapat pelayanan dari saraf

otonom. Oleh karena itu sekresinya diatur oleh saraf otonom.

b. Faktor kimia

Susunan bahan kimia atau hormon lain dalam aliran darah memengaruhi

sekresi hormon tertentu. Contohnya, sekresi insulin dipengaruhi oleh jumlah

glukosa di dalam darah.

D. Sistem Indra

 

Alat indra merupakan suatu alat tubuh yang mampu menerima rangsang

tertentu. Indra mempunyai sel-sel reseptor khusus untuk mengenali

perubahan lingkungan sehingga fungsi utama indra adalah mengenal

lingkungan luar atau berbagai rangsang dari lingkungan di luar tubuh kita.

Dengan memiliki indra kita mampu mengenal lingkungan dan menanggapi

perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungan. Oleh karena itu, kita dapat

melindungi tubuh kita terhadap gangguan-gangguan dari luar tubuh.

Setiap indra yang kita miliki terdiri dari alat penerima rangsang dan

urat saraf. Alat indra terdiri dari bagian-bagian yang berfungsi menerima,

mengolah, dan menjawab rangsang. Manusia memiliki lima macam indra,

yaitu:

1. indra penglihatan (mata),

2. indra pendengaran (telinga),3. indra peraba (kulit),

4. indra pengecap (lidah),

5. indra pembau (hidung).

Kelima indra tersebut berfungsi untuk mengenali perubahan lingkungan

luar, oleh karenanya disebut eksoreseptor. Reseptor yang berfungsi untuk

mengenali lingkungan dalam, misalnya nyeri, kadar oksigen atau karbon

dioksida, kadar glukosa dan sebagainya, disebut interoreseptor. Sel-sel

interoreseptor, misalnya terdapat pada sel otot, tendon, ligamentum, sendi,

dinding saluran pencernaan, dinding pembuluh darah, dan lain sebagainya.

Walaupun demikian, sesungguhnya interoreseptor terdapat di seluruh tubuh

manusia. Interoreseptor yang membantu koordinasi dalam sikap tubuh

disebut kinestesis.

1. Indra Penglihatan (Mata)

a. Bola Mata

Bola mata mempunyai 3 lapis dinding yang mengelilingi rongga bola

mata. Ketiga lapis dinding ini dari luar ke dalam adalah sebagai berikut.

1) Sklera

Sklera merupakan jaringan ikat dengan serat yang kuat; berwarna putih

buram (tidak tembus cahaya), kecuali di bagian depan bersifat transparan.

Bagian yang transparan tersebut disebut kornea. Konjungtiva adalah lapisan

transparan yang melapisi kornea dan kelopak mata. Lapisan ini berfungsi

melindungi bola mata dari gangguan.Mata mempunyai reseptor khusus untuk me ngenali perubahan sinar dan

warna. Sesungguhnya yang disebut mata bukanlah hanya bola mata, tetapi

termasuk otot-otot penggerak bola mata, kotak mata (rongga tempat mata

berada), kelopak, dan bulu mata.2) Koroid

Koroid berwarna cokelat kehitaman sampai hitam, merupakan lapisan

yang berisi banyak pembuluh darah yang memberi nutrisi dan oksigen

terutama untuk retina. Warna gelap pada koroid berfungsi untuk mencegah

re􀆀 eksi (pemantulan sinar). Di bagian depan, koroid membentuk badan siliaris

yang berlanjut ke depan membentuk iris yang berwarna. Di bagian depan iris

bercelah membentuk pupil (anak mata). Pupil berfungsi sebagai jalan sinar

masuk. Iris berfungsi sebagai diafragma, yaitu pengontrol ukuran pupil

untuk mengatur sinar yang masuk. Badan siliaris membentuk ligamentum

yang berfungsi mengikat lensa mata. Kontraksi dan relaksasi dari otot badan

siliaris akan mengatur cembung pipihnya lensa.3) Retina

Lapisan ini peka terhadap sinar. Pada seluruh bagian retina berhubungan

dengan badan sel-sel saraf yang serabutnya membentuk urat saraf optik yang

memanjang sampai ke otak. Bagian yang dilewati urat saraf optik tidak peka

terhadap sinar dan daerah ini disebut bintik buta.

Adanya lensa dan ligamentum pengikatnya menyebabkan rongga bola mata

terbagi dua, yaitu bagian depan terletak di depan lensa berisi cairan yang

disebut aqueous humor dan bagian belakang terletak di belakang lensa berisivitreous humor. Kedua cairan tersebut berfungsi menjaga lensa agar selalu

dalam bentuk yang benar.

Bagian-bagian mata yang lain yaitu: kotak mata pada tengkorak berfungsi

melindungi bola mata dari kerusakan. Selaput transparan yang melapisi

kornea dan bagian dalam kelopak mata disebut konjungtiva. Selaput ini peka

terhadap iritasi. Konjungtiva penuh dengan pembuluh darah dan serabut

saraf. Radang konjungtiva disebut konjungtivitis. Untuk mencegah kekeringan,

konjungtiva dibasahi dengan cairan yang keluar dari kelenjar air mata (kelenjar

lakrimal) yang terdapat di bawah alis.

Air mata mengandung lendir, garam, dan antiseptik dalam jumlah

kecil. Air mata berfungsi sebagai alat pelumas dan pencegah masuknya

mikroorganisme ke dalam mata.

b. Otot mata

Ada enam otot mata yang berfungsi memegang sklera. Empat di antaranya

disebut otot rektus ( rektus inferior, rektus superior, rektus eksternal, dan rektus

internal). Otot rektus berfungsi menggerakkan bola mata ke kanan, ke kiri,

ke atas, dan ke bawah. Dua lainnya adalah otot obliq atas (superior) dan otot

obliq bawah (inferior).

c. Fungsi mata

Sinar yang masuk ke mata sebelum sampai di retina mengalami pembiasan

lima kali, yaitu waktu melalui konjungtiva, kornea, aqueous humor, lensa,

dan vitreous humor. Pembiasan terbesar terjadi di kornea. Bagi mata normal,

bayang-bayang benda akan jatuh pada bintik kuning, yaitu bagian yang

paling peka terhadap sinar.

Ada dua macam sel reseptor pada retina, yaitu sel kerucut (sel konus) dan

sel batang (sel basilus). Sel konus berisi pigmen lembayung dan sel batang berisi

pigmen ungu. Kedua macam pigmen akan terurai bila terkena sinar, terutama

pigmen ungu yang terdapat pada sel batang. Oleh karena itu, pigmen pada

sel basilus berfungsi untuk situasi kurang terang, sedangkan pigmen dari sel

konus berfungsi lebih pada suasana terang, yaitu untuk membedakan warna,

makin ke tengah maka jumlah sel batang makin berkurang, sehingga di daerah

bintik kuning hanya ada sel konus saja.

Pigmen ungu yang terdapat pada sel basilus disebut rodopsin, yaitu

suatu senyawa protein dan vitamin A. Apabila terkena sinar, misalnya

sinar matahari, maka rodopsin akan terurai menjadi protein dan vitamin

A. Pembentukan kembali pigmen terjadi dalam keadaan gelap. Untuk

pembentukan kembali memerlukan waktu yang disebut adaptasi gelap (disebut

juga adaptasi rodopsin). Pada waktu adaptasi, mata sulit untuk melihat.

Pigmen lembayung dari sel konus merupakan senyawa iodopsin yang

merupakan gabungan antara retinin dan opsin. Ada tiga macam sel konus,

yaitu sel yang peka terhadap warna merah, hijau, dan biru. Dengan ketiga

macam sel konus tersebut mata dapat menangkap spektrum warna. Kerusakan

salah satu sel konus akan menyebabkan buta warna.

Jarak terdekat yang dapat dilihat dengan jelas disebut titik dekat (punctum
proximum). Jarak terjauh saat benda tampak jelas tanpa kontraksi disebut titik
jauh (punctum remotum). Jika kita sangat dekat dengan objek, maka cahaya
yang masuk ke mata tampak seperti kerucut, sedangkan jika kita sangat jauh
dari objek, maka sudut kerucut cahaya yang masuk sangat kecil sehingga sinar
tampak paralel. Baik sinar dari objek yang jauh maupun yang dekat harus
direfraksikan (dibiaskan) untuk menghasilkan titik yang tajam pada retina
agar objek terlihat jelas. Pembiasan cahaya untuk menghasilkan penglihatan
yang jelas disebut pemfokusan.
Cahaya dibiaskan jika melewati konjungtiva kornea. Cahaya dari objek
yang dekat membutuhkan lebih banyak pembiasan untuk pemfokusan
dibandingkan objek yang jauh. Mata mamalia mampu mengubah derajat
pembiasan dengan cara mengubah bentuk lensa. Cahaya dari objek yang jauh
difokuskan oleh lensa tipis panjang, sedangkan cahaya dari objek yang dekat
difokuskan dengan lensa yang tebal dan pendek. Perubahan bentuk lensa ini
akibat kerja otot siliari. Saat melihat dekat, otot siliari berkontraksi sehingga
memendekkan apertura yang mengelilingi lensa. Akibatnya lensa menebal
dan pendek. Saat melihat jauh, otot siliari relaksasi sehingga apertura yang
mengelilingi lensa membesar dan tegangan ligamen suspensor bertambah.
Akibatnya ligamen suspensor mendorong lensa sehingga lensa memanjang
dan pipih. Proses pemfokusan objek pada jarak yang berbeda-beda disebut
daya akomodasi. Cara kerja mata manusia pada dasarnya sama dengan cara
kerja kamera, kecuali cara mengubah fokus lensa.d. Gangguan pada mata
Mata manusia dapat mengalami kelainan atau gangguan. Gangguan atau
kelainan tersebut dapat diakibatkan karena penyakit, kebiasaan yang buruk,
de􀅿 siensi, dan faktor usia. Berikut ini akan dijelaskan beberapa gangguan dan
kelainan pada mata.
1) Miopi adalah cacat mata yang disebabkan oleh lensa mata terlalu cembung
sehingga bayangan dari benda yang jauh jatuh di depan retina. Miopi
disebut pula rabun jauh, karena tidak dapat melihat benda yang jauh
dengan jelas. Penderita miopi hanya mampu melihat jelas benda yang
dekat. Untuk menolong penderita miopi dipakai kacamata lensa cekung
( lensa negatif).
2) Hipermetropi adalah cacat mata yang disebabkan oleh lensa mata terlalu
pipih sehingga bayangan dari benda yang dekat jatuh di belakang retina.
Hipermetropi disebut juga rabun dekat karena tidak dapat melihat benda
yang jaraknya dekat. Penderita hipermetropi hanya mampu melihat benda
yang jauh. Untuk menolongnya digunakan kacamata lensa cembung.
3) Presbiopi umumnya terjadi pada orang berusia lanjut. Keadaan ini
disebabkan lensa mata terlalu pipih. Selain itu, daya akomodasi mata
sudah lelah sehingga tidak dapat memfokuskan bayangan benda yang
berada dekat mata.
4) Astigmatisma adalah cacat mata yang disebabkan oleh kecembungan
permukaan kornea atau permukaan lensa mata yang tidak rata sehingga
sinar yang datang tidak difokuskan pada satu titik. Untuk menolong
orang yang cacat mata seperti ini dipakai kacamata lensa silindris yang
memiliki beberapa fokus.
5) Katarak adalah cacat mata yang disebabkan adanya pengapuran pada
lensa mata sehingga daya akomodasi berkurang dan penglihatan menjadi
kabur. Katarak umumnya terjadi pada orang yang sudah berusia lanjut
dan dapat menimbulkan kebutaan.
6) Hemeralopi (rabun senja) adalah penyakit pada mata yang disebabkan
oleh kekurangan vitamin A. Penderita rabun senja tidak dapat melihat
dengan jelas pada senja hari. Bila keadaan demikian dibiarkan berlanjut
akan mengakibatkan kornea mata rusak dan dapat menyebabkan
kebutaan.
7) Buta warna merupakan kelainan penglihatan mata yang bersifat menurun.
Penderita buta warna tidak mampu membedakan warna-warna tertentu,
misalnya warna merah, hijau, atau biru. Seseorang yang buta warna total
hanya dapat membedakan warna hitam dan putih saja.
8) Keratomalasia timbul karena kornea menjadi putih dan rusak.2. Indra Pendengaran (Telinga)
Telinga mempunyai reseptor khusus untuk mengenali getaran bunyi
dan untuk keseimbangan. Ada tiga bagian utama dari telinga manusia, yaitu
bagian telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam.
Telinga luar berfungsi menangkap getaran bunyi, dan telinga tengah
meneruskan getaran dari telinga luar ke telinga dalam. Reseptor yang ada
pada telinga dalam akan menerima rangsang bunyi dan mengirimkannya
berupa impuls ke otak untuk diolah.a. Susunan telinga
Telinga tersusun atas tiga bagian, yaitu telinga luar, telinga tengah, dan
telinga dalam.
1) Telinga luar
Telinga luar terdiri dari daun telinga, saluran luar, dan membran timpani
(gendang telinga). Daun telinga manusia mempunyai bentuk yang khas, tetapi
bentuk ini kurang mendukung fungsinya sebagai penangkap dan pengumpul
getaran suara. Bentuk daun telinga yang sangat sesuai dengan fungsinya
adalah daun telinga pada anjing dan kucing, yaitu tegak dan membentuk
saluran menuju gendang telinga. Saluran luar yang dekat dengan lubang
telinga dilengkapi dengan rambut-rambut halus yang menjaga agar benda
asing tidak masuk. Selain itu, terdapat kelenjar lilin yang menjaga agar
permukaan saluran luar dan gendang telinga tidak kering.b. Cara kerja indra pendengaran
Gelombang bunyi yang masuk ke dalam telinga luar menggetarkan
gendang telinga. Getaran ini akan diteruskan oleh ketiga tulang pendengaran
ke jendela oval. Getaran struktur koklea pada jendela oval diteruskan ke
cairan limfa yang ada di dalam saluran vestibulum. Getaran cairan tadi akan
menggerakkan membran Reissner dan menggetarkan cairan limfa dalam
saluran tengah. Perpindahan getaran cairan limfa di dalam saluran tengah
menggerakkan membran basiler yang dengan sendirinya akan menggetarkan
cairan dalam saluran timpani. Perpindahan ini menyebabkan melebarnya
membran pada jendela bundar. Getaran dengan frekuensi tertentu akan
menggetarkan selaput-selaput basiler, yang akan menggerakkan sel-sel
rambut ke atas dan ke bawah. Ketika rambut-rambut sel menyentuh membran
tektorial, terjadilah rangsangan (impuls). Getaran membran tektorial dan
membran basiler akan menekan sel sensori pada organ Korti dan kemudian
menghasilkan impuls yang akan dikirim ke pusat pendengar di dalam otak
melalui saraf pendengaran.c. Susunan dan cara kerja alat keseimbangan
Bagian dari alat vestibulum atau alat keseimbangan berupa tiga saluran
setengah lingkaran yang dilengkapi dengan organ ampula (kristal) dan organ
keseimbangan yang ada di dalam utrikulus dan sakulus.
Ujung dari setiap saluran setengah lingkaran membesar dan disebut
ampula yang berisi reseptor. Pangkalnya berhubungan dengan utrikulus yang
menuju ke sakulus. Utrikulus maupun sakulus berisi reseptor keseimbangan.
Alat keseimbangan yang ada di dalam ampula terdiri dari kelompok sel saraf
sensori yang mempunyai rambut dalam tudung gelatin yang berbentuk kubah.
Alat ini disebut kupula. Saluran semisirkuler (saluran setengah lingkaran) peka
terhadap gerakan kepala.
Alat keseimbangan di dalam utrikulus dan sakulus terdiri dari sekelompok
sel saraf yang ujungnya berupa rambut bebas yang melekat pada otolith, yaitu
butiran natrium karbonat. Posisi kepala mengakibatkan desakan otolith pada
rambut yang menimbulkan impuls yang akan dikirim ke otak.
d. Gangguan dan penyakit pada telinga
Indra pendengaran (telinga) dapat mengalami gangguan atau kelainan.
Gangguan tersebut dapat berupa tersumbatnya telingan oleh kotoran dan
hilangnya pendengaran akibat pencemaran suara.
1) Tersumbatnya telinga oleh kotoran
Telinga bagian luar memiliki kelenjar yang menghasilkan minyak.
Minyak ini berguna untuk mencegah air dan kotoran masuk ke dalam telinga.
Biasanya, minyak bersama kotoran mengggumpal dan akan mengering.
Selanjutnya, kotoran telinga ini akan keluar dengan sendirinya. Namun,
kadangkala kotoran telinga mengumpul terlalu banyak dan menyumbat
telinga. Jika keadaan demikian, harus konsultasi dengan dokter.2) Hilangnya pendengaran akibat pencemaran suara
Suara yang terlalu keras dapat menyebabkan kerusakan telinga bagian
dalam. Akibatnya, pendengaran dapat terganggu dan bahkan pendengaran
hilang. Rusaknya telinga akibat suara yang terlalu keras dapat dicegah dengan
tidak mendengarkan dan menghindari sumber pencemaran suara atau
menggunakan alat penutup telinga yang dapat mengurangi intensitas suara.
3. Indra Peraba (Kulit)
Kulit pada manusia dapat berfungsi sebagai organ ekskresi maupun
sebagai indra peraba. Kulit merupakan indra peraba yang mempunyai
reseptor khusus untuk sentuhan, panas, dingin, sakit, dan tekanan.a. Susunan kulit
Kulit terdiri dari lapisan luar yang disebut epidermis dan lapisan dalam
yang disebut lapisan dermis. Perhatikan gambar 8.26. Pada epidermis tidak
terdapat pembuluh darah dan sel saraf. Epidermis tersusun atas empat lapis
sel. Dari bagian dalam ke bagian luar, pertama adalah stratum germinativumberfungsi membentuk lapisan di sebelah atasnya. Kedua, yaitu di sebelah
luar lapisan germinativum terdapat stratum granulosum yang berisi sedikit
keratin yang menyebabkan kulit menjadi keras dan kering. Selain itu sel-sel
dari lapisan granulosum umumnya menghasilkan pigmen hitam (melanin).
Kandungan melanin menentukan derajat warna kulit, kehitaman, atau
kecokelatan. Lapisan ketiga merupakan lapisan yang transparan disebut
stratum lusidum. Lapisan keempat (lapisan terluar) adalah lapisan tanduk
disebut stratum korneum.
Pada lapisan dalam, lapisan dermis merupakan jaringan penyokong yang
terdiri dari serat yang berwarna putih dan serat yang berwarna kuning. Serat
kuning bersifat elastis/lentur, sehingga kulit dapat mengembang.
Stratum germinativum mengadakan pertumbuhan ke daerah dermis
membentuk kelenjar keringat dan akar rambut. Akar rambut berhubungan
dengan pembuluh darah yang membawakan makanan dan oksigen. Selain
itu juga berhubungan dengan serabut saraf. Pada setiap pangkal akar rambut
melekat otot penggerak rambut. Pada waktu dingin atau merasa takut, otot
rambut mengerut dan rambut menjadi tegak. Di sebelah dalam dermis
terdapat timbunan lemak yang berfungsi sebagai bantalan untuk melindungi
bagian dalam tubuh dari kerusakan mekanik.
b. Fungsi kulit
Kulit berfungsi sebagai alat pelindung bagian dalam, misalnya otot dan
tulang; sebagai alat peraba dengan dilengkapi dengan bermacam reseptor
yang peka terhadap berbagai rangsangan; sebagai alat ekskresi; serta pengatur
suhu tubuh.
Sehubungan dengan fungsinya sebagai alat peraba, kulit dilengkapi
dengan reseptor-reseptor khusus. Reseptor untuk rasa sakit ujungnya
menjorok masuk ke daerah epidermis. Reseptor untuk tekanan (korpuskula
Pacini) ujungnya berada di dermis yang jauh dari epidermis. Reseptor untuk
rangsang sentuhan dan panas (korpuskula Ru􀅿 ni) ujung reseptornya terletak
di dekat epidermis. Kemudian reseptor untuk rangsang dingin (ujung saraf
Krause) dan reseptor yang lain misalnya korpuskula Meissner.
c. Gangguan dan penyakit pada kulit
Kulit sebagai indra peraba dapat mengalami gangguan atau kelainan.
Kelainan tersebut disebabkan karena kotoran, penyakit, atau kesalahan
kosmetik. Berikut ini akan dijelaskan beberapa kelainan dan penyakit pada
kulit.
1) Jerawat
Jerawat biasanya muncul di wajah, leher, punggung, bahu, dada, dan
bahkan di lengan atas. Jerawat biasanya terjadi karena tersumbatnya
pori-pori kulit oleh kotoran.
2) Dermatitis
Dermatitis atau eksim merupakan penyakit peradangan kulit. Dermatitis
secara umum ditandai dengan kulit yang membengkak, memerah,
dan gatal-gatal. Dermatitis dapat disebabkan oleh benda-benda yang
menyebabkan alergi pada kulit (misalnya sabun, logam, atau kosmetik).
3) Ketombe
Ketombe adalah sejenis eksim yang mengenai kulit kepala. Ditandai
dengan terbentuknya sisik halus yang mudah lepas dari kulit.
4) Panu
Panu diakibatkan oleh jamur. Infeksi jamur dapat bermacam-macam,
pengobatannya biasanya membutuhkan waktu lama, paling sedikit 30
hari dengan obat khusus jamur.4. Indra Pengecap (Lidah)
Lidah mempunyai reseptor khusus yang ber kaitan dengan rangsangan
kimia. Lidah merupa kan organ yang tersusun dari otot. Permukaan lidah
dilapisi dengan lapisan epitelium yang banyak mengandung kelenjar lendir
dan reseptor pengecap berupa tunas pengecap. Tunas pengecap terdiri atas
sekelompok sel sensori yang mempunyai tonjolan seperti rambut.
Permukaan atas lidah penuh dengan tonjolan ( papila). Tonjolan itu dapat
dikelompokkan menjadi tiga macam bentuk, yaitu bentuk benang, bentuk
dataran yang dikelilingi parit-parit, dan bentuk jamur. Tunas pengecap terdapat
pada parit-parit pa pila bentuk dataran, di bagian samping dari papila
berbentuk jamur, dan di permukaan papila berbentuk benang.Gangguan dan penyakit pada lidah
Penyakit yang dapat menyerang lidah misalnya kanker. Penyebab kanker
belum diketahui dengan pasti. Namun terdapat beberapa faktor yang diduga
menyebabkan kanker lidah, yaitu merokok dan minum-minuman beralkohol
terlalu banyak.
5. Indra Pembau (Hidung)
Indra pembau berupa kemoreseptor yang terdapat di permukaan dalam
hidung, yaitu pada lapisan lendir bagian atas. Reseptor pencium tidak
bergerombol seperti tunas pengecap.Epitelium pembau mengandung 20 juta sel-sel
olfaktori yang khusus dengan akson-akson yang
tegak sebagai serabut-serabut saraf pembau. Di
akhir setiap sel pembau pada permukaan epitelium
mengandung beberapa rambut-rambut pembau
yang bereaksi terhadap bahan kimia bau-bauan di
udara.Gangguan dan penyakit pada hidung
Sinusitis adalah peradangan pada rongga hidung bagian atas. Gejalagejala
sinusitis adalah sakit kepala, rasa sakit di bagian wajah, demam, keluar
ingus bening, rasa sesak di rongga dada, tenggorokan sakit, dan batuk.
Sinusitis disebabkan oleh segala sesuatu yang mengganggu atau
menghambat aliran udara ke dalam rongga hidung atau keluarnya mukus
(cairan) hidung keluar dari hidung. Mukus yang terkumpul merupakan lahan
yang subur untuk pertumbuhan bakteri. Akibatnya, timbullah peradangan.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: