Archive for February, 2011

Bioteknologi

Bioteknologi adalah pemanfaatan makhluk hidup untuk mengubah bahan menjadi produk dan jasa, dengan menggunakan prinsip-prinsip ilmiah.Bioteknologi tradisional telah dipraktekkan dimasyarakat kita sejak zaman dulu, misalnya membuat tapai, tuak, oncom, dan tempe. Alasan digunakan makhluk hidup dalam bioteknologi: makhluk hidup sentiasa berkembang biak, dapat diklona agar sifat tidak berubah, sifat makhluk hidup dapat diubah-ubah, dapat menghasilkan berbagai produk yang bermanfaat. Pengklonaan adalah memperbanyak makhluk hidup secara aseksual sehingga diperoleh individu baru yang memiliki sifat seragam/identik. Tumbuhan memiliki sifat totipotensi yang besar, sedangkan hewan memiliki sifat totipotensi yang kecil.; namun hewan pada fase embrio memiliki sifat totipotensi yang besar. Kultur sel adalah menumbuhakn sel atau jaringan pada medium tertentu dalam kondisi suci hama (aseptik); dengan kultur sel, perbanyakan tumbuhan dan hewan dapat dilakukan secara cepat, melalui teknik klona (reproduksi aseksual). Kultur sel tumbuhan dapat ditumbuhkan menjadi individu baru; kultur sel hewan (vertebrata) tidak dapat ditumbuhkan menjadi individu baru. Bayi tabung adalah bayi hasil dari fertilisasi ovum dan sperma didalam tabung, kemudian dimasukkan kedalam rahim ibunya. Bioteknologi dapat memberi dampak positif dan negatif. Dampak negatif bioteknologi disebabkan kesalahan interpretasi terhadap kayakinan atau terhadap kemajuan bioteknologi itu sendiri; hukum dan perangkat hukum belum dapat mengikuti perkembangan bioteknologi. Bioteknologi (organisme transgenik) dikhawatirkan mengganggu keseimbangan alam.

Advertisements

Pelestarian Lingkungan dan Sumber Daya Alam

SDA adalah segala sesuatu (energi, materi, ruang, dan waktu) yang ada di lingkungan, yang diperlukan oleh makhluk hidup untuk hidup. SDAH adalah semua makhluk hidup yang dapat memberikan manfaat bagi kesejahteraan manusia, misalnya tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme). Karena sifatnya, manusia menyukai semua SDA yang ada. Berdasarkan pemulihannya, SDA dibedakan menjadi SDA tek terpulihkan(logam, minyak bumi, mineral) dan SDA terpulihkan (tumbuhan, hewan, air, dan oksigen).

Berdasarkan manfaatnya bagi manusia, SDA dibedakan atas SDA materi, SDAH, SDA energi, SDA ruang, dan SDA waktu. Akibat pembudidayaan, kerusakan, dan pencemaran lingkungan, SDAH semakin langka, punah dan menyebabkan keanekaragaman hayati semakin berkurang.

SDAH mempunyai nilai lingkungan, biologi, ekonomi, dan sosial budaya.

Nilai lingkungan SDAH :makhluk hidup (biotik) memiliki peranan tertentu didalam lingkungan; hutan tropik Indonesia berfungsi sebagai paru-paru bumidan menjaga kestabilan iklim bumi.

Nilai biologi SDAH: tumbuhan mengeluarkan oksigen untuk pernapasan dan menghasilkan zat makanan utnuk makhluk hidup lain; hewan menghasilkan makanan (daging, susu, telur); mikroorganisme untuk pembuatan berbagai makanan. Di bidang pertanian, peternakan, SDAH merupakan obyek kajian untuk menghasilkan bibit unggul. Dengan perlembang rekayasa genetika, SDAH dapat dijadikan industri melalui bioteknologi. Hutan sebagai gudang plasma nutfah untuk kesejahteraan manusia.

Nilai ekonomi SDAH: dapat diperjualbelikan dan menghasilkan devisa untuk negara karena SDAH dapat menghasilkan bahan pangna, perabotan rumah tangga.Lautan Indonesia dapat menghasilakn ikan untuk dijual. Tumbuhan menghasilkan getah, damar, rotan, bahan baku kertas, dan minyak kayu putih.

Nilai Sosial Budaya SDAH: sebagai tempat rekresi, misalnya: hutan,agroekosistem, ada hewan dan tumbuhan tertentu yang “dikeramatkan” untuk dilestarikan.

Usaha pelestarian SDAH dengan mengadakan konservasi. Konservasi itu misalnya mencegah ladang berpindah, mengelola hutan, melakukan penghijauan dan reboisasi, reservasi, preservasi, pelestarian exsitu dan in situ.  Etika lingkungan muncul dari kesadaran lingkungan dan moral, dan bersumber pada pandangan seseorang tentang lingkungan.

Perubahan dan Pencemaran Lingkungan

Sistem lingkungan atau ekosistem memiliki daya lenting lingkungan dan daya dukung lingkungan untuk menuju ke keseimbangan lingkungan. Karena perkembangan iptek, populasi manusia terus bertambah dan industrialisasi terus berkembang. Akibatnya terjadi pperusakan lingkungan, pencemaran industri, pencemaran limbah manusia dan muncul bahan sintetik. Dampaknya terjadi kerusakan lingkungan dan pencemaran. Keduanya merupakan pencemaran lingkungan yang pokok. Penyebabnya adalah perkembangn populasi manusia dan iptek. Terjadinya di tingkat lokal, regional, nasional, dan global.

Pencemaran yang timbul akibat kegiatan manusia tidak dapat dicegah namun dapat dikendalikan. Bahn pencemar (polutan) dapat bergerak kemana-mana, mengikuti rantai makanan, jaring-jaring makanan, dan daur biogeokimia. Macam pencemaran: udara, air, tanah, suara, biologis, radioaktif, dan sebagainya. Sumber pencemaran: limbah pertanian, limbah rumah tangga, limbah industri serta perbuatan-perbuatan yang merugikan lingkungan.

dampak dari pencemaran lingkungan: punahnya spesies, peledakan hama dan penyakit, keseimbangan lingkungan terganggu, kesuburan tanah berkurang, muncul keracunan, dan penyebaran penyakit, muncul permasalahan global yaitu efek rumah kaca dan pembentukan lubang ozon. Melalui rantai makanan dan jaring-jaring makanan, bahan pencemar dapat mengalami pemekatan hayati.

Dampak dari intensifikasi pertanian:

  • Perendaman tanah dengan air dapat menghilangkan nutrien tanah
  • Pemupukan dapa menyebabkan tanah menjadi asam, menyuburkan perairan (eutrofikasi), dan membahayakan kesehatan
  • Penyemprotan insektisida dapat menyebabkan pencemaran lingkungan
  • Penanaman monokultur menyebabkan lingkungan pertanian menjadi kurang mantap