Sistem Pencernaan


Zat Makanan
Makanan berisi zat-zat gizi yang memberikan tubuh energi untuk bergerak
dan bahan pembangun untuk pertumbuhan. Kita semua membutuhkan
berbagai macam zat gizi agar tetap bugar dan sehat. Makanan yang beragam
ini disebut diet berimbang. Tanpa asupan gizi yang cukup maka kemungkinan
besar kita mudah terkena penyakit, misalnya penyakit yang menyerang
pencernaan.
Fungsi makanan bagi tubuh kita adalah:
– Penghasil bahan bakar atau sumber energi (karbohidrat, lemak, dan
protein).
– Bahan pembangun tubuh dan menggantikan sel-sel tubuh yang rusak
(protein dan mineral).
– Pengatur proses yang terjadi dalam tubuh dan sebagai pelindung tubuh
terhadap berbagai macam penyakit (protein, vitamin, dan mineral).
Tubuh manusia membutuhkan zat makanan dalam jumlah yang berbeda.
Ada yang dibutuhkan dalam jumlah banyak ( makronutrien), yaitu karbohidrat,
protein, lemak, dan air. Ada pula yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit,
( mikronutrien) misalnya vitamin dan mineral.
1. Karbohidrat
Karbohidrat merupakan sumber kalori utama bagi tubuh kita karena 80%
dari kalori yang diperlukan tubuh berasal dari karbohidrat. Sebagai penghasil
energi setiap satu gram karbohidrat menghasilkan 4,1 kalori. Karbohidrat

tersusun atas unsur-unsur karbon (C), hidrogen
(H), dan oksigen (O). Sumber utama karbohidrat
adalah beras, jagung, sagu, gandum, singkong, ubi,
kentang, talas, dan gula.
Karbohidrat dapat dikelompokkan menjadi 3
macam, yaitu:
a. Monosakarida, adalah karbohidrat yang terdiri
atas satu molekul gula dan merupakan karbohidrat
yang paling sederhana. Contoh: glukosa
dan fruktosa.
b. Disakarida, adalah karbohidrat yang terdiri
atas dua molekul gula atau terdiri atas dua
unit monosakarida. Contoh: sukrosa/gula putih
(gabungan glukosa dan fruktosa), maltosa
(gabungan glukosa dan glukosa), dan laktosa
(gabungan glukosa dan galaktosa).
c. Polisakarida, adalah karbohidrat yang terdiri atas banyak gugus gula atau
terdiri atas banyak unit monosakrida. Contoh: pati ( amilum), glikogen
(gula otot), dan selulosa (pembentuk dinding sel tumbuhan).
Karbohidrat yang diserap oleh tubuh manusia berbentuk monosakarida.
Salah satu monosakarida adalah glukosa. Di dalam hati, sebagian glukosa
diubah menjadi glikogen untuk disimpan.
Fungsi karbohidrat:
– Sumber energi.
– Menjaga keseimbangan asam basa di dalam tubuh.
– Berperan penting dalam proses metabolisme di dalam tubuh.
– Pembentuk struktur sel dengan mengikat protein dan lemak.
2. Protein
Protein tersusun dari unsur-unsur karbon (C),
hidrogen (H), oksigen (O), dan nitrogen (N). Beberapa
protein tertentu selain mengandung unsurunsur
tersebut juga mengandung unsur belerang
(S) dan fosfor (P).
Protein dibentuk oleh berbagai macam asam
amino (esensial dan nonesensial). Asam amino
yang dibutuhkan tubuh ada 20 macam. Asam amino
esensial adalah asam amino yang tidak dapat
dibentuk oleh tubuh, jadi harus didatangkan dari
luar. Misalnya: leusin, lisin, metionin, fenilalanin,
dan sebagainya. Asam amino nonesensial adalah
asam amino yang dapat dibuat sendiri oleh tubuh.
Menurut sumbernya, protein dibagi menjadi
dua golongan, yaitu protein yang berasal dari
hewan disebut protein hewani dan dari tumbuhan

disebut protein nabati. Protein hewani merupakan protein sempurna karena
mengandung asam amino esensial. Protein hewani dapat diperoleh dari
daging, ikan, susu, dan telur. Sebaliknya, protein nabati merupakan protein
tidak sempurna karena kandungan asam amino esensialnya kurang lengkap.
Jumlahnya kurang untuk memenuhi keperluan tubuh, kecuali dari kacangkacangan,
terutama kedelai.
Setelah melalui proses pencernaan, protein diserap oleh usus halus
dalam bentuk asam amino. Kebutuhan protein setiap orang berbeda-beda
sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan kondisi orang tersebut. Faktor
yang memengaruhi kebutuhan protein antara lain usia, berat badan, jenis
kelamin, kondisi tubuh, dan penyakit. Jika kebutuhan tersebut berlebih, maka
kelebihannya akan dibuang melalui ginjal dalam bentuk urea.
Fungsi protein:
– Bahan pembangun sel-sel dalam jaringan tubuh.
– Mengganti atau memperbaiki sel-sel dalam jaringan tubuh yang rusak.
– Penghasil energi.
– Membuat substansi penting, misalnya enzim dan hormon yang membantu
metabolisme tubuh.
– Menjaga keseimbangan asam basa dalam tubuh.
3. Lemak (Lipid)
Lemak tersusun atas unsur-unsur karbon (C),
hidrogen (H), dan oksigen (O). Komponen lemak
adalah asam lemak dan gliserol. Setiap satu gram
lemak menghasilkan 9,3 kalori. Kebutuhan lemak
untuk orang dewasa adalah 0,5 – 1 gram/kg.BB/
hari.
Lemak yang kita makan bisa berasal dari hewan
disebut lemak hewani atau tumbuhan disebut lemak
nabati. Bahan makanan yang mengandung lemak
hewan antara lain daging, telur, susu, ikan, keju,
dan mentega. Bahan makanan yang mengandung
lemak nabati antara lain kelapa, kemiri, alpukat,
durian, biji bunga matahari, kacang tanah, dan
kacang-kacangan lainnya.
Fungsi lemak adalah:
– Sumber energi.
– Pelarut beberapa vitamin, yaitu vitamin A, D, E, dan K.
– Pelindung terhadap organ dalam tubuh.
– Pelindung tubuh dari suhu rendah.
– Cadangan makanan yang tersimpan di bawah kulit.
– Sebagai komponen bagian sel tertentu, misalnya membran sel.

4. Garam-Garam Mineral
Mineral adalah bahan kimia yang terdapat dalam bahan makanan yang
diperlukan oleh tubuh kita. Perhatikan tabel 5.1. Mineral tidak menghasilkan
energi. Kebutuhan tubuh terhadap berbagai jenis mineral berbeda-beda.
Untuk kesehatan dan pertumbuhan yang normal diperlukan mineral yang
sesuai dengan kebutuhan tubuh. Kekurangan salah satu mineral dalam tubuh
dapat menimbulkan penyakit yang disebut de􀅿 siensi mineral.
Fungsi mineral adalah:
– Zat pengatur sehingga menyebabkan proses metabolisme dalam tubuh
berjalan normal, misalnya kalsium dan zat kapur.
– Zat pembangun tubuh karena dapat memengaruhi bentuk rangka, yaitu
kalsium dan fosfor.
– Mengatur tekanan osmosis dalam tubuh.
– Memberi elektrolit untuk kerja otot dan saraf.

5. Vitamin
Vitamin merupakan zat organik dalam makanan yang diperlukan oleh
tubuh sebagai pelengkap. Vitamin mutlak diperlukan oleh tubuh manusia
dalam jumlah yang sangat kecil. Vitamin tidak menghasilkan energi. Vitamin
berfungsi untuk pertumbuhan yang normal dan membantu metabolisme
tubuh. Peranan vitamin tidak dapat digantikan oleh zat lain. Kekurangan
vitamin dapat menyebabkan penyakit de􀅿 siensi.
Berdasarkan kelarutannya, vitamin dapat dikelompokkan ke dalam dua
golongan, yaitu vitamin yang larut dalam air (B dan C) dan vitamin yang larut
dalam lemak (A, D, E, dan K).

6. Air
Air terdapat dalam jumlah besar pada tubuh manusia, meskipun air
bukan zat gizi. Sekitar 60 – 70% berat tubuh kita adalah air. Fungsi air bagi
tubuh adalah sebagai berikut:
– Sebagai pelarut reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh.
– Sebagai pelarut zat-zat sisa yang keluar dari tubuh dalam bentuk
larutan.
– Sebagai pengangkut hasil metabolisme ke seluruh tubuh (air merupakan
bagian terbesar yang menyusun darah).
– Mempertahankan suhu tubuh (37 °C).
Air dapat diperoleh tubuh baik secara langsung maupun tidak langsung.
Secara langsung air diperoleh dari air minum, sedangkan secara tidak
langsung dari makanan yang kita makan. Seorang dewasa memerlukan air
sekitar 2 liter per hari.
Tubuh kita kehilangan air melalui urine, keringat, feses, dan pernapasan.
Jika kehilangan air dari tubuh tidak digantikan, maka dapat menyebabkan
dehidrasi atau tubuh kekurangan air. Dehidrasi dapat menyebabkan kejang
otot dan tubuh menjadi lemah.

C. Sistem Pencernaan Makanan
Proses pencernaan pada manusia dapat dibedakan menjadi dua macam,
yaitu:
1. Pencernaan mekanik, adalah proses pengubahan makanan dari bentuk
kasar menjadi bentuk kecil atau halus. Proses ini dilakukan dengan
menggunakan gigi di dalam mulut.
2. Pencernaan kimiawi, adalah proses perubahan makanan dari zat yang
kompleks menjadi zat-zat yang lebih sederhana dengan enzim, yang
terjadi mulai dari mulut, lambung, dan usus. Enzim adalah zat kimia yang
dihasilkan oleh tubuh yang berfungsi mempercepat reaksi-reaksi kimia
dalam tubuh.
Proses pencernaan makanan pada manusia melibatkan alat-alat pencernaan
makanan. Alat-alat pencernaan makanan pada manusia adalah organorgan
tubuh yang berfungsi mencerna makanan yang kita makan. Alat pencernaan
makanan dibedakan atas saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan.

1. Mulut
Proses pencernaan makanan dimulai sejak makanan masuk ke dalam
mulut. Di dalam mulut terdapat alat-alat yang membantu dalam proses
pencernaan, yaitu gigi, lidah, dan kelenjar ludah. Perhatikan gambar 5.5. Di
dalam rongga mulut, makanan mengalami pencernaan secara mekanik dan
kimiawi.

Makanan yang kita makan pertama masuk ke mulut yang kemudian
menjadi halus karena telah dikunyah dengan geligi kita dan dibantu oleh
kelenjar ludah. Setelah halus barulah dapat kita telan dengan cepat melalui
bagian bawah tekak dan kerongkongan.
a. Gigi
Tanpa adanya gigi, manusia akan sulit memakan makanan yang dimakannya.
Gigi tumbuh di dalam lesung pada rahang dan memiliki jaringan seperti
pada tulang, tetapi gigi bukanlah bagian dari kerangka. Menurut perkembangannya,
gigi lebih banyak persamaannya dengan kulit daripada dengan
tulang.

1) Jenis gigi
Manusia memiliki empat jenis gigi untuk
berbagi tugas mengunyah makanan (perhatikan
gambar 5.6), yaitu:
a) Gigi seri: berbentuk pipih dan tajam untuk
mengiris makanan.
b) Gigi taring: ujungnya yang runcing untuk
mencabik dan menyobek makanan.
c) Gigi premolar (geraham depan): bentuknya berlekuk-
lekuk untuk mengiris dan melembutkan
makanan.
d) Gigi molar (geraham belakang): bentuknya berlekuk-lekuk untuk melembutkan
makanan.
2) Susunan gigi
a) Gigi sementara
Jenis ini juga disebut gigi susu. Susunannya yang lengkap terdiri dari 20
buah gigi:
–􀀃 Delapan gigi seri
– Empat gigi taring
– Delapan geraham depan
Gigi-gigi ini mulai muncul pada usia 6 sampai 30 bulan. Biasanya pada
usia 7 sampai 12 tahun gigi-gigi tersebut tanggal (copot) dan digantikan
dengan susunan yang tetap.
b) Gigi tetap
Susunan gigi tetap pada orang dewasa berjumlah 32 buah:
– Delapan gigi seri
– Empat gigi taring
– Delapan geraham depan
– Dua belas geraham belakang
Gigi yang pertama muncul adalah gigi molar pertama pada usia 6-7 tahun.
Yang terakhir tumbuh ialah gigi molar ketiga, pada usia 17-25 tahun.

Jika kita tidak merawat dan jarang menggosok gigi, maka gigi kita akan
menjadi rusak karena sisa-sisa makanan yang menempel dalam gigi bisa
membuat gigi berkarang bahkan berlubang.

b. Lidah
Lidah berfungsi untuk mengaduk makanan di
dalam rongga mulut dan membantu mendorong
makanan (proses penelanan) serta menghasilkan
kelenjar ludah. Selain itu, lidah juga berfungsi sebagai
alat pengecap yang dapat merasakan manis,
asin, pahit, dan asam.
c. Kelenjar Ludah
Kelenjar ludah menghasilkan ludah atau air
liur ( saliva). Kelenjar ludah dalam mulut ada tiga
pasang, yaitu:
1) Kelenjar parotis, terletak di bawah telinga.
Kelenjar parotis menghasilkan ludah yang berbentuk
cair.
2) Kelenjar submandibularis, terletak di rahang
bawah.
3) Kelenjar sublingualis, terletak di bawah lidah.
Kelenjar submandibularis dan kelenjar sublingualis
menghasilkan getah yang mengandung
air dan lendir.
Ludah berfungsi untuk memudahkan penelanan
makanan, membasahi, dan melumasi makanan
sehingga mudah ditelan. Selain itu, ludah juga
melindungi selaput mulut terhadap panas, asam,
dan basa.
Di dalam ludah terdapat enzim ptialin ( amilase) yang berfungsi mengubah
makanan dalam mulut yang mengandung zat karbohidrat ( amilum) menjadi
gula sederhana jenis maltosa. Enzim ptialin bekerja dengan baik pada pH
antara 6.8 – 7 dan suhu 37 °C.
2. Kerongkongan
Kerongkongan bentuknya seperti pipa yang panjangnya pada orang
dewasa kira-kira 25 cm. Pangkalnya adalah di leher, di belakang tenggorok,
kemudian di daerah dada di belakang jantung, menembus sekat rongga badan
di depan tulang belakang dan bermuara dalam lambung.
Kerongkongan berfungsi sebagai jalan bagi makanan yang telah dikunyah
dari mulut menuju ke lambung. Pada kerongkongan tidak terjadi proses
pencernaan. Bagian pangkal kerongkongan ( faring) berotot lurik dan bekerja
secara sadar menurut kehendak kita. Makanan berada di dalam kerongkongan
hanya sekitar enam detik.
Otot kerongkongan dapat berkontraksi secara bergelombang sehingga
mendorong makanan masuk ke dalam lambung. Gerakan kerongkongan ini
disebut gerak peristaltik. Gerak ini terjadi karena otot yang memanjang dan
melingkari dinding kerongkongan secara bergantian. Jadi gerak peristaltik

merupakan gerakan kerongkongan untuk mendorong makanan masuk ke
dalam lambung.
3. Lambung
Lambung merupakan saluran pencernaan makanan yang melebar seperti
kantung, terletak di bagian atas rongga perut sebelah kiri, dan sebagian
tertutup oleh hati dan limpa. Makanan yang ditelan terkumpul dalam
lambung dan bercampur dengan getah lambung, sehingga makanan menjadi
encer seperti bubur. Jalan keluar lambung tertutup rapat karena tebalnya
lapisan otot lingkar yang sewaktu-waktu terbuka untuk melewatkan bubur
makanan sedikit demi sedikit ke dalam usus halus.

Lambung terdiri atas empat bagian, yaitu bagian kardiak, fundus, badan
lambung, dan pilorus. Kardiak berdekatan dengan hati dan berhubungan
dengan kerongkongan. Pilorus berhubungan langsung dengan usus dua
belas jari. Di bagian ujung kardiak terdapat klep atau spingter yang disebut
spingter esofageal, sedangkan di ujung pilorus terdapat spingter pilorus. Spingter
esofageal berfungsi untuk menjaga makanan agar tetap di lambung dan hanya
akan terbuka pada saat makanan masuk atau pada saat muntah.

Dinding lambung terdiri atas otot-otot yang tersusun melingkar, memanjang,
dan menyerong yang menyebabkan lambung berkontraksi. Dinding
lambung mengandung sel-sel kelenjar yang berfungsi menghasilkan
getah lambung. Makanan yang masuk ke dalam lambung tersimpan selama
2 – 5 jam. Selama makanan ada di dalam lambung, makanan dicerna secara
kimiawi dan bercampur dengan getah lambung. Proses pencampuran tersebut
dipengaruhi oleh gerak peristaltik.
Getah lambung adalah campuran zat-zat kimia yang sebagian besar
terdiri atas air, asam lambung ( HCl), serta enzim pepsin, renin, dan lipase.
Getah lambung bersifat asam karena mengandung banyak asam lambung.

Asam lambung berfungsi untuk membunuh kuman penyakit atau bakteri
yang masuk bersama makanan, mengubah sifat protein, dan mengaktifkan
pepsinogen menjadi pepsin.
Pepsin berfungsi memecah protein menjadi pepton dan proteosa. Enzim
renin berfungsi menggumpalkan protein susu (kasein) yang terdapat dalam
susu. Lipase adalah enzim yang menghidrolisis trigliserida menjadi asam
lemak dan gliserol. Dinding lambung juga menghasilkan hormon gastrin yang
berfungsi untuk pengeluaran ( sekresi) getah lambung.
Makanan dicerna oleh otot lambung dan enzim sehingga makanan
menjadi lembut seperi bubur dan disebut kim. Otot pilorus yang membentuk
klep akan mengatur keluarnya kim sedikit demi sedikit dari lambung ke
duodenum. Otot pilorus yang mengarah ke lambung akan mengendur jika
tersentuh kim yang bersifat asam, sebaliknya otot pilorus yang mengarah ke
duodenum akan mengerut jika tersentuh kim.
4. Hati
Hati adalah alat yang besar, terletak di bawah sekat rongga badan dan
mengisi sebagian besar bagian atas rongga perut sebelah kanan. Hati membuat
empedu yang terkumpul dalam kantung empedu. Empedu tersebut
menjadi kental karena airnya diserap kembali oleh dinding kantung empedu.
Pada waktu tertentu, empedu dipompakan ke dalam usus dua belas jari melalui
pipa empedu.

Dalam metabolisme karbohidrat, hati berfungsi untuk:
– Menyimpan glikogen.
– Mengubah galaktosa dan fruktosa menjadi glukosa.
– Glukoneogenesis (pengubahan molekul-molekul lemak, protein, dan
laktat menjadi glukosa).
– Membentuk senyawa kimia penting dari hasil perantara metabolisme
karbohidrat

Hati berfungsi sangat penting terutama untuk mempertahankan konsentrasi
gula dalam darah. Pada metabolisme protein, hati berfungsi untuk:
– Pembentukan sebagian besar lipoprotein.
– Pembentuk sejumlah besar kolesterol dan fosfolipid.
– Mengubah sejumlah besar karbohidrat dan protein menjadi lemak.
Pada metabolisme protein, hati berfungsi untuk:
– Deaminasi asam amino, yaitu pengurangan gugus amin (-NH2) pada asam
amino.
– Pembentukan urea, untuk mengeluarkan amonia dari cairan tubuh.
– Pembentukan plasma protein.
– Interkonversi di antara asam amino yang berbeda untuk proses
metabolisme tubuh.
Hati mempunyai kecenderungan untuk menyimpan vitamin. Vitamin
yang disimpan di hati adalah A, D, dan Vitamin B12.
5. Kelenjar Pankreas
Kelenjar pankreas adalah sebuah alat yang
panjang melintang pada dinding belakang perut
dan berjalan ke kiri sampai pada limpa. Perhatikan
gambar 5.10. Ujungnya terletak dalam lengkung
usus dua belas jari. Saluran pankreas bermuara di
dalam usus dua belas jari bersama dengan saluran
empedu. Sebagian jaringan pada pankreas dapat
mengeluarkan getahnya yaitu insulin. Insulin akan
dicurahkan langsung ke dalam darah. Karena itu,
maka pankreas disebut juga kelenjar buntu. Bubur
makanan yang keluar dari lambung dan masuk
ke dalam usus halus bercampur dengan empedu
dan getah pankreas sehingga pencernaan makanan

berlangsung terus. Bubur makanan itu disiapkan untuk diserap zat-zat
makanannya oleh dinding usus. Penyerapan ini juga terjadi pada usus halus
lainnya, yang terletak berliku-liku dalam rongga perut bagian bawah.
Peran kelenjar pankreas dalam pencernaan adalah menghasilkan getah
pankreas. Getah pankreas dialirkan ke dalam saluran pencernaan pada
duodenum melalui ductus coledochus bersama cairan empedu. Getah pankreas
mengandung lipase, garam karbonat, dan tripsinogen.
Lipase adalah enzim yang digunakan untuk memecah lemak menjadi asam
lemak dan gliserol. Tripsinogen adalah enzim yang belum aktif, jika sudah aktif
akan menjadi tripsin dan berperan mencerna protein secara kimiawi. Garam
karbonat berperan dalam pencernaan lemak.
6. Usus halus
Usus halus terdiri atas tiga bagian, yaitu duodenum (usus dua belas jari),
jejunum, dan ileum (usus penyerapan). Bagian pertama dari usus halus adalah

usus duodenum (dua belas jari) yang melengkung seperti ladam. Panjangnya
kira-kira 30 cm. Pada duodenum bermuara dua saluran, yaitu dari pankreas
dan kantung empedu sehingga terjadi proses pencernaan secara kimiawi.

Di dalam jejunum makanan mengalami pencernaan secara kimiawi oleh
enzim yang dihasilkan oleh usus halus. Enzim-enzim tersebut adalah:
a. Enterokinase, berfungsi mengaktifkan tripsinogen yang dihasilkan
pankreas.
b. Laktase, berfungsi mengubah laktosa menjadi glukosa.
c. Erepsin atau dipeptidase, berfungsi mengubah dipeptida atau pepton
menjadi asam amino.
d. Maltase, berfungsi mengubah maltosa menjadi glukosa.
e. Disakarase, berfungsi mengubah disakarida menjadi monosakarida.
f. Peptidase, berfungsi mengubah polipeptida menjadi asam amino.
g. Sukrase, berfungsi mengubah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa.
h. Lipase, berfungsi mengubah trigliserida menjadi gliserol dan asam
lemak.
Di dalam ileum banyak terdapat jonjot usus yang berfungsi untuk
memperluas permukaan usus halus sehingga proses penyerapan makanan
akan menjadi lebih sempurna. Zat makanan berupa glukosa, asam amino,
vitamin, mineral, dan air setelah diserap oleh usus halus akan dibawa oleh
darah melalui pembuluh vena porta hepatika ke hati. Selanjutnya dari hati ke
jantung kemudian diedarkan ke seluruh tubuh.
Asam lemak dan gliserol bersama empedu membentuk suatu larutan yang
disebut misel. Selanjutnya asam lemak dan gliserol dibawa oleh pembuluh
getah bening ( pembuluh kil) dan akhirnya masuk ke dalam peredaran
darah. Garam empedu yang masuk ke darah menuju ke hati dibuat empedu
kembali.

Vitamin yang larut dalam lemak (A, D, E, K) diserap oleh usus halus
dan diangkut melalui pembuluh getah bening. Selanjutnya vitamin-vitamin
tersebut masuk ke peredaran darah.
Umumnya sari makanan diserap saat mencapai akhir usus halus. Sisa
makanan yang tidak diserap, secara perlahan-lahan bergerak ke usus besar.
Seluruh usus halus panjangnya beberapa meter. Ujungnya bermuara
ke dalam sisi usus besar sehingga terbentuk usus buntu, yaitu suatu bagian
pendek usus besar yang buntu.
7. Usus Besar
Di sebelah kanan dalam rongga perut terdapat usus besar naik, dalam
rongga perut sebelah atas terdapat lanjutannya sebagai usus besar melintang,
dan dalam rongga perut sebelah kiri dijumpai usus besar turun yang berlanjut
sebagai usus besar bentuk “S”. Perhatikan gambar 5.12. Setelah usus besar
berbentuk S terdapat poros usus (rektum). Di dalam usus besar sisa-sisa
makanan yang tidak dapat dicerna lagi menjadi kental, karena airnya diserap
kembali oleh dinding usus besar. Sisa makanan tersebut sampai ke dalam
poros usus yang terletak pada dinding belakang panggul kecil. Perjalanan
makanan di dalam usus besar dapat mencapai 4 – 5 jam. Namun, di usus besar
makanan dapat disimpan sampai 24 jam.

Di dalam usus besar terdapat bakteri Escherichia coli. Bakteri ini membantu
dalam proses pembusukan sisa makanan menjadi feses. Selain itu, E. coli juga
menghasilkan vitamin K yang berperan penting dalam proses pembekuan
darah.

8. Anus
Di dalam usus besar, feses didorong secara teratur dan lambat oleh
gerakan peristaltik menuju ke rektum (poros usus) yang merupakan bagian
akhir dari saluran pencernaan. Bagian bawah poros usus itu akhirnya
bermuara pada lubang dubur yang nantinya mengeluarkan feses. Gerakan
peristaltik dikendalikan oleh otot polos (otot tak sadar). Akan tetapi, pada saat
buang air besar otot spingter di anus dipengaruhi oleh otot lurik (otot sadar).
Jadi, proses defekasi (buang air besar) dilakukan dengan sadar, yaitu dengan
adanya kontraksi otot dinding perut yang diikuti dengan mengendurnya
otot spingter anus dan kontraksi kolon serta rektum. Akibatnya, feses dapat
terdorong ke luar anus.

D. Gangguan Sistem Pencernaan
Gangguan pada sistem pencernaan makanan dapat disebabkan oleh pola
makan yang salah, infeksi bakteri, dan kelainan alat pencernaan. Di antara
gangguan-gangguan ini adalah diare, sembelit, tukak lambung, peritonitis,
kolik, sampai pada infeksi usus buntu (apendisitis).
Kelainan dan penyakit pada sistem pencernaan antara lain sebagai
berikut:
1. Diare
Diare merupakan keadaan buang air besar yang terjadi terlalu sering
dengan feses yang banyak mengandung air. Diare menyebabkan tubuh
kehilangan banyak air. Diare yang berlangsung lama menyebabkan dehidrasi.
Dehidrasi akan menyebabkan tubuh terasa lemas karena banyak kehilangan
air dan garam mineral.
Penyebab penyakit diare antara lain ansietas (stres), peradangan usus
(misalnya kolera, disentri), kekurangan gizi (misalnya kelaparan, kekurangan
zat putih telur), keracunan makanan atau tidak tahan terhadap makanan
tertentu.

2. Sembelit
Sembelit terjadi jika kim masuk ke usus dengan sangat lambat. Akibatnya,
air terlalu banyak diserap usus, maka feses menjadi keras dan kering. Sembelit
ini disebabkan karena kurang mengonsumsi makanan yang berupa tumbuhan
atau berserat.
Beberapa faktor penyebab sembelit adalah:
a. Kurang minum.
b. Kurang makanan berserat.
c. Tidak membiasakan diri buang air besar setiap
hari.
d. Usia.
e. Kurangnya aktivitas 􀅿 sik.
f. Kehamilan.
g. Dalam kondisi sakit.
h. Stres.
Untuk mencegah sembelit, sebaiknya banyak
minum air putih dan makan makanan yang banyak
mengandung serat.
3. Tukak Lambung ( Maag)
Tukak lambung adalah luka pada lapisan lambung atau usus dua belas
jari yang dikenal dengan sakit maag. Luka akan lebih parah kalau lambung
dalam keadaan kosong akibat makan tidak teratur yang pada akhirnya akan
mengakibatkan pendarahan pada lambung. Dinding lambung diselubungi
mukus yang di dalamnya juga terkandung enzim. Jika pertahanan mukus
rusak, enzim pencernaan akan menghidrolisis atau mengikis bagian-bagian
kecil dari lapisan permukaan lambung. Hasil dari kegiatan ini adalah
terjadinya tukak lambung. Tukak lambung menyebabkan berlubangnya
dinding lambung sehingga isi lambung jatuh di rongga perut. Sebagian besar
tukak lambung ini disebabkan oleh infeksi bakteri jenis tertentu (terutama
bakteri Helicobacter pylori) dan produksi HCl yang berlebihan. Gejala umum
penyakit maag adalah pegal-pegal di punggung selama beberapa hari atau
beberapa minggu. Gejala ini terjadi 2 – 3 jam setelah makan atau terjadi
tengah malam ketika perut kosong. Gejala-gejala lainnya yaitu berat badan
berkurang, kurang nafsu makan, mual, dan muntah-muntah.
4. Radang Usus Buntu
Radang usus buntu akibat dari infeksi yang terjadi pada usus buntu.
Gejala penyakit ini adalah sakit perut. Sakit perut yang dirasakan biasanya di
perut bagian bawah sebelah kanan.
Radang usus buntu terjadi jika lubang yang menghubungkan usus buntu
dengan usus besar tersumbat. Penyumbatan dapat terjadi karena lendir yang
menebal atau masuknya benda keras. Lendir ini lama-kelamaan akan mengeras

dan menyumbat lubang usus buntu. Selanjutnya, bakteri yang secara alami
berada dalam usus buntu menginfeksi dinding usus buntu. Infeksi inilah yang
menyebabkan usus buntu meradang dan menimbulkan rasa sakit.
5. Radang pada Dinding Lambung (Gastritis)
Radang dinding lambung merupakan peradangan yang terjadi pada
membran mukus yang melapisi lambung. Gejala radang dinding lambung
misalnya kesulitan bernapas, feses hitam bercampur darah, sakit kepala,
dan rasa tidak nyaman di perut bagian atas. Radang dinding lambung dapat
disebabkan oleh alergi terhadap makanan tertentu, alkohol, obat-obatan,
racun, dan bakteri tertentu.
E. Sistem Pencernaan Hewan Ruminansia
Pola sistem pencernaan pada hewan memamah biak (ruminansia) umumnya
sama dengan manusia, yaitu terdiri atas mulut, faring, esofagus, lambung,
dan usus. Perbedaannya terletak pada susunan dan fungsi gigi serta lambungnya.
Susunan giginya terdiri atas:
1. Gigi seri ( incicivus) memiliki bentuk untuk menjepit makanan berupa
tetumbuhan seperli rumput.
2. Geraham belakang ( molar) memiliki bentuk datar dan lebar.
3. Rahang yang dapat bergerak menyamping untuk menggiling makanan.
Struktur lambung memiliki empat ruangan, yaitu: rumen (perut besar),
retikulum (perut jala), omasum (perut kitab), dan abomasum (perut masam).
Namun demikian, struktur alat pencernaan kadang-kadang berbeda antara
hewan yang satu dengan hewan yang lain.

Berdasarkan susunan gigi di atas, terlihat bahwa sapi (hewan memamah
biak) tidak mempunyai gigi seri bagian atas dan gigi taring, tetapi memiliki
gigi geraham lebih banyak dibandingkan dengan manusia sesuai dengan
fungsinya untuk mengunyah makanan berserat, yaitu penyusun dinding sel
tumbuhan yang terdiri atas 50% selulosa.
Jika dibandingkan dengan kuda, faring pada sapi lebih pendek. Esofagus
(kerongkongan) pada sapi sangat pendek dan lebar serta lebih mampu
berdilatasi (membesar). Esofagus berdinding tipis dan panjangnya bervariasi
diperkirakan sekitar 5 cm.

Lambung sapi sangat besar, diperkirakan sekitar 3/4 dari isi rongga
perut. Lambung mempunyai peranan penting untuk menyimpan makanan
sementara yang akan dimamah kembali (kedua kali). Selain itu, pada lambung
juga terjadi proses pembusukan dan peragian.
Lambung ruminansia terdiri atas 4 bagian, yaitu rumen, retikulum, omasum,
dan abomasum dengan ukuran yang bervariasi sesuai dengan umur dan
makanan alamiahnya. Kapasitas rumen 80%, retikulum 5%, omasum 7-8%,
dan abomasum 7-8%. Pembagian ini terlihat dari bentuk gentingan pada saat
otot spingter berkontraksi.
Makanan dari kerongkongan akan masuk rumen yang berfungsi sebagai
gudang sementara bagi makanan yang tertelan. Di rumen terjadi pencernaan
protein, polisakarida, dan fermentasi selulosa oleh enzim selulase yang
dihasilkan oleh bakteri dan jenis protozoa tertentu. Dari rumen, makanan akan
diteruskan ke retikulum dan di tempat ini makanan akan dibentuk menjadi
gumpalan-gumpalan yang masih kasar disebut bolus. Bolus akan dimuntahkan
kembali ke mulut untuk dimamah kedua kali. Dari mulut, makanan akan
ditelan kembali untuk diteruskan ke omasum. Pada omasum terdapat kelenjar
yang memproduksi enzim yang akan bercampur dengan bolus. Akhirnya
bolus akan diteruskan ke abomasum, yaitu perut yang sebenarnya dan di
tempat ini masih terjadi proses pencernaan bolus secara kimiawi oleh enzim.
Selulase yang dihasilkan oleh mikroba (bakteri dan protozoa) akan
menghancurkan selulosa. Mikroba penghasil selulase tidak tahan hidup di
abomasum karena pH yang sangat rendah, akibatnya bakteri ini akan mati,
namun dapat dicernakan untuk menjadi sumber protein bagi hewan pemamah
biak. Dengan demikian, rumimansia tidak memerlukan asam amino esensial
seperti pada manusia.
Hewan seperti kuda, kelinci, dan marmut tidak
mempunyai struktur lambung seperti pada
sapi untuk fermentasi selulosa. Proses fermentasi
atau pembusukan yang dilaksanakan oleh bakteri
terjadi pada sekum yang banyak mengandung bakteri.
Proses fermentasi pada sekum tidak seefektif
fermentasi yang terjadi di lambung. Akibatnya kotoran
kuda, kelinci, dan marmut lebih kasar karena
proses pencernaan selulosa hanya terjadi satu kali,
yakni pada sekum. Sedangkan pada sapi proses
pencernaan terjadi dua kali, yakni pada lambung
dan sekum yang kedua-duanya dilakukan oleh
bakteri dan protozoa tertentu.

Pada kelinci dan marmut, kotoran yang telah keluar tubuh seringkali
dimakan kembali. Kotoran yang belum tercerna tadi masih mengandung
banyak zat makanan, yang akan dicernakan lagi oleh kelinci.
Sekum pada pemakan tumbuh-tumbuhan lebih besar dibandingkan
dengan sekum karnivora. Hal itu disebabkan karena makanan herbivora

bervolume besar, sedangkan pada karnivora volume makanan kecil dan
pencernaan berlangsung dengan cepat.
Usus pada sapi sangat panjang, usus halusnya bisa mencapai 40 meter.
Hal itu dipengaruhi oleh makanannya yang sebagian besar terdiri dari
serat ( selulosa). Enzim selulase yang dihasilkan oleh bakteri ini tidak hanya
berfungsi untuk merombak selulosa, tetapi juga dapat menghasilkan biogas
yang berupa CH4 yang dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif.
Tidak tertutup kemungkinan bakteri yang ada di sekum akan keluar dari
tubuh organisme bersama feses, sehingga di dalam feses (tinja) hewan yang
mengandung bahan organik akan diuraikan dan dapat melepaskan gas CH4
(gas bio).

2 Comments »

  1. rio gonzales Said:

    makasih,infonya sangat membantu………


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: