Jaringan


A. Jaringan

Meskipun jaringan sama-sama berasal dari sel, namun memiliki fungsi
yang berbeda antara satu jaringan dengan jaringan lain. Hal ini dikarenakan
sel telah mengalami diferensiasi. Diferensiasi adalah perubahan bentuk sel.
Demikian juga jaringan tumbuhan dan hewan juga memiliki peran yang beda.
Sehingga jaringan tersebut mampu menjalankan fungsinya.

B. Jaringan Tumbuhan

Sel tumbuhan yang telah dewasa dan memiliki kesamaan bentuk dan
sifatnya akan membentuk jaringan tumbuhan. Berdasarkan kemampuannya
membelah diri, jaringan tumbuhan dapat dibedakan menjadi dua kelompok,
yaitu jaringan meristem dan jaringan dewasa.

a. Promeristem
Promeristem adalah jaringan meristem yang telah ada ketika tumbuhan
masih dalam tingkat embrio. Contohnya pada lembaga biji tumbuhan.
b. Jaringan meristem primer
Jaringan meristem primer merupakan jaringan meristem yang mengalami
perkembangan lebih lanjut dari pertumbuhan embrio. Contohnya ujung
batang dan ujung akar. Kegiatan jaringan meristem primer menyebabkan
batang dan akar bertambah panjang. Pertumbuhan yang diakibatkan oleh
jaringan meristem primer disebut pertumbuhan primer.
c. Jaringan meristem sekunder
Jaringan meristem sekunder adalah jaringan meristem yang berasal
tidak secara langsung dari perkembangan jaringan meristem pada embrio.
Contoh jaringan meristem sekunder misalnya kambium dan kambium
gabus. Kegiatan jaringan meristem menimbulkan pertambahan besar tubuh
tumbuhan. Pertumbuhan yang diakibatkan oleh jaringan meristem sekunder
disebut pertumbuhan sekunder.
Berdasarkan posisinya dalam tubuh tumbuhan, meristem dibedakan
menjadi tiga, yaitu:
1) Meristem apikal (meristem ujung), terdapat di ujung akar dan ujung batang
tumbuhan. Meristem apikal selalu menghasilkan pemanjangan akar
dan batang tumbuhan. Pertumbuhan yang diakibatkan oleh aktivitas
meristem apikal dikenal sebagai pertumbuhan primer dan semua jaringan
yang terbentuk dari meristem apikal disebut jaringan primer.

2) Meristem interkalar, terdapat di antara ruas-ruas batang. Pertumbuhan
yang diakibatkan oleh aktivitas meristem interkalar menyebabkan
pertambahan panjang pada ruas-ruas batang. Jaringan yang terbentuk
oleh meristem interkalar ini serupa dengan jaringan yang berasal dari
meristem apikal, sehingga digolongkan ke dalam jaringan primer.
Contohnya meristem pada pangkal ruas tumbuhan anggota suku rumput-rumputan (graminae).

c. Meristem lateral (meristem samping), terletak sejajar dengan lingkaran organ
tempat ditemukannya dan merupakan meristem yang menghasilkan
pertumbuhan sekunder, contohnya kambium. Kambium merupakan
lapisan sel-sel tumbuhan yang aktif membelah dan terdapat di antara xilem
dan 􀆀 oem. Kambium menyebabkan pertumbuhan sekunder. Aktivitas
kambium ke arah luar membentuk kulit batang (􀆀 oem sekunder) dan ke
arah dalam membentuk kayu (xilem sekunder). Pada masa pertumbuhan,
kambium yang tumbuh ke arah dalam lebih aktif dibandingkan dengan
kambium yang tumbuh ke arah luar. Hal ini menyebabkan kulit batang
lebih tipis daripada kayu.
Kambium bisa dibedakan menjadi dua macam, yaitu kambium vasikuler
dan kambium intervasikuler. Kambium vasikuler adalah kambium yang
berada di dalam berkas pengangkut, yaitu di antara xilem dan 􀆀 oem.
Sedangkan kambium intervasikuler adalah kambium yang berada di
Biologi Kita
Totipotensi
Totipotensi memiliki arti
bahwa setiap sel memiliki
kemampuan untuk
berdeferensiasi menjadi
jaringan, kemudian
berkembang menjadi
tumbuhan baru yang
lengkap, jika lingkungan
mendukung. Kemampuan
semacam ini
dimiliki oleh semua sel
tumbuhan. Totipotensi
sebagian terlihat pada
akar yang tumbuh dari
sel batang, dan ketika sel
xilem dan 􀃀 oem tumbuh
dari sel korteks yang terluka.
Kejadian semacam
itulah yang mendorong
orang untuk melakukan
kultur jaringan. Kultur
jaringan yaitu mengembangkan
tumbuhan baru
dari jaringan tumbuhan
tertentu. Jaringan yang
diambil biasanya diletakkan
pada media khusus
yang steril agar dapat
membelah dan berdiferensiasi
menjadi batang,
akar, dan daun.
Sumber: Salisbury dan Ross, Fisiologi
Tumbuhan Jilid 3, 1995.
antara berkas pengangkut. Kesatuan antara
kambium vasikuler dengan kambium
intervasikuler membentuk lingkaran kambium
atau kambium vaskuler.

Selain kambium, jaringan meristem lateral
juga dikenal adanya kambium gabus (felogen).
Kambium ini terletak di bawah epidermis
batang dan epidermis akar yang tua. Aktivitas
pembelahan kambium gabus ke arah dalam
menghasilkan feloderm. Sedangkan ke arah luar
menghasilkan felem.

2. Jaringan dewasa
Jaringan dewasa adalah jaringan yang sudah
berhenti membelah. Jaringan ini dibentuk dari
proses diferensiasi sel-sel meristem, baik meristem
primer maupun meristem sekunder. Jaringan

dewasa dapat dibagi menjadi beberapa macam, yaitu jaringan epidermis,
jaringan parenkim, jaringan penyokong (terdiri atas jaringan kolenkim dan
jaringan sklerenkim), jaringan pengangkut (terdiri atas xilem dan 􀆀 oem), dan
jaringan gabus.
a. Jaringan epidermis
Jaringan epidermis merupakan jaringan yang letaknya paling luar pada
organ-organ tumbuhan seperti akar, batang, daun, bunga, buah, dan biji.
Jaringan epidermis berfungsi untuk menutupi permukaan tubuh tumbuhan.
Jaringan ini melindungi bagian dalam tumbuhan dari segala pengaruh luar
yang merugikan tumbuhan, sehingga disebut juga jaringan pelindung.

Ciri-ciri jaringan epidermis pada tumbuhan
adalah:
– Terdiri atas sel-sel hidup.
– Berbentuk persegi panjang.
– Sel-selnya rapat dan tidak memiliki ruang
antarsel.
– Umumnya tidak memiliki kloro􀅿 l, kecuali pada epidermis tumbuhan
paku.
– Dinding sel jaringan epidermis bagian luar yang berbatasan dengan udara
mengalami penebalan, namun dinding sel epidermis bagian dalam yang
berbatasan dengan jaringan lain tetap tipis.
– Mampu membentuk derivat jaringan epidermis.
Bentuk jaringan epidermis bermacam-macam. Pada tumbuhan dikotil
yang sudah mengalami pertumbuhan sekunder, akar, dan batangnya sudah
tidak lagi memiliki jaringan epidermis. Biasanya jaringan epidermis fungsinya
digantikan oleh jaringan gabus. Sel-sel epidermis ada yang mengalami
modi􀅿 kasi, misalnya menjadi stomata, trikoma, sel kipas, sistolit, dan sel
silika.

b. Jaringan parenkim
Jaringan parenkim merupakan jaringan yang terbentuk dari sel-sel hidup
dengan struktur morfologis dan 􀅿 siologis yang bervariasi. Jaringan ini masih
melakukan segala kegiatan proses 􀅿 siologis, bahkan masih mampu melakukan
pembelahan. Jaringan parenkim disebut juga jaringan dasar karena dijumpai
di setiap bagian tumbuhan. Pada batang dan akar, parenkim dijumpai di
antara epidermis dan pembuluh angkut sebagai korteks. Parenkim dapat juga
dijumpai sebagai empulur batang. Pada daun, parenkim menyusun meso􀅿 l
daun yang berdiferensiasi menjadi jaringan tiang dan jaringan bunga karang.
Ciri-ciri jaringan parenkim adalah:
– Sel-selnya merupakan jaringan hidup yang berukuran besar dan tipis
serta umumnya berbentuk segi enam.
– Memiliki banyak vakuola.
– Letak inti sel mendekati dasar sel.
– Mampu bersifat embrional atau meristematik karena dapat membelah
diri.
– Memiliki ruang antarsel yang banyak sehingga letaknya tidak rapat.
Jaringan parenkim merupakan jaringan yang
paling banyak mengalami modi􀅿 kasi bentuk dan
fungsi. Bentuk sel parenkim bermacam-macam.
Sel parenkim yang mengandung kloro􀅿 l disebut
klorenkim, sedangkan yang mengandung ronggarongga
udara disebut aerenkim. Fungsi jaringan
parenkim bermacam-macam misalnya untuk
menyimpan cadangan makanan, menyimpan air,
menyimpan udara, fotosintesis, dan sebagainya.

c. Jaringan penyokong
Jaringan ini disebut juga jaringan penguat
karena memiliki dinding sel yang tebal dan kuat.
Fungsi jaringan ini adalah memberikan kekuatan
bagi tumbuhan agar dapat berdiri dengan kokoh. Jaringan ini terdiri atas
jaringan kolenkim dan jaringan sklerenkim.
1) Jaringan kolenkim
Jaringan kolenkim berperan penting sebagai
jaringan penguat, terutama pada organ-organ
tumbuhan yang masih aktif mengadakan pertumbuhan
dan perkembangan. Jaringan kolenkim
tersusun oleh sel-sel yang hidup, bentuk selnya
sedikit memanjang, dan umumnya memiliki
dinding dengan penebalan tidak teratur. Jaringan
kolenkim memiliki dinding yang lunak, lentur, dan
tidak berlignin. Sebagian besar dinding sel jaringan
kolenkim terdiri dari senyawa selulosa. Jaringan

kolenkim merupakan jaringan penguat pada organ tubuh muda atau bagian
tubuh tumbuhan yang lunak.
Kolenkim dapat dijumpai pada batang, daun, serta bagian-bagian bunga
dan buah. Pada akar yang terkena sinar matahari juga dapat dijumpai adanya
kolenkim. Pada sebagian besar tumbuhan monokotil tidak dijumpai adanya
kolenkim jika sklerenkim dibentuk sejak tumbuhan masih muda.
2) Jaringan sklerenkim
Jaringan sklerenkim merupakan jaringan
penguat dinding sekunder yang tebal. Umumnya
jaringan sklerenkim mengandung senyawa
lignin, sehingga sel-selnya menjadi kuat dan
keras. Umumnya sklerenkim tidak mengandung
protoplas. Jadi, sel-sel sklerenkim telah mati
sehingga jaringan sklerenkim hanya dijumpai
pada organ tumbuhan yang tidak lagi mengadakan
pertumbuhan dan perkembangan. Sklerenkim
terdiri dari dua macam yaitu 􀅿 ber (serabut/seratserat
sklerenkim) dan sklereid (sel-sel batu). Batok kelapa adalah contoh yang
baik dari bagian tubuh tumbuhan yang mengandung sel batu atau sklereid.
d. Jaringan pengangkut
Jaringan pengangkut bertugas mengangkut zat-zat yang dibutuhkan oleh
tumbuhan. Ada dua macam jaringan yaitu xilem atau pembuluh kayu dan
􀆀 oem atau pembuluh lapis/pembuluh kulit kayu.
Xilem bertugas mengangkut air dan garam-garam mineral terlarut dari akar
ke seluruh bagian tubuh tumbuhan. Xilem ada 2 macam, yaitu trakea dan trakeid.
Trakeid adalah sel-sel tumbuhan yang dindingnya mengalami ligni􀅿 kasi
(penebalan oleh senyawa lignin) dan sel-selnya akan mati setelah dewasa.
Floem bertugas mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian
tubuh tumbuhan. Floem dicirikan dengan adanya komponen pembuluh tapis
dan sel pengiring. Komponen pembuluh tapis merupakan sel-sel memanjang
yang ujungnya bersatu membentuk suatu pembuluh.
Sel pengiring merupakan sel yang berukuran lebih kecil dibandingkan
sel penyusun pembuluh tapis dan berperan untuk memberi makan sel-sel
pembuluh tapis yang masih hidup. Sel pengiring hanya dijumpai pada
Angiospermae.
Xilem dan 􀆀 oem membentuk berkas pembuluh angkut. Beberapa tipe
ikatan pembuluh angkut yang dapat ditemukan antara lain tipe kolateral, tipe
konsentris, tipe bikolateral, serta tipe radial.
1) Ikatan Pembuluh Kolateral, merupakan suatu ikatan pembuluh angkut yang
terbentuk dari xilem dan 􀆀 oem yang letaknya bersebelahan dalam satu
jari-jari yang sama. Xilem berada di bagian dalam dan 􀆀 oem di bagian
luar. Tipe ini dibedakan menjadi:

a) Kolateral terbuka, apabila antara xilem dan 􀆀 oem terdapat kambium.
b) Kolateral tertutup, apabila antara xilem dan floem tidak terdapat
kambium. Contoh: pada tumbuhan monokotil.
2) Ikatan Pembuluh Konsentris, merupakan suatu ikatan pembuluh angkut
yang terdiri atas xilem dan 􀆀 oem yang membentuk cincin silindris. Tipe
ini dibedakan menjadi:
a) Amfikribal, xilem berada di tengah dan dikelilingi oleh floem.
Contoh: pada tumbuhan paku.
b) Amfivasal, floem berada di tengah dan dikelilingi oleh xilem.
Contoh: pada tumbuhan monokotil yang
berkambium, yaitu Liliaceae.

3) Ikatan Pembuluh Tipe Bikolateral, merupakan tipe ikatan pembuluh dimana
xilem diapit oleh 􀆀 oem luar dan 􀆀 oem dalam.
4) Ikatan Pembuluh Tipe Radial, yaitu tipe ikatan pembuluh yang
memperlihatkan kedudukan xilem dan 􀆀 oem bersebelahan pada jari-jari
yang berbeda. Biasanya xilemnya berbentuk bintang misalnya pada akar
tumbuhan dikotil.

e. Jaringan gabus
Fungsi jaringan gabus adalah untuk melindungi jaringan lain agar tidak
kehilangan banyak air, mengingat sel-sel gabus yang bersifat kedap air.
Pada Dikotil, jaringan gabus dibentuk oleh kambium gabus atau felogen,
pembentukan jaringan gabus ke arah dalam berupa sel-sel hidup yang disebut
feloderm, ke arah luar berupa sel-sel mati yang disebut felem.

3. Sistem Jaringan Tumbuhan
Jaringan-jaringan yang sederhana pada tumbuhan (parenkim, sklerenkim,
xilem, 􀆀 oem, dan lain-lain) bersatu membentuk kelompok yang disebut sistem
jaringan. Sistem jaringan pada tumbuhan terdiri atas sistem jaringan dermal,
sistem jaringan pembuluh, dan sistem jaringan dasar.
a. Sistem jaringan dermal
Sistem jaringan dermal membentuk pembungkus luar tumbuhan,
termasuk di dalamnya epidermis dan periderm. Periderm merupakan jaringan
pelindung yang menggantikan epidermis dekat permukaan akar dan batang
yang mengalami penebalan sekunder. Jaringan dermal mempunyai ciri
khusus antara lain dindingnya terdiri atas zat lilin, kitin, dan suberin yang
ada hubungannya dengan fungsi dan letak yang merupakan bagian di luar
tubuh.
b. Sistem jaringan pembuluh
Sistem jaringan pembuluh terlibat dalam pengangkutan air dan makanan
ke seluruh tubuh tumbuhan. Terdiri atas dua macam jaringan pengangkut,
yaitu xilem dan 􀆀 oem.

c. Sistem jaringan dasar
Sistem jaringan dasar mencakup jaringan yang membentuk bahan dasar
yang menyelimuti jaringan pembuluh. Jaringan dasar pada tumbuhan adalah
jaringan parenkim. Jaringan dasar ini bisa dijumpai pada semua organ
tumbuhan.
4. Organ Tumbuhan
Organ tumbuhan berbiji memiliki tiga bagian penting, yaitu: akar,
batang, dan daun. Sedang bagian lain dari ketiga organ tersebut adalah
modi􀅿 kasinya.
Contoh:
– umbi modi􀅿 kasi batang dan akar,
– rimpang modi􀅿 kasi batang dan daun,
– duri modi􀅿 kasi batang atau daun,
– kuncup dan bunga modi􀅿 kasi dari ranting dan daun.
a. Akar
Asal akar adalah dari akar lembaga ( radix). Pada dikotil, akar lembaga
terus tumbuh sehingga membentuk akar tunggang. Pada monokotil, akar
lembaga mati, kemudian pada pangkal batang akan tumbuh akar-akar yang
memiliki ukuran hampir sama sehingga membentuk akar serabut.
Akar monokotil dan dikotil ujungnya dilindungi oleh tudung akar atau
kaliptra, yang fungsinya melindungi ujung akar sewaktu menembus tanah.
Sel-sel kaliptra ada yang mengandung butir-butir amilum, dinamakan
kolumela.
Akar pada tumbuhan memiliki fungsi bermacam-macam. Fungsi akar
pada tumbuhan antara lain:
1) Untuk mengikat tubuh tumbuhan pada tanah.
2) Dapat berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan.
3) Menyerap air dan garam-garam mineral terlarut.
Secara umum struktur akar dibedakan menjadi struktur bagian luar
(morfologi) dan struktur bagian dalam (anatomi).

1) Struktur bagian luar (Morfologi akar)
a) Leher atau pangkal akar, merupakan bagian akar
yang bersambungan dengan pangkal batang.
b) Ujung akar, merupakan titik tumbuh akar yang
dilindungi oleh tudung akar ( kaliptra).
c) Batang akar, merupakan bagian akar yang
terletak antara leher akar dan ujung akar.
d) Cabang-cabang akar, merupakan bagian yang
tidak langsung bersambungan dengan pangkal
batang tetapi keluar dari akar pokok.
e) Serabut akar, merupakan cabang-cabang akar
yang halus dan berbentuk serabut.
f) Rambut akar atau bulu-bulu akar, merupakan
penonjolan sel-sel kulit luar (epidermis) yang
sesungguhnya dan akan memperluas daerah
penyerapan air dan mineral. Rambut akar
hanya tumbuh dekat ujung akar dan umumnya
relatif pendek.

g) Tudung akar ( kaliptra), terletak paling ujung
dan berfungsi untuk melindungi akar terhadap

kerusakan mekanis pada waktu menembus tanah.
2) Struktur bagian dalam (Anatomi akar)
a) Epidermis
Susunan sel-sel epidermis rapat dan setebal satu lapis sel, dinding selnya
mudah dilewati air. Sebagian sel epidermis membentuk rambut akar
dengan pemanjangan ke arah lateral dari dinding luarnya. Bulu akar
merupakan modi􀅿 kasi dari sel epidermis akar, bertugas menyerap air
dan garam-garam mineral terlarut. Bulu akar memperluas permukaan
akar sehingga penyerapan lebih e􀅿 sien.
b) Korteks
Letak korteks langsung di bawah epidermis, sel-selnya tidak tersusun
rapat sehingga banyak memiliki ruang antarsel yang berperan dalam
pertukaran gas. Sebagian besar korteks dibangun oleh jaringan parenkim.
Korteks berfungsi sebagai tempat menyimpan makanan.
c) Endodermis
Endodermis merupakan lapisan pemisah antara korteks dengan silinder
pusat. Sebagian besar sel endodermis memiliki bagian seperti pita yang
mengandung gabus (zat suberin) atau zat lignin. Bagian ini disebut pita
kaspari. Sel-sel endodermis dapat mengalami penebalan zat gabus pada
dindingnya dan membentuk seperti titik-titik, dinamakan titik kaspari.
Pada pertumbuhan selanjutnya penebalan zat gabus sampai pada dinding
sel yang menghadap silinder pusat, bila diamati di bawah mikroskop akan
tampak seperti huruf U, disebut sel U, sehingga air tidak dapat menuju
ke silinder pusat. Tetapi tidak semua sel-sel endodermis mengalami
penebalan, sehingga memungkinkan air dapat masuk ke silinder pusat.
Sel-sel tersebut dinamakan sel penerus/sel peresap. Jadi, endodermis

berfungsi sebagai pengatur jalannya larutan yang diserap dari tanah
masuk ke silinder pusat.
d) Silinder pusat/stele
Silinder pusat/ stele merupakan bagian terdalam dari akar.
Terdiri atas berbagai macam jaringan, yaitu:
(1) Perisikel/ perikambium
Merupakan lapisan terluar dari stele yang tersusun atas satu atau
beberapa lapis sel. Akar cabang terbentuk dari pertumbuhan persikel
ke arah luar. Perisikel berfungsi dalam pertumbuhan sekunder dan
pembentukan akar ke samping.

(2) Berkas pembuluh angkut
Berkas pembuluh angkut terdapat di
sebelah dalam perisikel. Terdiri atas
xilem dan 􀆀 oem yang tersusun bergantian
menurut arah jari-jari. Pada dikotil di
antara xilem dan 􀆀 oem terdapat jaringan
kambium.
(3) Empulur
Letaknya paling dalam atau di antara

berkas pembuluh angkut terdiri atas jaringan parenkim. Empulur
hanya terdapat pada akar tumbuhan dikotil.

b. Batang
Batang pada tumbuhan berfungsi sebagai penyangga. Batang juga terdiri
atas pembuluh yang menyalurkan air dan mineral yang penting ke seluruh
bagian tumbuhan. Tumbuhan memerlukan sinar matahari untuk membuat
makanannya, sehingga fungsi batang yang lain adalah memastikan tumbuhan
mendapat sinar matahari. Batang pohon merupakan batang berkayu yang
sangat kuat dengan cabang-cabang kayu. Batang pohon tumbuh tinggi
untuk memperoleh sinar matahari. Batang tumbuhan lain seperti tumbuhan
menjalar, melingkar, dan meliuk juga bertujuan untuk mencari jalan
mendapatkan sinar matahari.
Sama dengan struktur akar, struktur batang terdiri atas struktur luar
dan struktur dalam. Struktur luar pada tumbuhan tingkat tinggi dibedakan
menjadi struktur tumbuhan berkayu dan struktur tumbuhan tak berkayu
(herba). Sedangkan struktur dalamnya terdiri dari bagian epidermis, korteks,
endodermis, dan silinder pusat.

1) Struktur luar
Perbedaan struktur luar pada tumbuhan
tingkat tinggi dapat dibedakan menjadi dua
kelompok, yaitu batang tumbuhan herba dan
batang tumbuhan berkayu. Tumbuhan herba
dan tumbuhan berkayu memiliki daun-daun di
sepanjang batangnya.
a) Batang tumbuhan herba
Batang tumbuhan herba biasanya, berwarna hijau, jaringan kayu sedikit
atau tidak ada, ukuran batang kecil, dan umumnya relatif pendek. Bagian
luar batang terdiri dari epidermis yang tipis dan tidak mengandung
gabus. Pada epidermis terdapat stomata sehingga jaringan di dalamnya
dapat mengambil oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida. Contoh:
pacar air, jagung, bayam, kacang, dan bunga matahari.
b) Batang tumbuhan kayu
Batang tumbuhan berkayu umumnya keras dan umurnya relatif panjang.
Permukaan batang keras dan di bagian tertentu terdapat lentisel. Lentisel
berhubungan dengan bagian dalam batang dan berfungsi sebagai tempat
pertukaran gas di batang. Pada tumbuhan berkayu yang masih muda
terdapat kloro􀅿 l, sehingga dapat melakukan fotosintesis. Akan tetapi,
jika sudah terbentuk lapisan gabus kemampuan fotosintesis menjadi
hilang. Lapisan gabus terbentuk oleh kambium gabus. Adanya aktivitas
kambium menyebabkan rusaknya jaringan yang terdapat pada korteks
dan epidermis. Dengan rusaknya jaringan tersebut akan menyebabkan
kemampuan fotosintesis menjadi hilang.
2) Struktur dalam
Terdapat perbedaan antara batang dikotil dan monokotil dalam susunan
anatomi maupun morfologinya.

a) Batang dikotil
Pada ujung batang tumbuhan dikotil terdapat titik tumbuh berupa
meristem apikal (ujung). Di belakang meristem apikal secara berurutan
terdapat protoderm yang nantinya akan membentuk epidermis dan
prokambium, di mana prokambium akan membentuk xilem, 􀆀 oem, dan
kambium vasikuler, serta meristem dasar yang akan membentuk empulur
dan korteks.Pada batang dikotil terdapat lapisan-lapisandari luar ke dalam adalah:

(1) Epidermis
Epidermis batang tumbuhan dikotil
merupakan selapis sel pipih yang tersusun
rapat dan tidak mempunyai ruang antarsel.
Fungsi epidermis untuk melindungi
jaringan di bawahnya. Pada batang yang
mengalami pertumbuhan sekunder, lapisan
epidermis digantikan oleh lapisan gabus
(lentisel) yang dibentuk dari kambium
gabus. Lentisel berfungsi sebagai tempat
pertukaran gas dan penguapan.

(2) Korteks
Korteks batang disebut juga kulit pertama, terdiri atas beberapa lapis
sel, yang dekat dengan lapisan epidermis tersusun atas jaringan
kolenkim, makin ke dalam tersusun atas jaringan parenkim. Korteks
batang terdiri atas korteks luar dan korteks dalam (endodermis).
Korteks luar tersusun atas sel-sel kolenkim yang berkelompok atau
sel-sel kolenkim yang berselang-seling dengan sel parenkim yang
membentuk lingkaran tertutup. Korteks luar tidak dijumpai pada
batang setiap jenis tumbuhan.
Korteks dalam (endodermis) disebut juga kulit dalam, terdiri atas
sel-sel parenkim dan tersusun atas selapis sel. Terdapat pada batang
setiap tumbuhan dan merupakan lapisan pemisah antara korteks
dengan stele. Endodermis tumbuhan Angiospermae mengandung
zat tepung sehingga lapisan sel tersebut disebut seludang pati, tetapi
tidak terdapat pada endodermis tumbuhan Gymnospermae.
(3) Stele/silinder pusat
Stele merupakan lapisan terdalam dari batang. Lapis terluar dari stele
disebut perisikel atau perikambium. Pada bagian dalam perikambium
terdapat empulur dan berkas vasikuler yang tersusun dari xilem dan
􀆀 oem. Empulur merupakan parenkim yang berada di tengah-tengah
stele. Empulur juga berada di sekitar berkas vasikuler berbentuk
seperti jari-jari sehingga disebut jari-jari empulur.
lkatan pembuluh pada stele disebut tipe kolateral terbuka yang
artinya xilem dan 􀆀 oem terletak saling bersisian, xilem di sebelah
dalam dan 􀆀 oem di sebelah luar tersusun seperti cincin.

Antara xilem dan floem terdapat kambium intravasikuler, pada
perkembangan selanjutnya jaringan parenkim yang terdapat di
antara berkas pembuluh angkut juga berubah menjadi kambium,
yang disebut kambium intervasikuler. Keduanya dapat mengadakan
pertumbuhan sekunder yang mengakibatkan bertambah besarnya
diameter batang.
Pada tumbuhan dikotil, batangnya berkayu keras dan hidupnya
menahun. Pertumbuhan menebal sekunder tidak berlangsung
terus-menerus, tetapi hanya pada saat air dan zat hara tersedia
cukup. Sedang pada musim kering tidak terjadi pertumbuhan
menebal sehingga pada batang tampak berlapis-lapis. Setiap lapis
menunjukkan aktivitas pertumbuhan selama satu tahun. Lapis-lapis
lingkaran tersebut dinamakan lingkaran tahun.

b) Batang monokotil
Meristem apikal tumbuhan monokotil berukuran lebih kecil dari meristem
apikal tumbuhan dikotil. Meristem tersebut membentuk tunas aksiler
(tunas di ketiak daun), bakal daun, dan epidermis. Di bawah meristem
apikal terdapat meristem perifer (meristem tepi) yang merupakan
meristem primer yang melebar dan menebal di sekitar meristem apikal.
Meristem primer berkembang menjadi bagian utama batang yang berisi
ikatan pembuluh.
Pada stele monokotil terdapat ikatan pembuluh yang menyebar
dan bertipe kolateral tertutup, artinya di antara xilem dan floem
tidak ditemukan kambium. Tidak adanya kambium pada monokotil
menyebabkan batang monokotil tidak dapat tumbuh membesar, dengan
perkataan lain tidak terjadi pertumbuhan menebal sekunder. Meskipun
demikian, ada monokotil yang dapat mengadakan pertumbuhan menebal
sekunder, misalnya pada pohon hanjuang (Cordyline sp.) dan pohon nenas
seberang (Agave sp.).
Seperti pada tumbuhan dikotil, tumbuhan monokotil juga tersusun atas
lapisan epidermis, korteks, dan stele.

(1) Epidermis
Epidermis batang tumbuhan monokotil memiliki dinding sel yang
lebih tebal dari tumbuhan dikotil. Epidermis terdiri dari satu lapis
sel yang dilengkapi dengan stomata dan bulu-bulu.
(2) Korteks
Korteks batang tumbuhan monokotil berupa jaringan yang terdapat
di bawah epidermis. Korteks umumnya terdiri atas sel-sel sklerenkim
yang merupakan kulit batang. Kulit batang berfungsi untuk memperkuat
dan mengeraskan bagian luar batang.
(3) Stele
Stele batang tumbuhan monokotil merupakan jaringan di bawah
korteks. Umumnya, batas antara stele dan korteks tidak jelas. Stele
berisi berkas vasikuler yang tersebar pada empulur, terutama terdapat
dekat dengan kulit batang.
Secara morfologi batang tumbuhan dikotil biasanya bercabang-cabang,
ruas-ruasnya tidak tampak dengan jelas, serta mengalami pertumbuhan
sekunder (membesar).

c. Daun
Daun terletak di bagian atas tumbuhan dan melekat pada batang. Daun
merupakan modifikasi dari batang. Daun merupakan bagian tubuh
tumbuhan yang paling banyak mengandung kloro􀅿 l sehingga kegiatan
fotosintesis paling banyak berlangsung di daun.
Daun memiliki bentuk dan ukuran tertentu sehingga dapat melakukan
tugas penting, membuat makanan see􀅿 sien mungkin. Tumbuhan yang
tumbuh di tempat gelap dan teduh memiliki daun yang lebar agar dapat
menangkap sinar matahari sebanyak mungkin. Di daerah yang banyak
hujan, daun sering memiliki lapisan yang mengkilat dan tahan air.
Beberapa daun memiliki duri untuk melindungi diri, sementara daun
lainnya tebal dan kuat untuk bertahan di udara dingin.

1) Struktur daun
Daun berbentuk pipih melebar dan
berwarna hijau. Daun ditopang oleh
tangkai daun. Tangkai daun berhubungan
dengan tulang daun. Tulang daun
bercabang-cabang membentuk jaringjaring
pembuluh angkut. Struktur daun
dibedakan atas struktur luar dan struktur
dalam.
a) Struktur luar
Secara morfologi daun terdiri dari:

– Helaian daun ( lamina).
– Tangkai daun ( petiolus), terdapat bagian yang menempel pada
batang disebut pangkal tangkai daun. Ada tumbuhan tertentu
yang daunnya tidak bertangkai daun, misalnya rumput.

– Pelepah daun (folius), pada tumbuhan monokotil pangkal daun
pipih dan lebar serta membungkus batangnya. Misalnya: pelepah
daun pisang dan pelepah daun talas.
Daun yang memiliki ketiga bagian tersebut disebut daun sempurna,
misalnya daun pisang dan daun talas. Daun yang tidak memiliki satu
atau lebih bagian daun disebut daun tidak sempurna, misalnya daun
mangga dan daun jambu.
Pada lembaran permukaaan daun terdapat tulang atau urat daun.
Tipe tulang daun ada empat macam, yaitu:
– menyirip, misalnya pada daun mangga,
– menjari, misalnya pada daun pepaya,
– melengkung, misalnya pada daun gadung,
– sejajar, misalnya pada daun jagung,
Tumbuhan dikotil umumnya memiliki daun dengan susunan tulang
daun menyirip dan menjari. Sedangkan tumbuhan monokotil memiliki
daun dengan susunan tulang daun sejajar atau melengkung.
b) Struktur dalam

(1) Epidermis
Epidermis merupakan lapisan terluar daun. Epidermis dibedakan
menjadi epidermis atas dan epidermis bawah. Untuk mencegah
penguapan yang terlalu besar, lapisan epidermis dilapisi oleh
lapisan kutikula. Pada lapisan ini tidak terdapat ruang antarsel. Di
antara sel epidermis terdapat stomata/mulut daun, yang berguna
untuk tempat berlangsungnya pertukaran gas dari dan ke luar
tubuh tumbuhan. Stomata pada permukaan bawah daun letaknya

tersebar dan jumlahnya lebih banyak daripada permukaan atas
daun. Pada tumbuhan teresterial, stomata banyak dijumpai pada
bagian bawah permukaan daun, sedangkan pada tumbuhan air
stomata lebih banyak terdapat pada permukaan atas daun.
Perhatikan gambar 2.15.
(2) Meso􀅿 l
Meso􀅿 l daun merupakan jaringan dasar yang tersusun atas dua
lapisan sel, yakni palisade (jaringan pagar) dan spons parenkim
(jaringan bunga karang). Kedua jaringan mengandung kloroplas.
Jaringan pagar sel-selnya rapat sedang jaringan bunga karang
sel-selnya agak renggang, sehingga masih terdapat ruang-ruang
antarsel. Kegiatan fotosintesis lebih aktif pada jaringan pagar
karena kloroplasnya lebih banyak daripada jaringan bunga
karang.
Proses fotosintesis terjadi di semua sel penyusun jaringan spons
yang berbentuk membulat. Pada jaringan ini terdapat ruang
antarsel. Ciri khas jaringan spons yaitu adanya lekukan-lekukan
yang menjadi penghubung antarsel.

(3) Jaringan pembuluh
Jaringan pembuluh daun ( xilem dan 􀆀 oem) merupakan lanjutan
dari jaringan batang dan tangkai daun. Jaringan pembuluh
terdapat di dalam tulang daun dan urat-urat daun.

C. Jaringan Hewan
Seperti halnya tumbuhan, hewan juga tersusun atas sel-sel. Sel-sel tersebut
bersatu membentuk jaringan-jaringan yang terdapat pada organ. Pada hewan
bersel banyak, kumpulan sel-sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama
akan membentuk jaringan, jaringan-jaringan yang berbeda akan bergabung
membentuk organ tubuh, organ-organ tubuh akan bergabung membentuk
sistem organ tubuh, sistem organ tubuh akhirnya akan bergabung membentuk
organisme (hewan). Pada hewan tingkat tinggi (mamalia) dibedakan empat
tipe jaringan dasar, yaitu jaringan epitel, jaringan pengikat, jaringan saraf, dan
jaringan otot.

1. Jaringan Epitel
Jaringan epitel terdiri atas sel-sel yang terikat
satu sama lain. Jaringan epitel adalah jaringan yang
melapisi permukaan tubuh ( epitelium), membatasi
antarorgan ( mesotelium), atau membatasi organ
dengan rongga dalam tubuh (endotelium).
Sel-sel epitelium terikat kuat satu sama
lain oleh material yang berada di antara sel-sel.
Adanya ikatan yang kuat tersebut memungkinkan
jaringan epitel sebagai pelindung yang melindungi
tubuh dari luka secara mekanik, serangan mikroorganisme,
dan kehilangan cairan.
Berdasarkan bentuk dan susunannya jaringan
epitel dibagi menjadi tiga, yaitu epitel pipih, epitel
batang, dan epitel kubus.

a. Epitel pipih
Epitel pipih memiliki bentuk, nukleusnya
bulat, dan terletak di tengah. Berdasarkan lapisan
penyusunnya, jaringan epitel pipih dibagi menjadi
beberapa jenis, yaitu:
1) Epitel pipih selapis
Jaringan epitel pipih selapis disusun oleh
selapis sel yang berbentuk pipih dan tersusun
sangat rapat. Jaringan ini berfungsi dalam proses difusi, osmosis, 􀅿 ltrasi, dan
sekresi. Contoh: pada pembuluh darah, alveolus, pembuluh limfa, glomerulus,
dan ginjal.
2) Epitel pipih berlapis banyak
Jaringan epitel berlapis banyak disusun oleh lebih dari satu sel yang
berbentuk pipih dan tersusun sangat rapat. Fungsi jaringan ini adalah sebagai
pelindung. Contoh: pada kulit, rongga mulut, dan vagina.

b. Epitel batang (silindris)
Epitel batang berbentuk seperti batang, nukleusnya bulat, dan terletak di
dasar sel.
1) Epitel silindris selapis
Jaringan epitel silindris selapis disusun oleh selapis sel yang berbentuk
batang. Contoh: pada lambung, jonjot usus, kantung empedu, saluran
pernapasan bagian atas.
2) Epitel silindris berlapis banyak
Jaringan epitel silindris berlapis banyak disusun oleh lebih dari satu sel
yang berbentuk batang. Contoh: pada saluran kelenjar ludah dan uretra.
c. Epitel kubus
Epitel kubus berbentuk seperti kubus, nukleusnya bulat, besar, dan
terletak di tengah. Berdasarkan lapisan penyusunnya, maka epitel kubus
dibagi menjadi:
1) Epitel kubus selapis
Jaringan epitel kubus selapis disusun oleh selapis sel yang berbentuk
kubus. Jaringan ini berfungsi dalam sekresi dan sebagai pelindung.
Contoh: pada kelenjar tiroid, permukaan ovarium, dan lensa mata.
2) Epitel kubus berlapis banyak
Jaringan epitel kubus berlapis banyak disusun oleh lebih dari satu sel yang
berbentuk kubus. Jaringan ini berfungsi dalam sekresi dan absorpsi. Contoh:
pada saluran kelenjar minyak dan kelenjar keringat pada kulit.
3) Epitel kubus berlapis banyak semu
Jaringan epitel kubus berlapis banyak semu berfungsi sebagai
perlindungan, sekresi, dan gerakan zat yang melewati permukaan. Epitel ini
sebenarnya tersusun atas selapis sel epitel batang namun ketinggian sel yang
menyusun tidak sama. Akibatnya, epitel ini nampak berlapis. Contoh pada
rongga hidung dan trakea

d. Epitel transisional
Epitel ini memiliki bentuk sel yang berubah-ubah dan berlapis-lapis. Bila
jaringan ini menggelembung, maka sel-sel bagian dasar berbentuk kubus atau
silindris. Pada lapisan tengah selnya berbentuk kubus dan pada lapisan atas
berbentuk pipih. Contoh pada kantung kemih.
2. Jaringan Pengikat (Konektif)
Jaringan ikat disebut juga jaringan penyokong atau jaringan penunjang.
Jaringan ikat terdiri atas serabut, sel-sel, dan cairan ekstraseluler. Cairan
ekstraseluler dan serabut disebut matriks.
Jaringan pengikat mempunyai kerapatan sel yang longgar dan selselnya
tersebar di antara matriks-matriks ekstraseluler. Matriks tersusun
dari serabut yang diselubungi oleh media dasar yang bisa berupa cairan, gel,
ataupun padat. Kebanyakan matriks-matriks tersebut disekresikan oleh selsel
pengikat itu sendiri. Serabut pada jaringan ikat dikelompokkan menjadi
tiga, yaitu:
• Serabut kolagen, tersusun dari kolagen, bersifat tidak elastis, dan tidak
gampang sobek jika ditarik memanjang.
• Serabut elastis, tersusun oleh protein yang disebut elastin dan bersifat
seperti karet.
• Serabut retikuler, sangat tipis, bercabang, serat tersusun oleh kolagen dan
dilanjutkan oleh serabut-serabut kolagen.
Fungsi jaringan ikat adalah mengikat atau mempersatukan jaringanjaringan
menjadi organ dan berbagai organ menjadi sistem organ serta menjadi
selubung organ dan melindungi jaringan atau organ tubuh. Berdasarkan
struktur dan fungsinya jaringan ikat dibedakan menjadi berikut ini.

a. Jaringan ikat longgar
Ciri-ciri jaringan ikat longgar adalah sel-selnya
jarang dan sebagian jaringannya tersusun atas
matriks yang mengandung serabut kolagen dan
serabut elastis. Jaringan ikat longgar terdapat di
sekitar organ-organ, pembuluh darah, dan saraf.
Fungsi jaringan ikat longgar untuk membungkus
organ-organ tubuh, pembuluh darah, dan saraf.
b. Jaringan ikat padat
Nama lain jaringan ikat padat adalah serabut
putih, karena terbuat dari serabut kolagen yang
berwarna putih. Jaringan ini terdapat pada selaput
urat, selaput pembungkus otot, fasia, ligamen, dan
tendon.
Fasia adalah jaringan ikat berbentuk lembaran yang menyelimuti otot.
Ligamen adalah jaringan ikat yang berperan sebagai penghubung antartulang

Tendon adalah ujung otot yang melekat pada tulang. Fungsi jaringan ikat
padat untuk menghubungkan berbagai organ tubuh seperti otot dengan
tulang-tulang, tulang dengan tulang, juga memberikan perlindungan
terhadap organ tubuh.
c. Jaringan tulang rawan (kartilago)
Jaringan tulang rawan pada anak-anak berasal dari jaringan embrional
yang disebut mesenkim. Pada orang dewasa berasal dari selaput tulang rawan
atau perikondrium yang banyak mengandung kondroblas atau pembentuk selsel
tulang rawan. Fungsinya untuk menyokong kerangka tubuh.
Ada 3 macam jaringan tulang rawan, yaitu:

1) Kartilago hialin
Matriks kartilago hialin bening kebiruan.
Terdapat pada permukaan tulang sendi, cincin
tulang rawan pada batang tenggorok dan cabang
batang tenggorok, ujung tulang rusuk yang melekat
pada tulang dada, dan pada ujung tulang panjang.

Kartilago hialin merupakan bagian terbesar dari
kerangka embrio. Selain itu kartilago hialin juga
membantu pergerakan persendian, menguatkan

saluran pernapasan, memberi kemungkinan pertumbuhan memanjang tulang
pipa, dan memberi kemungkinan tulang rusuk bergerak saat bernapas.

2) Kartilago 􀅿 brosa
Matriks kartilago fibrosa berwarna gelap
dan keruh. Jaringan ini terdapat pada perekatan
ligamen-ligamen tertentu pada tulang, persendian
tulang pinggang, dan pada pertautan antartulang
kemaluan kiri dan kanan. Fungsi utama untuk
memberikan proteksi dan penyokong.

3) Kartilago elastis

Matriks kartilago elastis berwarna keruh kekuning-kuningan. Jaringan ini
terdapat pada daun telinga, epiglotis, pembuluh, dan laring.
d. Jaringan tulang sejati
Jaringan tulang sejati terdiri dari sel-sel tulang atau osteon yang tersimpan
di dalam matriks. Matriksnya terdiri dari zat perekat kolagen dan endapan
garam-garam mineral terutama garam kalsium (kapur). Tulang merupakan
komponen utama dari kerangka tubuh dan berperan untuk melindungi alatalat
tubuh dan tempat melekatnya otot kerangka.
Tulang sejati dapat dibagi menjadi 2 macam, yaitu:
1) Tulang padat (kompak), bila matriks tulang rapat dan padat.
Contoh: tulang pipa.
2) Tulang spons, bila matriksnya berongga.
Contoh: tulang pendek.

e. Jaringan lemak
Nama lain jaringan lemak adalah jaringan
adiposa. Jaringan ini terdapat di seluruh tubuh.
Fungsinya untuk menyimpan lemak, untuk
cadangan makanan, dan mencegah hilangnya
panas secara berlebihan.
f. Jaringan darah
Jaringan darah merupakan jaringan ikat
istimewa, karena berupa cairan. Bagian-bagian dari
jaringan darah adalah:
1) Sel darah
Sel darah dibagi menjadi sel darah merah
( eritrosit) berfungsi untuk mengangkut oksigen dan
sel darah putih ( leukosit) berfungsi untuk melawan
benda-benda asing yang masuk ke dalam tubuh.
2) Keping-keping darah ( trombosit)
Berfungsi dalam proses pembekuan darah.
3) Plasma darah
Komponen terbesar adalah air, berperan mengangkut sari makanan,
hormon, zat sisa hasil metabolisme, antibodi, dan lain-lain.
g. Jaringan limfa/ getah bening
Komponen terbesarnya dari jaringan limfa adalah air di mana terlarut zatzat
antara lain glukosa, garam-garam, dan asam lemak. Komponen selulernya
adalah limfosit.
Jaringan limfa menyebar ke seluruh tubuh melalui pembuluh limfa.
Fungsi jaringan limfa selain untuk kekebalan tubuh juga untuk mengangkut
cairan jaringan, protein, lemak, garam mineral, dan zat-zat lain dari jaringan
ke sistem pembuluh darah.

3. Jaringan Otot
Jaringan otot tersusun atas sel-sel otot yang fungsinya menggerakkan
organ-organ tubuh. Kemampuan tersebut disebabkan karena jaringan otot
mampu berkontraksi. Kontraksi otot dapat berlangsung karena molekulmolekul
protein yang membangun sel otot dapat memanjang dan memendek.
Jaringan otot dapat dibedakan menjadi 3 macam yaitu otot polos, otot lurik,
dan otot jantung.
a. Jaringan otot polos
Jaringan otot polos mempunyai serabut-serabut (􀅿 bril) yang homogen
sehingga bila diamati di bawah mikroskop tampak polos atau tidak bergarisgaris.
Otot polos berkontraksi secara re􀆀 eks dan di bawah pengaruh saraf
otonom. Bila otot polos dirangsang, reaksinya lambat. Otot polos terdapat pada
saluran pencernaan, dinding pembuluh darah, dan saluran pernapasan.
b. Jaringan otot lurik
Nama lain otot lurik adalah jaringan otot kerangka karena sebagian besar
jenis otot ini melekat pada kerangka tubuh. Kontraksinya menurut kehendak
kita dan di bawah pengaruh saraf sadar. Kontraksi otot lurik berlangsung
cepat bila menerima rangsangan. Fungsi otot lurik untuk menggerakkan
tulang dan melindungi kerangka dari benturan keras.
Dinamakan otot lurik karena bila dilihat di bawah mikroskop tampak
adanya garis gelap dan terang berselang-seling melintang di sepanjang serabut
otot. Oleh sebab itu nama lain dari otot lurik adalah otot serat lintang.
c. Jaringan otot jantung/miokardium
Jaringan otot ini hanya terdapat pada lapisan tengah dinding jantung.
Strukturnya menyerupai otot lurik, meskipun begitu kontraksi otot jantung
secara re􀆀 eks serta reaksi terhadap rangsang lambat. Fungsi otot jantung
adalah untuk memompa darah ke luar jantung.

4. Jaringan Saraf
Jaringan saraf tersusun atas sel-sel saraf atau neuron. Tiap neuron terdiri
atas badan sel saraf, cabang dendrit, dan cabang akson. Cabang-cabang inilah
yang menghubungkan tiap-tiap sel saraf sehingga membentuk jaringan saraf.
Perhatikan gambar 2.24. Terdapat 3 macam sel saraf yaitu sel saraf sensorik,
sel saraf motorik, dan sel saraf penghubung.
a) Sel saraf sensorik, berfungsi menghantarkan rangsangan dari reseptor
(penerima rangsangan) ke sumsum saraf pusat.
b) Sel saraf motorik, berfungsi menghantarkan impuls motorik dari susunan
saraf pusat ke efektor.
c) Sel saraf penghubung, merupakan penghubung sel saraf yang satu dengan
sel saraf yang lain.
Sel saraf mempunyai kemampuan iritabilitas dan konduktivitas. Iritabilitas
artinya kemampuan sel saraf untuk bereaksi terhadap perubahan lingkungan.
Konduktivitas artinya kemampuan sel saraf untuk membawa impuls-impuls
saraf.

5. Organ Hewan
Kumpulan dari berbagai macam jaringan yang melaksanakan suatu
tugas tertentu disebut dengan organ. Derajat dari organisme ditentukan dari
makin beragamnya organ yang dimiliki. Sebagai contoh organ adalah usus
dan trakea.
a. Usus
Usus merupakan bagian dari sistem pencernaan. Disusun dari beberapa
jaringan, susunan dari luar ke dalam adalah:
– Jaringan ikat serosa, fungsinya untuk menggantungkan usus ke organ
lain.

– Jaringan otot polos memanjang.
– Jaringan otot polos melingkar.
– Jaringan ikat longgar.
– Jaringan otot polos mukosa.
– Jaringan ikat longgar mukosa.
– Jaringan epitel silindris yang merupakan jaringan terdalam dari rongga
usus.
Di samping jaringan-jaringan tersebut di atas juga terdapat jaringan saraf,
jaringan darah, dan lain-lain yang menunjang kerja usus.
b. Trakea/batang tenggorok
Trakea merupakan bagian dari sistem pernapasan. Trakea disusun atas 3
lapis jaringan, dari luar ke dalam:
– Jaringan ikat padat.
– Jaringan tulang rawan dan jaringan otot polos.
– Jaringan epitel silindris berlapis banyak semu atau epitel silindris
bersilia.
Berdasarkan letaknya, organ dikelompokkan menjadi dua, yaitu organ
dalam dan organ luar. Organ dalam tubuh misalnya lambung dan usus.
Sedangkan organ luar tubuh misalnya mata, telinga, dan hidung.
6. Sistem Organ

Kumpulan dari berbagai organ dan menjalankan tugas tertentu disebut
sistem organ. Setiap organ memegang peranan yang sangat penting dalam
menjalankan fungsinya.
Sistem organ yang terdapat dalam tubuh manusia antara lain: sistem
rangka, sistem otot, sistem sirkulasi, sistem pencernaan, sistem respirasi/
pernapasan, sistem ekskresi, sistem saraf, sistem integumen, sistem hormon,
dan sistem reproduksi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: