Archive for January, 2011

Aliran Energi dan Daur Biogeokimia

Matahari merupakan sumber energi bagi kehidupan. Pemanfaatan energi dalam ekosistem menimbulkan rantai makanan, jaring-jaring makanan, dan aliran energi. Rantai makan adalah berpindahnya makanan karena proses memakan dan dimakan yang dilihat dalam satu jalur. Energi yang dihasilkan dalam tiap trofik mencapai 90 % dan hanya 10% energi yang berhasil digunakan untuk kehidupan. Dengan demikian terjadi pemborosan energi. Karena itu semakin jauh jarak tranfer enrgi dari matahari, semakin kecil aliran energinya. Semakin kompleksnya jaring jaring makanan, menunjukkan semakin kompleksnya  aliran energi dan aliran materi, dan semakin stabil ekosistem itu. Piramida ekologi menggambarkan perbandingan jumlah makhluk hidup yang menempati setiap trofik pada suatu ekositem. Karena itu terdapat piramida jumlah individu, piramida jumlah biomassa, dan piramida energi. Daur biogeokimia diperlukan untuk kelestarian makhluk hidup dan ekosistem. Jika daur ini terhenti, maka kelestarian makhluk hidup mati dan ekosistem punah.

Nitrogen merupakan unsur penyusun asam amino, dan pembentuk protein. Tumbuhan menyerap nitrat dari tanah untuk dijadikan asam amino dan protein. Tumbuhan dimakan konsumer, nitrogen pindah ke tubuh konsumer. Urin, bangkai, dan tumbuhan yang mati diuraikan menjadi amonium dan amoniak. Bakteri mengubahnya hingga terbentuk nitrit dan akhirnya nitrat. Nitrat diserap tumbuhan.

Advertisements

Ekosistem

Ekologi adalah ilmu yang mempelajari saling ketergantungan antara makhluk hidup dengan makhluk hidup lain dan dengan benda tak hidup di lingkungannya.

Komponen penyususn ekosistem adalah: komponen abiotik (udara, air, cahay, pH, kelembaban, salinitas, tanah,  mineral) dan komponen biotik (produser, konsumer, pengurai). konsumer dapat dibedakan menjadi: konsumer tingkat 1, konsumer tingfkat II, konsumer tingkat III, dan konsumer tingkat IV (karnivor puncak).

  • Predator adalah konsumen pemangsa hewan lain; biasanya predator menghabiskan tubuh hewan yang dimangsa.
  • Parasit adalah organisme yang hidup menumpang pada organisme lain dan merugikan organisme yang ditumpanginya.
  • Detritivor adalah hewan pemakan sisa-sisa tumbuhan dan hancuran hewan.
  • Scavanger adalah hewan pemakan bangkai.
  • Populasi adalah interaksi antar individu didalam suatu spesies pada suatu areal tertentu.
  • Komunitas adalah interaksi antarpopulasi didalam suatu areal tertentu.

Interaksi antara komunitas dengan komponen abiotik membentuk ekosistem. Lapisan bumi yang dihuni makhluk hidup yang berinteraksi dengan lingkungannya disebut biosfer / ekosfer. Didalam biosfer terjadi interaksi antar ekosistem. suksesi adalah pergantian dominasi dari komunitas perintis menuju komunitas klimaks. Suksesi dibedakan menjadi suksesi primer dan suksesi sekunder Suksesi primer diawali dari komunitas perintis di lingkungan batuan. Suksesi sekunder diawali dari komunitas lanjutan di lingkungan bekas ekosistem yang rusak. Ekosistem dibedakan menjadi ekosistem darat, air, dan buatan. Ekosistem air dibedakan menjadi ekosistem alami dan ekosistem suksesi. Ekosistem air dibedakan menjadi ekosistem air tawar (lentik dan lotik) serta ekosistem laut. Ekosistem buatan adalah ekosistem yang dibuat atau dibina manusia. Contoh pemukiman, pertanian, perkotaan, perkebunan, tambak, industri, hutan tanaman.

Animalia

Invertebrata atau avertebrata adalah kelompok hewan yang tidak bertulang belakang. Filum-filum yang tergolong invertebrata adalah: Porifera, Coelenterata, Plathyhelmintes, Nemathelminthes, Annelida, Mollusca, Arthripoda, dan Echinodermata.

Pada hewan bersel banyak (metazoa), terdapat pembagian tugas dan fungsi sel yang membentuk jaringan dan organ untuk melakukan fungsi khusus. Sel membentuk jaringan, jaringan membentuk organ, dan organ-organ menyusun tubuh makhluk hidup. Perkembangan hewan metazoa dari sel zigot hingga terbentuk tubuh disebut sebagai embriogeni. Dalam embriogeni, sel yang  mulanya seragam mengalami pembagian bentuk dan struktur (diferensiasi) dan pembagian tugas atau fungsi (spesialisasi) membentuk jaringan/organ. Perkembangan embrio dapat diskemakan sebagai berikut: sel zigot, morula, blastula, gastrula, diferensiasi, spesialisasi, tubuh makhluk hidup.

Ektoderma merupakan lapisan pembentuk kulit, endoderma (entoderma) merupakan lapisan dalam pembentuk sistem pencernaan, mesoderma lapisan tengah pembentuk otot, sistem pencernaan, sistem saraf dan sistem reproduksi. Selom (celom) merupakan rongga tubuh yang dibatasi oleh mesoderma. Hewan diploblastik adalah hewan yang tingkat embriogeninya hanya terdiri dari 2 lapisan sel, yaitu lapisan ektoderma dan endoderma. Contohnya Coelenterata.

Hewan tripoblastik adalah hewan yang tingkat embriogeninya terdiri dari 3 lapisan sel, yaitu lapisan ektoderma, mesoderma, dan endoderma. Hewan tripoblastik aselomata adalaha hewan yang terdiri dari 3 lapisan sel tetapi tidak memiliki selom. Contohnya cacing Platihelminthes (cacing pipih). Hewan tripoblastik pseudoselomata adalah hewan yang memiliki 3 lapisan sel tubuh dan memiliki rongga tubuh semu.  Contonya cacing gilik (Nemathelminthes). Hewan tripoblastik selomata adalah hewan yang memiliki 3 lapisan sel tubuh dan memiliki rongga selom sejati. Semua filum dari hewan anelida hingga Mamalia tergolong tripoblastik selomata.para ahli berteori bahwa embriogeni atau ontogeni merupakan pengulangan secara cepat dari filogeni. Teori evolusi menjelaskan bahwa makhluk hidup terbentuk dari satu sel yang rendah tingkatannya, kemudian dalam berjuta tahun mengalami perubahan hingga terbentuk makhluk hidup bersel banyak yang tinggi tingkatannya. Porifera adalah hewan berlubang lubang, hidup di air tawar maupun air laut. Tubuh porifera tersusun dari banyak sel, namun hanya tersusun atas 2 laisan jaringan (diploblastik) yaitu kulit luar dan kulit dalam. Sel sel tubuh Porifera telah memiliki pembagian tugas.  Tubuh memiliki rongga tubuh (spongosol), lubang keluar (oskulum), dan pori-pori (ostium). sel-sel penyususn kulit luar berbentuk pipih dan disebut pinakosit; sel penyusun kulit dalam berbentuk corong dan disebut koanosit. Diantara kulit luar dan dalam disebut mesoglea. Koanosit berflagela, jika digerakkan akan terjadi aliran air, ditangkap oleh koanosit, kemudian dicerna. Untuk mengedarkan makanan, sel ameboid datang, menempel pada koanosit, menghisap makanan, lalu mengedarkan ke sel-sel lain. Sel yang menyusun rangka (spikula), adalah sel skleroblas. Reproduksi aseksual dengan membentuk kuncup. Khusus porifera air tawar membentuk gemula. reproduksi seksual dengan membentuk ovum dan spermatozoa; kedua macam sel gamet ini terbentuk dari arkeosit; persatuan sperma dan ovum menghasilkan zigot, tumbuh menjadi larva bersilia, berenang menjauhi induk, tumbuh menjadi porifera baru. Porifera dibedakan menjadi 3 kelas:Calcarea, Hexactinnelida, dan demospongia.

Coelenterata merupakan hewan kantong, memiliki rongga tubuh yang digunakan sebagai usus (gastrovaskuler); hidup di air tawar/ laut. Merupakan hewan multiseluler, diploblastik, kulit luar disebut ektoderma, kulit dalam disebut endoderma (gastrodermis),. Diantara keduanya terdapat mesoglea. Tubuh berbentuk kantong, melekat didasar dengan bagian kakinya; disebelah atas terdapat mulut; disekeliling mulut terdapat tentakel; pada tentakel terdapat knidoblas/nematosis. Tidak memiliki pembuluh darah, tidak memiliki sistem ekskresi, memiliki sistem saraf sederhana, tidak berkepala sehingga tidak memiliki sistem susunan saraf pusat; pertukaran gas melalui seluruh permukaan tubuhnya. Reproduksi: aseksual dengan membentuk kuncup; seksual dengan membentuk testis yang menghasilkan sperma dan ovarium yang menghasilkan ovum ; pertemuan sperma dan ovum menghasilkan zigot, planula, individu baru. Ada 3 kelas Coelenterata, yaitu Hydrozoa, Scyphozoa, dan Anthozoa

Plantae

Lumut memiliki tubuh yang mirip akar (disebut rizoid), mirip batang, dan mirip daun. Lumut merupakan peralihan dari tumbuhan bertalus dan berkornus. Lumut dibagi menjadi 3 kelas, yaitu kelas Hepaticopsida (lumut hati), Anthocerotopsida (lumut tanduk), dan kelas Bryopsida (lumut sejati).  Hepaticopsida adalah lumut hati. Contohnya Ricciocarpus natans yang hidup di air dan Marchantiayang berbentuk lembaran daun dan hidup menempel di tanah. Reproduksi Marchantia secara seksual dengan membentuk anteredium berisi sperma dan arkegonium berisi ovum. Hasil pembuahan adalah zigot yang tumbuh menjadi talus baru. Anthoceropsida adalah lumut tanduk, hidup di tempat basah. mengalami metamorfosis contohnya Anthoceros. Bryopsida mempunyai rizoid, batang dan daun yang kecil, serta mengalami metagenesis. Spora tumbuh menjadi protonema, selanjutnya tumbuh menjadi tumbuhan lumut.

Tumbuhan paku merupakan tumbuhan berkornus, yakni memiliki akar, batang dan daun sejati. Tumbuhan paku ada yang hidup di air (hidrofit),  hidup di tempat lembab (higrofit), hidup menempel pada tumbuhan lain. / sampah-sampah (saprofit). Tumbuhan paku menghasilkan spora. Spora dihasilkan oleh daun. Daun penghasil spora disebut sporofit. Daun yang masih muda menggulung. Berdasarkan ikatan pembuluhnya, tumbuhan paku termasuk tracheophyta, yaitu tumbuhan yang memiliki pembuluh angkut berupa xilem dan floem. Xilem merupakan jaringan pembuluh yang  mengangkut air dan mineral dari dalam tanah ke daun, floem merupakan jaringan pembuluh yang mengankut makanan dari daun ke seluruh tubuh. Umumnya, daun peku merupakan daun majemuk menyirip. Daun penghasil spora disebut sporofil, daun untuk fotosintesis disebut tropofil. Daun kecil disebut mikrofil, daun besar disebut makrofil. Spora didalam kotak spora yang disebut sporangium. Sporangium berada didalam sorus. Sorus umumnya berada dibawah permukaan daun.  Paku mengalami metagenesis. Tumbuhan paku yang kita lihat sehari-hari adalah tumbuhan paku dalam fase sporofit. Fase gametofit berukuran kecil seperti daun waru. Paku homospora adalah paku yang menghasilkan spora yang berukuran sama, paku heterospora adalah paku yang menghasilkan spora yang berukuran tidak sama, ada mikrospora (jantan), dan makrospora (betina), ada pula paku peralihan yaitu ukuran spora sama tetapi ada spora jenis jantan dan betina.

Gymnospermae adalah tumbuhan yang

bakal bijinya tidak terdapat dalam bakal buah. Angiospermae adalah bakal bijinya terdapat didalam bakal buah. Angiospermae dibedakan atas tumbuhan dikotiledon dan monokotiledon.Tumbuhan dikotiledon memiliki 2 keping lembaga, sedangkan monokotiledon hanya memiliki 1 keping lembaga.

Protista

Protista dianggap sebagai organisme peralihan antara monera dan oorganisme lain, baik hewan maupun tumbuhan. Protista ada yang miripa hewan, ada yang mirip tumbuhan. protista mirip hewan dikenal sebagai protozoa yang terdiri atas 4 filum, yaitu flagellata, rhizopoda, ciliata, dan sporozoa. Protista hidup dilingkungan air. Protista merupakan organisme bersel satu, berukuran 100-300 mikron, segala aktivitas hidupnya (bergerak, bernapas, menangkap makanan, reproduksi) dilakukan oleh sel tersebut. Hidup bebas ditempat-tempat berair seperti selokan, sawah, waduk, air laut, ada pula yang hidup sebagai parasit pada hewan dan manusia.

Sarcodina atau rhizopoda bergerak dengan menjulurkan kaki palsu yang disebut pseudopoda. Contohnya Amoeba, (artinya hewan yang tidak punya bentuk tetap). Amoeba berkembang biak dengan pembelahan binner. Pada kondisi yang tidak menguntungkan Amoeba dapat membentuk kista. flagellata yang hidup bebas (Euglena, Volvox) ada pula yang hidup parasit (Trypanosoma). Trypanosoma merupakan parasit penyebab penyakit tidur. Ciliata ada yang hidup bebas (Paramecium caudatum) dan ada pula yang parasit (Nyctoterus ovalis). Paramecium memiliki mulut sel, membran sel, sitoplasma, vakuola makanan, 2 buah vakuola berdenyut, mikronukleus dan makronukleus. Paramecium bergerak dengan menggetarkan silianya, dan menangkap makanan melalui mulut selnya. Paramecium berkembang biak secara aseksual dengan jalan pembelahan biner, secara seksual dengan jalan konjugasi, yaitu tukar menukar mikronukleus.

Sporozoa merupakan parasit, dapat membentuk spora dan tidak memiliki alat gerak yang khas.

daur hidupnya:

Ditubuh manusia:sporozoit(dikelenjar ludah nyamuk), masuk tubuh manusia, sel-sel hati, membentuk merozoit dalm jumlah banyak, menyerang eritrosit, membentu merozoit, menyerang eritrosit. Merozoit membentu gametosit.

Di tubuh nyamuk anopheles: Gametosit (mikro dan makro), mikrogamet+makrogamet membentuk zigot, menerobos dinding usus nyamuk, membentuk oosit, oosit menghasilkan banyak sporosit, sporosit sampai kedalam kelenjar air liur nyamuk.

Protista mirip tumbuhan memiliki klorofil sehingga mampu berfotosintesis dan hidup autotrof. Yang tergolong protista mirip tumbuhan adalah ganggang yang tidak memiliki akar, batang, dan daun sejati. Tubuhnya disebut talus. Karena itu ganggang tidak tergolong tumbuhan (Plantae). Berdasarkan pigmen yang dikandungnya, ganggang dibedakan menjadi filum Euglenophyta, Crysophyta, Pirrophyta, Chlorophyta, Phaeophyta, dan Rhodophyta. Euglenophyta anggotanya terdiri dari mikroorganisme uniseluer mirip hewan dan tumbuhan karena memiliki bintik mata dan klorofil. Euglena hidup di air tawar, berfalgela, sel bentuk oral, hidup baik secara autotrof maupun heterotrof. Berkembang biak dengan pembelahan biner. Ganggang keemasan (Crysophyta) hidup di air tawar atau laut. Contohnya diatom yang terdiri dari tutup dan kotak. Reproduksi aseksual melalui pembelahan mitosis dan secara seksual melalui npeleburan gamet. Ganggang api (Pirrophyta) merupakan alga uniseluler, bergerank aktif, hidup dilaut dan mengeluarkan cahaya (Fosforesensi). Chlorophyta umumnya hidup diair tawar, uniseluler atau berbentuk benang lembaran. reproduksi secara aseksual dengan pembelahan biner, fragentasi, atau pembentukan zoospora. Reproduksi secara seksual dengan konjugasi, adn fertilisasi. ganggang cokelat (Phaeophita) memiliki alat yang mirip akar, batang dan daun, sehingga menyerupai tumbuhan. Hidup di laut, berwarna cokelat karena memiliki fikosianin disamping klorofil. Memiliki gelembung udara untuk mengapung. Reproduksi aseksual dengan fragmentasi dan seksual dengan perkawinan (singami).Ganggang merah (Rhodophyta) hidup dilaut. Bentuk seperti rumput (disebut rumput laut). Mengandung klorofil dan fikoeritrin, dan dapat dibuat agar-agar.

Protista mirip jamur dibagi kedalam 2 filum, yaitu Myxomycota dan Oomycota. Myxomycota memiliki ciri: tubuh vegetatif seperti lendir/ plasmodium, tanpa dinding sel, multinukleat, reproduksi generatif dengan singami, reproduksi vegetatif dengan pembentukan spora oleh plasmodium. Contoh Myxomycota yaitu Physarium Arcyria, Dyctyostelium. Oomycota memiliki ciri: hifa tak bersekat melintang, dinding selnya dari selulosa, reproduksi aseksual dengan membentuk zoospora, reproduksi seksual dengan membentuk oospora. Contoh dari Oomycota adalah: Saprolegnia, Phytopthora, Pythium.

Pengelompokan Makhluk Hidup

Klasifikasi Makhluk Hidup:

dalam biologi, klasifikasi makhluk hidup dipelajari dalam cabang ilmu yang disebut taksonomi. Tujuan: Mempermudah dalam mempelajari dan mengenal berbagai macam makhluk hidup, mengetahui manfaat makhluk hidup untuk kepentingan manusia, mengetahui hubungan kekerabatan makhluk hidup, dan mengetahui hubungan kekerabatan antara makhluk hidup.

Urutan kategori makhluk hidup:

hewan: kingdom, filum, kelas, ordo, famili, genus, spesies

tumbuhan:kingdom,divisiordo, famili, genus, spesies

Sistem klasifikasi:

Berdasarkan sistem klasifikasi modern, makhluk hidup dibedakan menjadi 5 kingdom: Monera, protista, plantae, animalia, dan fungi.

  • Monera adalah organisme yang tidak memiliki selaput (membran) inti atau prokariotika. Misalnya bakteri dan ganggang biru.
  • Protista adalah organisme bersel satu dan memiliki selaput inti atau disebut eukariotika. Ciri umumnya adalah: Ada yang bersel satu dan bersel banyak, memiliki selaput inti, semua alga berklorofil sehingga disebut organisme autotrof, reproduksi dapat terjadi secara generati dengan konjugasi dan vegetatif dengan membelah diri, fragmentasi, dan spora.

Untuk mempermudah mempelajarinya, protista dibagi dalam 3 kelompok, protista mirip tumbuhan (alga), protista mirip hewan (protozoa), protista mirip jamur.

alga terdiri atas 4 filum: alga hijau (chlorophyta), alga keemasan(chrysophyta), alga coklat (phaeophyta), alga merah(rhodophyta).

Protozoa terbagi menjadi 4 kelas:

  1. Rhizopoda, bergerak dengan kaki semu (pseudopodium)
  2. Flagellata, bergerak dengan bulu cambuk (flagelata)
  3. Ciliata, bergerak dengan rambut getar (cilia)
  4. sporozoa, tidak memiliki alat gerak

Protista mirip jamur dibagi menjadi 2 divisi, myxomycota (jamur lendir plasmodial) dan Oomycota (jamur air)

  • Fungi (Jamur)

Ciri umum jamur adalah: tidak memiliki klorofil, hidup sebagai saprofit atau parasit, memiliki selaput inti, dinding sel terdiri atas aelulosa atau zat kitin, tubuh ada yang berbentuk benang (hifa) atau anyaman benang (miselium), tubuh tersusun oleh suatu sel atau banyak sel, reproduksi berlangsung secara generatif dan vegetatif. Fungi terdiri atas 4 divisi: zygomycota, ascomycota, basidiomycota, deuteromycota.

Zygomycota adalah jamur bersel banyak, berbentuk benang tanpa sekat. Zigomycota dapat berkonjugasi membentuk spora generatif, yaitu zigospora. Contoh:Jamur tempe( Rhizopus oryzae)

Ascomycota adalah jamur bersel banyak, berbentuk benang bersekat. Ascomycota adalah jamur bersel banyak, berbentuk benang bersekat. Ascomycota bereproduksi generatif dengan askospora, dan bereproduksi vegetatif membentuk konidia. Contoh: Penicilium notatum yang menghasilkan antibiotik.

Basidiomycota umumnya memiliki tubuh buah dan ukuran besar. Reproduksi generatif Basidiomycota dengan membentuk basidiospora. Contoh: jamur merang dan jamur kuping.

deuteromycota disebut juga jamur tidak sempurna( fungi imperfecti)karena tidak diketahui reproduksi generatifnya. Hifa bersekatdan dinding sel dari kitin. Contoh: jamur panu (Malassezia furfur)

  • Plantae (Tumbuhan)

Ciri umum tumbuhan adalah: eukariota, mengandung klorofil, tidak memiliki daya berpindah tempat, multiseluler, mempunyai organ kelamin sehingga menghasilkan keturunan.

Tumbuhan dibedakan menjadi 2 kelompok besar:

Tumbuhan tidak berpembuluh

tumbuhan yang termasuk kelompok tumbuhan tak berpembuluh adalah bryophyta. Ciri tumbuhan tidak berpembuluh adalah tidak memiliki akar, batang dan daun sejati. Lumut dapat dianggap tumbuhan peralihan karena memiliki batang, daun, dan akar smu (rizoid).

Lumut (Bryophyta) memiliki batang daun, dan akar semu (rizoid). Pada batang dan daun tidak terdapat pembuluh xilem dan floem, lumut dikelompokan menjadi 3 divisi, yaitu:Lumut hati (hepatophyta), lumut daun (bryophyta), dan lumut tanduk (antecerophyta)

Lumut mengalami pergiliran keturunan (metagenesis), yaitu fase gametofit dan sporofit.

Tumbuhan berpembuluh (tracheophyta)tubuhan berpembuluh adalah tumbuhan yang memiliki xilem dan floem. Tumbuhan berpembuluh meliputi tumbuhan paku (pteridophyta) dan tumbuhan biji (spermatophyta).

Tumbuhan paku

Ciri tumbuhan paku adalah mempunyai akar, batang, dan daun sejati (Chormophyta); pada akar, batang, dan daun terdapat xilem dan floem,; pada daun terdapat klorofil untuk fotosintesis. Daun subur (fertil) yang mengandung spora disebut sporofil sedangkan daun mandul (steril) tidak mengandung spora dan hanya untuk fotosintesis disebut tropofil; ujung daun menggulung ketika masih muda; paku berkembang biak dengan spora dan mengalami pergiliran keturunan (metagenesis), yaitu generasi gametofit dan sporofit. Tumbuhan paku dibagi dalam 4 divisi: paku lumut (Psilophyta), paku ekor kuda (Sphenophyta), paku kawat (Lycophyta), paku sejati (pterophyta).

Berdasarkan jenis spora yang hasilkan: paku homospora (isospora), ukuran spora sama besar dan sejenis, contoh Lycopodium cernuum (paku kawat); paku heterospora, menghasilkan makrospora (sel betina) dan mikrospora (sel jantan), contoh Selaginella (paku rane), dan Marsilea crenata (semanggi); paku peralihan, ukuran spora sama besar tapi berlainan jenis. Contoh: Equisetum debile.

Tumbuhan berbiji (Spermatophyta)

Tumbuhan berbiji adalah tumbuhan yang alat reproduksi generatifnya berupa biji. Tumbuhan bji dibagi dalam 2 kelompok, gymnospermae tumbuhan berbiji terbuka, dan angiospermae (tumbuhan berbiji tertutup).

Gymnospermae

ciri-ciri: bentuk berupa pohon; akar, batang, dan daun jelas terlihat; umumnya berakar tunggang; daun kecil dan tebal, ada yang menyerupai jarum, dan ada yang berdaun tipis lebar; belum punya bunga sesungguhnya; alat perkembangbiakan disebut runjung. Runjung jantan menghasilkan sel kelamin jantan sedangkan runjung betina menghasilkan sel kelamin betina.

Tumbuhan berbiji terbuka terbagi atas 4 divisi:

Cycadophyta

Divisi ini mempunyai bentuk batang dan daun yang menyerupai palem. Alat perkembangbiakan jantan dan betina terdapat pada pohon yang sama. Ccadophyta umumnya banyak digunakan sebagai tanaman hias. Contohnyapakis haji, Cycas rumphii, dan Cycassia mensis.

Gnetophyta

tumbuhan ini mempuntai bentuk batang yang keras dan daun yang tipis dan lebar. Pada umumnya alat perkembangbiakan jantandan betina berada pada pohon berlainan (berumah 2). Contoh melinjo Gnetum gnemon

Coniferophyta

Umumnya memiliki pohon besar, daun kecil, runcing seperti jarum, atau kecil tebal.Alat perkembang biakan berupa runjung, contohnya tusam (Pinus merkusii) dan damar (agathis alba).

Ginkgophyta

terdiri atas 1 spesies, yaitu Ginkgo biloba. Tumbuhan mencapai 30 meter, daun seperti kipas, dan berumah 2.

Tumbuhan biji tertutup sudah memiliki bunga yang sesungguhnya. Dibedakan menjadi tumbuhan berkeping satu (monokotil) dan tumbuhan berkeping 2 (dikotil).

Perbedaan tumbuhan monokotil dan dikotil:

Monokotil: akar serabut; ruas dan buku batang tampak jelas, batang tidak bercabang dan tidak dapat membesar; urat daun sejajar atau melengkung, bagian bunga tiga atau kelipatannya.

Dikotil: akar tunggang; ruas dan buku batang tidak ada, batang bercabang dan dapat membesar, urat daun menjari atau menyirip; bagian bunga empat, lima atau kelipatannya.

Kelas monokotil:

suku rumput-rumputan (graminae)

suku jahe-jahean (zingiberaceae)

suku palem-paleman (palmae)

Pisang-pisangan (Musaceae)

kelas tumbuhan dikotil:

suku getah-getahan (euphorbiaceae)

suku kacang-kacangan (papilionaceae)

suku terung-terungan (solanaceae)

suku jeruk (rutaceae)

suku jambu-jambuan (myrtaceae)

suku kapas-kapasan (malvaceae)

  • Animalia

Ciri umum:eukariotika, tidak mempunyai klorofil, mampu bergerak, multiseluler

Hewan terdiri dari 2 kelompok besar;

avertebrata dan vertebrata.

Hewan avertebrata. Ciri: tidak bertunag belakang, susunan saraf di ventral saluran pencernaa, jantung diatas saluran pencernaan, ada yang hermaprodit ada juga yang gonokris, reproduksi dapat terjadi secara vegetatif dan atau generatif.

Macam filum:

Porifera, Cnidaria,Platihelminthes, Nematohelminthes, Annelida, Molusca, Echinodermata, Arthropoda

Hewan vertebrata:

superkelas:

pisces (ikan)

tetrapoda:amphibia, reptilia, aves, mammalia

Monera

Kingdom monera meliputi semua mikroorganisme prokariotik, yaitu bakteri dan ganggang hijau biru (Cyanobacteria). Perbedaan antara bakteri dan ganggang hijau biru adalah bakteri tidak berklorofil (hidup secara heterotrof) sedangkan ganggang hijau biru berklorofil (hidup secara autotrof). Bentuk bakteria ada yang batang (basil), bola (kokus), dan spiral. Macam basil: monobasil, diplobasil, streptobasil; macam kokus: monokkokus, diplokokus, sarkina, streptokokus, dan stafilokokus; macam spiral:spiral(spirillum),koma(vibrio),dan spiroseta. Ciri bakteri: ukuran 0,5-1 mikron x 10 mikron, dapat hidup di berbagai lingkungan dinding sel tersusun atas peptidoglikan , ada yang berflagelata, dapat membentuk spora. bagian-bagain sel bakteri: flagelata, dinding sel, membran sel, mesosom, lembaran fotosintetik,sitoplasma, DNA, plasmid, ribosom, dan endospora. Reproduksi bakteri: secara aseksual yaitu dengan pembelahan biner,dari 1 sel menjadi 2,4,8,dan seterusnya.secara seksualdengan konjugasi, yaitu 2 sel saling melekat timbul saluran konjugasi, kemudian isi sel dari bakteri jantan masuk ke sel bakteri betina, sehingga terjadi peleburan (rekomindasi) DNA dan sitoplasma.

Rekomendasi DNA bakteri: transformasi: plasmid dari bakteri satu dapat pindah ke bakteri lain, sehingga bakteri yang mendapatkan plasmid dapat memperoleh sifat dari bakteri tersebut, perubahan sifat ini disebut transformasi. transduksi: DNA virus lisogenik dapat membawa DNA bakteri I kemudian memasukkanya ke bakteri II, terjadi rekombinasi DNA sehingga bakteri II mendapatkan sifat yang baru, perubahan sifat ini disebut transduksi.

Berdasar cara memperoleh makanannya: bakteri heterotrof dan autotrof

Berdasarkan kebutuhan akan oksigen, bakteri dibedakan menjadi:aerobik dan anaerobik.Bakteri ada yang menguntungkan ada juga yang merugikan. Agar bebas dari bakteri dan mikroorganisme:dimasukkan oven dengan suhu 170-180 derajat celcius, selama 2 jam. ditanak selama 1 jam, 3 kali berturut-turut setelah 24 jam (disebut juga thyndalisasi).dimasukkan ke dalam autoklaf, pada suhu 121 derajat celcius tekanan 15 atm/cm persegi selama 15 menit.

bahan makanan dapat disterilkan dengan jalan:ditanak selam 1 jam, 3 kali berturut-turut setelah 24 jam. disterilkan dengan menggunakan autoklaf. makanan dapat diawetkan dengan jalan: diberi garam, gula, cuka, dikeringkan, didinginkan, dan diberi zat pengawet misalnya asam benzoat. Ganggang hijau biru hidup ditempat lembab dan ada yang bersimbiosis dengan organisme lain. Ganggang hijau biru mempunyai klorofil dan dapat berfotosintesis dengan organisme lain. Selain klorofila, ganggang hijau biru juga memiliki pigmen yang lain(coklat, hitam, kuning, merah, dan hijau). Ganggang hijau biru dapat menangkap nitrogen dari udara sehingga dapat menyuburkan tanah, selain itu juga dapat mengeluarkan racun sehingga meracuni perairan.

Struktur tubuh ganggang hijau biru: terdiri dari selubunglendir, dinding sel, membran sel, tilakoid, sitoplasma, dan asam inti. Reproduksi ganggang hijau biru dengan pembelahan sel, fragmentasi, dan membentuk spora. ganggang hijau biru membentuk spora melalui pembentukan akinet

Virus

Ciri-ciri Virus:

  • berukuran ultra mikroskopis, sekitar 20-300 milimikron
  • tubuh terdiri dari asam inti (DNA atau RNA saja) dan kapsid (selubung protein)
  • bentuk beranekaragam seperti batang, oval, bulat, seperti huruf T
  • merupakan parasit sejati (hanya hidup jika menginfeksi sel inang)
  • dapat dikristalkan dan dalam keadaan mengkristal bersifat sebagai benda tak hidup

Virus bukan sel, karena tidak memiliki sitoplasma, membran sel, organel sel, ukuran terlalu kecil dan dapat dikristalkan. Virus dapat menginfeksi sel prokariotik (bakteri), tumbuhan, hewan, dan manusia. Contoh penyakit karena virus pada manusia: cacar, polio, hepatitis, influenza, mata belek, DB, diare, AIDS, ebola dan anjing gila.  Contoh penyakit karena virus pada hewan: sampar ayam, penyakit kuku ternak. Contoh penyakit karena virus pada tumbuhan: mozaik tembakau, kanker jeruk. Reproduksi virus dengan mengadakan proliferasi.

Proliferasi virus litik:

  • Adsorpsi, yaitu menempelnya ekor virus pada dinding sel bakteri pada reseptor khusus
  • Injeksi, yaitu masuknya materi genetik virus ke dalam sel inang
  • sintesis, yaitu DNA virus mengadakan replikasi diri menjadi banyak, kemudian mengadakan sintesis protein kapsid, terbentuklah DNA virus dan kapsid dalam jumlah banyak
  • Perakitan (asembling) yaitu dimasukkan nya DNA virus ke dalam kapsid, terbentuk 100-200 virus baru
  • Litik, sel inang mengalami lisis (pecah), sehingga virus baru terhambur keluar

reproduksi virus lisogenik:

  • adsorbsi
  • injeksi
  • penggabungan, DNA virus menyisip ke dalam DNA Bakteri, DNA virus ini disebut profag
  • pembelahan, jika sel bakteri membelah menjadi 2, DNA virus juga ikut dalam proses pembelahan itu sehingga setiap sel anak bakteri mengandung profag
  • Sintesis , jika karena suatu hal profag, aktif, keluar dari DNA bakteri ,DNA bakteri dihancurkan, DNA virus mereplikasi diri dan mensintesis protein kapsid
  • Perakitan, DNA virus masuk ke dalam kapsid
  • Litik, sel bakteri mengalami lisis

Peranan virus yang menguntungkan: untuk memproduksi antitoksisn, untuk menyerang patogen, untuk memproduksi vaksin

Ciri-ciri Makhluk Hidup

Ciri-ciri makhluk hidup dapat digunakan untuk membedakan makhluk hidup dengan makhluk tak hidup.

  • Bernapas. makhluk hidup bernapas untuk memperoleh oksigen dengan cara berbeda-beda.Alat pernapasannya juga berbeda antara hewan darat (umumnya paru-paru) dan hewan air (umumnya kulit dan insang). Tumbuhan bernapas melalui stomata dan lentisel. Hasil oksidasi biologi adalah energi. Sisa pembakarannya berupa gas karbondioksida dan uap air.
  • Bergerak. Tumbuhan dan hewan bergeran dengan cara berbeda. Tumbuhan biasanya bergerak dipengaruhi rangsang. hewan biasanya dengan anggota gerak tangan dan kaki.
  • Menerima dan mereaksi rangsang (Iritabilitas). Makhluk hidup peka terhadap rangsang karena memiliki indera penerima rangsang. Rangsang yang direspon hewan dan manusia umumnya berupa sentuhan, zat kimia, panas, cahaya matahari, dan suara. Tumbuhan hanya memerespon rangsang tertentu seperti sentuhan dan cahaya matahari.
  • Memerlukan makanan (nutrien).  makanan hewan dan manusia tidak apat diproduksi sendiri (heterotrof), sedangkan tumbuhan bisa memproduksi makanan sendiri (autotrof)
  • Mengeluarkan zat sisa (ekskresi).Pada hewan dan manusia alatnya berupa organ ginjal (utama), paru-paru, dan kulit tergantung zat yang akan diekskresikan. Pada tumbuhan melalui celah di dahan, batang maupun daun.
  • Tumbuh dan berkembang.  Pertumbuhan ditandai pertambahan jumlah dan volume sel.. perkembangan adalah proses menuju kedewasaan.
  • Berkembang biak (Reproduksi). Perkembangbiakan dibedakan menjadi 2 macam yaitu seksual dan aseksual.

Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman itu meliputi berbagai variasi bentuk, ukuran, jumlah, warna, dan sifat lain.

Berbagai macam jenis makhluk hidup disebut sebagai keanekaragaman hayati. Setiap sistem lingkungan mempunyai keanekaragaman hayati yang berbeda. Indonesia terletak di daerah tropik yang memiliki keaneragaman hayati yang lebih tinggi bila dibanding daerah subtropik dan kutub. Hutan tropik merupakan gudang keanekaragaman hayati. Keanekaragaman hayati disebabkan oleh 2 faktor yaitu genetik dan lingkungan. Faktor genetik memberi sifat bawaan yang diwariskan pada keturunannya dan menentukan genotipe makhluk hidup.faktor lingkungan mempengaruhi penampakan makhluk hidup, sifat yang tampak dari luar sebagai fenotipe. Keanekaragaman dibedakan menjadi 3 tingkatan yaitu kenekaragaman gen, jenis, dan ekosistem.

Keanekaragaman tingkat gen memunculkan variasi tingkat jenis dan tergolong varietas. Misalnya Rojo lele, pandan wangi, PB. Keanekaragaman tingkat jenis adalah berbagai jenis hewan dan tumbuhan yang ada yang mudah dikenali karena penampakannya. Misalnya bebek, ayam, merpati, belibis. Interaksi antara keanekaragaman hayati dengan lingkungannya menghasilkan keanekaragamn hayati. Misalnya keanekaragaman hutan bakau, keanekaragaman hutan hujan tropis, keanekaragaman gurun. Keanekaragaman hayati memantapkan ekosistem. Kegiatan manusia dapat menurunkan keanekaragaman hayati.Menurunnya keanekaragaman hayati dapat mengakibatkan masalah lingkungan.  Contoh kegiatan manusia yang dapat meningkatkan keanekaragaman hayati antara lain penghijauan, pembuatan taman kota, dan pemukiman. Pelestarian keanekaragaman hayat dapat dilakukan dengan exsitu dan insitu.

« Previous entries