Archive for MATERI & SOAL BIOLOGI SMA KELAS X

Aliran Energi dan Daur Biogeokimia

Matahari merupakan sumber energi bagi kehidupan. Pemanfaatan energi dalam ekosistem menimbulkan rantai makanan, jaring-jaring makanan, dan aliran energi. Rantai makan adalah berpindahnya makanan karena proses memakan dan dimakan yang dilihat dalam satu jalur. Energi yang dihasilkan dalam tiap trofik mencapai 90 % dan hanya 10% energi yang berhasil digunakan untuk kehidupan. Dengan demikian terjadi pemborosan energi. Karena itu semakin jauh jarak tranfer enrgi dari matahari, semakin kecil aliran energinya. Semakin kompleksnya jaring jaring makanan, menunjukkan semakin kompleksnya  aliran energi dan aliran materi, dan semakin stabil ekosistem itu. Piramida ekologi menggambarkan perbandingan jumlah makhluk hidup yang menempati setiap trofik pada suatu ekositem. Karena itu terdapat piramida jumlah individu, piramida jumlah biomassa, dan piramida energi. Daur biogeokimia diperlukan untuk kelestarian makhluk hidup dan ekosistem. Jika daur ini terhenti, maka kelestarian makhluk hidup mati dan ekosistem punah.

Nitrogen merupakan unsur penyusun asam amino, dan pembentuk protein. Tumbuhan menyerap nitrat dari tanah untuk dijadikan asam amino dan protein. Tumbuhan dimakan konsumer, nitrogen pindah ke tubuh konsumer. Urin, bangkai, dan tumbuhan yang mati diuraikan menjadi amonium dan amoniak. Bakteri mengubahnya hingga terbentuk nitrit dan akhirnya nitrat. Nitrat diserap tumbuhan.

Ekosistem

Ekologi adalah ilmu yang mempelajari saling ketergantungan antara makhluk hidup dengan makhluk hidup lain dan dengan benda tak hidup di lingkungannya.

Komponen penyususn ekosistem adalah: komponen abiotik (udara, air, cahay, pH, kelembaban, salinitas, tanah,  mineral) dan komponen biotik (produser, konsumer, pengurai). konsumer dapat dibedakan menjadi: konsumer tingkat 1, konsumer tingfkat II, konsumer tingkat III, dan konsumer tingkat IV (karnivor puncak).

  • Predator adalah konsumen pemangsa hewan lain; biasanya predator menghabiskan tubuh hewan yang dimangsa.
  • Parasit adalah organisme yang hidup menumpang pada organisme lain dan merugikan organisme yang ditumpanginya.
  • Detritivor adalah hewan pemakan sisa-sisa tumbuhan dan hancuran hewan.
  • Scavanger adalah hewan pemakan bangkai.
  • Populasi adalah interaksi antar individu didalam suatu spesies pada suatu areal tertentu.
  • Komunitas adalah interaksi antarpopulasi didalam suatu areal tertentu.

Interaksi antara komunitas dengan komponen abiotik membentuk ekosistem. Lapisan bumi yang dihuni makhluk hidup yang berinteraksi dengan lingkungannya disebut biosfer / ekosfer. Didalam biosfer terjadi interaksi antar ekosistem. suksesi adalah pergantian dominasi dari komunitas perintis menuju komunitas klimaks. Suksesi dibedakan menjadi suksesi primer dan suksesi sekunder Suksesi primer diawali dari komunitas perintis di lingkungan batuan. Suksesi sekunder diawali dari komunitas lanjutan di lingkungan bekas ekosistem yang rusak. Ekosistem dibedakan menjadi ekosistem darat, air, dan buatan. Ekosistem air dibedakan menjadi ekosistem alami dan ekosistem suksesi. Ekosistem air dibedakan menjadi ekosistem air tawar (lentik dan lotik) serta ekosistem laut. Ekosistem buatan adalah ekosistem yang dibuat atau dibina manusia. Contoh pemukiman, pertanian, perkotaan, perkebunan, tambak, industri, hutan tanaman.

Animalia

Invertebrata atau avertebrata adalah kelompok hewan yang tidak bertulang belakang. Filum-filum yang tergolong invertebrata adalah: Porifera, Coelenterata, Plathyhelmintes, Nemathelminthes, Annelida, Mollusca, Arthripoda, dan Echinodermata.

Pada hewan bersel banyak (metazoa), terdapat pembagian tugas dan fungsi sel yang membentuk jaringan dan organ untuk melakukan fungsi khusus. Sel membentuk jaringan, jaringan membentuk organ, dan organ-organ menyusun tubuh makhluk hidup. Perkembangan hewan metazoa dari sel zigot hingga terbentuk tubuh disebut sebagai embriogeni. Dalam embriogeni, sel yang  mulanya seragam mengalami pembagian bentuk dan struktur (diferensiasi) dan pembagian tugas atau fungsi (spesialisasi) membentuk jaringan/organ. Perkembangan embrio dapat diskemakan sebagai berikut: sel zigot, morula, blastula, gastrula, diferensiasi, spesialisasi, tubuh makhluk hidup.

Ektoderma merupakan lapisan pembentuk kulit, endoderma (entoderma) merupakan lapisan dalam pembentuk sistem pencernaan, mesoderma lapisan tengah pembentuk otot, sistem pencernaan, sistem saraf dan sistem reproduksi. Selom (celom) merupakan rongga tubuh yang dibatasi oleh mesoderma. Hewan diploblastik adalah hewan yang tingkat embriogeninya hanya terdiri dari 2 lapisan sel, yaitu lapisan ektoderma dan endoderma. Contohnya Coelenterata.

Hewan tripoblastik adalah hewan yang tingkat embriogeninya terdiri dari 3 lapisan sel, yaitu lapisan ektoderma, mesoderma, dan endoderma. Hewan tripoblastik aselomata adalaha hewan yang terdiri dari 3 lapisan sel tetapi tidak memiliki selom. Contohnya cacing Platihelminthes (cacing pipih). Hewan tripoblastik pseudoselomata adalah hewan yang memiliki 3 lapisan sel tubuh dan memiliki rongga tubuh semu.  Contonya cacing gilik (Nemathelminthes). Hewan tripoblastik selomata adalah hewan yang memiliki 3 lapisan sel tubuh dan memiliki rongga selom sejati. Semua filum dari hewan anelida hingga Mamalia tergolong tripoblastik selomata.para ahli berteori bahwa embriogeni atau ontogeni merupakan pengulangan secara cepat dari filogeni. Teori evolusi menjelaskan bahwa makhluk hidup terbentuk dari satu sel yang rendah tingkatannya, kemudian dalam berjuta tahun mengalami perubahan hingga terbentuk makhluk hidup bersel banyak yang tinggi tingkatannya. Porifera adalah hewan berlubang lubang, hidup di air tawar maupun air laut. Tubuh porifera tersusun dari banyak sel, namun hanya tersusun atas 2 laisan jaringan (diploblastik) yaitu kulit luar dan kulit dalam. Sel sel tubuh Porifera telah memiliki pembagian tugas.  Tubuh memiliki rongga tubuh (spongosol), lubang keluar (oskulum), dan pori-pori (ostium). sel-sel penyususn kulit luar berbentuk pipih dan disebut pinakosit; sel penyusun kulit dalam berbentuk corong dan disebut koanosit. Diantara kulit luar dan dalam disebut mesoglea. Koanosit berflagela, jika digerakkan akan terjadi aliran air, ditangkap oleh koanosit, kemudian dicerna. Untuk mengedarkan makanan, sel ameboid datang, menempel pada koanosit, menghisap makanan, lalu mengedarkan ke sel-sel lain. Sel yang menyusun rangka (spikula), adalah sel skleroblas. Reproduksi aseksual dengan membentuk kuncup. Khusus porifera air tawar membentuk gemula. reproduksi seksual dengan membentuk ovum dan spermatozoa; kedua macam sel gamet ini terbentuk dari arkeosit; persatuan sperma dan ovum menghasilkan zigot, tumbuh menjadi larva bersilia, berenang menjauhi induk, tumbuh menjadi porifera baru. Porifera dibedakan menjadi 3 kelas:Calcarea, Hexactinnelida, dan demospongia.

Coelenterata merupakan hewan kantong, memiliki rongga tubuh yang digunakan sebagai usus (gastrovaskuler); hidup di air tawar/ laut. Merupakan hewan multiseluler, diploblastik, kulit luar disebut ektoderma, kulit dalam disebut endoderma (gastrodermis),. Diantara keduanya terdapat mesoglea. Tubuh berbentuk kantong, melekat didasar dengan bagian kakinya; disebelah atas terdapat mulut; disekeliling mulut terdapat tentakel; pada tentakel terdapat knidoblas/nematosis. Tidak memiliki pembuluh darah, tidak memiliki sistem ekskresi, memiliki sistem saraf sederhana, tidak berkepala sehingga tidak memiliki sistem susunan saraf pusat; pertukaran gas melalui seluruh permukaan tubuhnya. Reproduksi: aseksual dengan membentuk kuncup; seksual dengan membentuk testis yang menghasilkan sperma dan ovarium yang menghasilkan ovum ; pertemuan sperma dan ovum menghasilkan zigot, planula, individu baru. Ada 3 kelas Coelenterata, yaitu Hydrozoa, Scyphozoa, dan Anthozoa

Plantae

Lumut memiliki tubuh yang mirip akar (disebut rizoid), mirip batang, dan mirip daun. Lumut merupakan peralihan dari tumbuhan bertalus dan berkornus. Lumut dibagi menjadi 3 kelas, yaitu kelas Hepaticopsida (lumut hati), Anthocerotopsida (lumut tanduk), dan kelas Bryopsida (lumut sejati).  Hepaticopsida adalah lumut hati. Contohnya Ricciocarpus natans yang hidup di air dan Marchantiayang berbentuk lembaran daun dan hidup menempel di tanah. Reproduksi Marchantia secara seksual dengan membentuk anteredium berisi sperma dan arkegonium berisi ovum. Hasil pembuahan adalah zigot yang tumbuh menjadi talus baru. Anthoceropsida adalah lumut tanduk, hidup di tempat basah. mengalami metamorfosis contohnya Anthoceros. Bryopsida mempunyai rizoid, batang dan daun yang kecil, serta mengalami metagenesis. Spora tumbuh menjadi protonema, selanjutnya tumbuh menjadi tumbuhan lumut.

Tumbuhan paku merupakan tumbuhan berkornus, yakni memiliki akar, batang dan daun sejati. Tumbuhan paku ada yang hidup di air (hidrofit),  hidup di tempat lembab (higrofit), hidup menempel pada tumbuhan lain. / sampah-sampah (saprofit). Tumbuhan paku menghasilkan spora. Spora dihasilkan oleh daun. Daun penghasil spora disebut sporofit. Daun yang masih muda menggulung. Berdasarkan ikatan pembuluhnya, tumbuhan paku termasuk tracheophyta, yaitu tumbuhan yang memiliki pembuluh angkut berupa xilem dan floem. Xilem merupakan jaringan pembuluh yang  mengangkut air dan mineral dari dalam tanah ke daun, floem merupakan jaringan pembuluh yang mengankut makanan dari daun ke seluruh tubuh. Umumnya, daun peku merupakan daun majemuk menyirip. Daun penghasil spora disebut sporofil, daun untuk fotosintesis disebut tropofil. Daun kecil disebut mikrofil, daun besar disebut makrofil. Spora didalam kotak spora yang disebut sporangium. Sporangium berada didalam sorus. Sorus umumnya berada dibawah permukaan daun.  Paku mengalami metagenesis. Tumbuhan paku yang kita lihat sehari-hari adalah tumbuhan paku dalam fase sporofit. Fase gametofit berukuran kecil seperti daun waru. Paku homospora adalah paku yang menghasilkan spora yang berukuran sama, paku heterospora adalah paku yang menghasilkan spora yang berukuran tidak sama, ada mikrospora (jantan), dan makrospora (betina), ada pula paku peralihan yaitu ukuran spora sama tetapi ada spora jenis jantan dan betina.

Gymnospermae adalah tumbuhan yang

bakal bijinya tidak terdapat dalam bakal buah. Angiospermae adalah bakal bijinya terdapat didalam bakal buah. Angiospermae dibedakan atas tumbuhan dikotiledon dan monokotiledon.Tumbuhan dikotiledon memiliki 2 keping lembaga, sedangkan monokotiledon hanya memiliki 1 keping lembaga.

Protista

Protista dianggap sebagai organisme peralihan antara monera dan oorganisme lain, baik hewan maupun tumbuhan. Protista ada yang miripa hewan, ada yang mirip tumbuhan. protista mirip hewan dikenal sebagai protozoa yang terdiri atas 4 filum, yaitu flagellata, rhizopoda, ciliata, dan sporozoa. Protista hidup dilingkungan air. Protista merupakan organisme bersel satu, berukuran 100-300 mikron, segala aktivitas hidupnya (bergerak, bernapas, menangkap makanan, reproduksi) dilakukan oleh sel tersebut. Hidup bebas ditempat-tempat berair seperti selokan, sawah, waduk, air laut, ada pula yang hidup sebagai parasit pada hewan dan manusia.

Sarcodina atau rhizopoda bergerak dengan menjulurkan kaki palsu yang disebut pseudopoda. Contohnya Amoeba, (artinya hewan yang tidak punya bentuk tetap). Amoeba berkembang biak dengan pembelahan binner. Pada kondisi yang tidak menguntungkan Amoeba dapat membentuk kista. flagellata yang hidup bebas (Euglena, Volvox) ada pula yang hidup parasit (Trypanosoma). Trypanosoma merupakan parasit penyebab penyakit tidur. Ciliata ada yang hidup bebas (Paramecium caudatum) dan ada pula yang parasit (Nyctoterus ovalis). Paramecium memiliki mulut sel, membran sel, sitoplasma, vakuola makanan, 2 buah vakuola berdenyut, mikronukleus dan makronukleus. Paramecium bergerak dengan menggetarkan silianya, dan menangkap makanan melalui mulut selnya. Paramecium berkembang biak secara aseksual dengan jalan pembelahan biner, secara seksual dengan jalan konjugasi, yaitu tukar menukar mikronukleus.

Sporozoa merupakan parasit, dapat membentuk spora dan tidak memiliki alat gerak yang khas.

daur hidupnya:

Ditubuh manusia:sporozoit(dikelenjar ludah nyamuk), masuk tubuh manusia, sel-sel hati, membentuk merozoit dalm jumlah banyak, menyerang eritrosit, membentu merozoit, menyerang eritrosit. Merozoit membentu gametosit.

Di tubuh nyamuk anopheles: Gametosit (mikro dan makro), mikrogamet+makrogamet membentuk zigot, menerobos dinding usus nyamuk, membentuk oosit, oosit menghasilkan banyak sporosit, sporosit sampai kedalam kelenjar air liur nyamuk.

Protista mirip tumbuhan memiliki klorofil sehingga mampu berfotosintesis dan hidup autotrof. Yang tergolong protista mirip tumbuhan adalah ganggang yang tidak memiliki akar, batang, dan daun sejati. Tubuhnya disebut talus. Karena itu ganggang tidak tergolong tumbuhan (Plantae). Berdasarkan pigmen yang dikandungnya, ganggang dibedakan menjadi filum Euglenophyta, Crysophyta, Pirrophyta, Chlorophyta, Phaeophyta, dan Rhodophyta. Euglenophyta anggotanya terdiri dari mikroorganisme uniseluer mirip hewan dan tumbuhan karena memiliki bintik mata dan klorofil. Euglena hidup di air tawar, berfalgela, sel bentuk oral, hidup baik secara autotrof maupun heterotrof. Berkembang biak dengan pembelahan biner. Ganggang keemasan (Crysophyta) hidup di air tawar atau laut. Contohnya diatom yang terdiri dari tutup dan kotak. Reproduksi aseksual melalui pembelahan mitosis dan secara seksual melalui npeleburan gamet. Ganggang api (Pirrophyta) merupakan alga uniseluler, bergerank aktif, hidup dilaut dan mengeluarkan cahaya (Fosforesensi). Chlorophyta umumnya hidup diair tawar, uniseluler atau berbentuk benang lembaran. reproduksi secara aseksual dengan pembelahan biner, fragentasi, atau pembentukan zoospora. Reproduksi secara seksual dengan konjugasi, adn fertilisasi. ganggang cokelat (Phaeophita) memiliki alat yang mirip akar, batang dan daun, sehingga menyerupai tumbuhan. Hidup di laut, berwarna cokelat karena memiliki fikosianin disamping klorofil. Memiliki gelembung udara untuk mengapung. Reproduksi aseksual dengan fragmentasi dan seksual dengan perkawinan (singami).Ganggang merah (Rhodophyta) hidup dilaut. Bentuk seperti rumput (disebut rumput laut). Mengandung klorofil dan fikoeritrin, dan dapat dibuat agar-agar.

Protista mirip jamur dibagi kedalam 2 filum, yaitu Myxomycota dan Oomycota. Myxomycota memiliki ciri: tubuh vegetatif seperti lendir/ plasmodium, tanpa dinding sel, multinukleat, reproduksi generatif dengan singami, reproduksi vegetatif dengan pembentukan spora oleh plasmodium. Contoh Myxomycota yaitu Physarium Arcyria, Dyctyostelium. Oomycota memiliki ciri: hifa tak bersekat melintang, dinding selnya dari selulosa, reproduksi aseksual dengan membentuk zoospora, reproduksi seksual dengan membentuk oospora. Contoh dari Oomycota adalah: Saprolegnia, Phytopthora, Pythium.

Monera

Kingdom monera meliputi semua mikroorganisme prokariotik, yaitu bakteri dan ganggang hijau biru (Cyanobacteria). Perbedaan antara bakteri dan ganggang hijau biru adalah bakteri tidak berklorofil (hidup secara heterotrof) sedangkan ganggang hijau biru berklorofil (hidup secara autotrof). Bentuk bakteria ada yang batang (basil), bola (kokus), dan spiral. Macam basil: monobasil, diplobasil, streptobasil; macam kokus: monokkokus, diplokokus, sarkina, streptokokus, dan stafilokokus; macam spiral:spiral(spirillum),koma(vibrio),dan spiroseta. Ciri bakteri: ukuran 0,5-1 mikron x 10 mikron, dapat hidup di berbagai lingkungan dinding sel tersusun atas peptidoglikan , ada yang berflagelata, dapat membentuk spora. bagian-bagain sel bakteri: flagelata, dinding sel, membran sel, mesosom, lembaran fotosintetik,sitoplasma, DNA, plasmid, ribosom, dan endospora. Reproduksi bakteri: secara aseksual yaitu dengan pembelahan biner,dari 1 sel menjadi 2,4,8,dan seterusnya.secara seksualdengan konjugasi, yaitu 2 sel saling melekat timbul saluran konjugasi, kemudian isi sel dari bakteri jantan masuk ke sel bakteri betina, sehingga terjadi peleburan (rekomindasi) DNA dan sitoplasma.

Rekomendasi DNA bakteri: transformasi: plasmid dari bakteri satu dapat pindah ke bakteri lain, sehingga bakteri yang mendapatkan plasmid dapat memperoleh sifat dari bakteri tersebut, perubahan sifat ini disebut transformasi. transduksi: DNA virus lisogenik dapat membawa DNA bakteri I kemudian memasukkanya ke bakteri II, terjadi rekombinasi DNA sehingga bakteri II mendapatkan sifat yang baru, perubahan sifat ini disebut transduksi.

Berdasar cara memperoleh makanannya: bakteri heterotrof dan autotrof

Berdasarkan kebutuhan akan oksigen, bakteri dibedakan menjadi:aerobik dan anaerobik.Bakteri ada yang menguntungkan ada juga yang merugikan. Agar bebas dari bakteri dan mikroorganisme:dimasukkan oven dengan suhu 170-180 derajat celcius, selama 2 jam. ditanak selama 1 jam, 3 kali berturut-turut setelah 24 jam (disebut juga thyndalisasi).dimasukkan ke dalam autoklaf, pada suhu 121 derajat celcius tekanan 15 atm/cm persegi selama 15 menit.

bahan makanan dapat disterilkan dengan jalan:ditanak selam 1 jam, 3 kali berturut-turut setelah 24 jam. disterilkan dengan menggunakan autoklaf. makanan dapat diawetkan dengan jalan: diberi garam, gula, cuka, dikeringkan, didinginkan, dan diberi zat pengawet misalnya asam benzoat. Ganggang hijau biru hidup ditempat lembab dan ada yang bersimbiosis dengan organisme lain. Ganggang hijau biru mempunyai klorofil dan dapat berfotosintesis dengan organisme lain. Selain klorofila, ganggang hijau biru juga memiliki pigmen yang lain(coklat, hitam, kuning, merah, dan hijau). Ganggang hijau biru dapat menangkap nitrogen dari udara sehingga dapat menyuburkan tanah, selain itu juga dapat mengeluarkan racun sehingga meracuni perairan.

Struktur tubuh ganggang hijau biru: terdiri dari selubunglendir, dinding sel, membran sel, tilakoid, sitoplasma, dan asam inti. Reproduksi ganggang hijau biru dengan pembelahan sel, fragmentasi, dan membentuk spora. ganggang hijau biru membentuk spora melalui pembentukan akinet

Virus

Ciri-ciri Virus:

  • berukuran ultra mikroskopis, sekitar 20-300 milimikron
  • tubuh terdiri dari asam inti (DNA atau RNA saja) dan kapsid (selubung protein)
  • bentuk beranekaragam seperti batang, oval, bulat, seperti huruf T
  • merupakan parasit sejati (hanya hidup jika menginfeksi sel inang)
  • dapat dikristalkan dan dalam keadaan mengkristal bersifat sebagai benda tak hidup

Virus bukan sel, karena tidak memiliki sitoplasma, membran sel, organel sel, ukuran terlalu kecil dan dapat dikristalkan. Virus dapat menginfeksi sel prokariotik (bakteri), tumbuhan, hewan, dan manusia. Contoh penyakit karena virus pada manusia: cacar, polio, hepatitis, influenza, mata belek, DB, diare, AIDS, ebola dan anjing gila.  Contoh penyakit karena virus pada hewan: sampar ayam, penyakit kuku ternak. Contoh penyakit karena virus pada tumbuhan: mozaik tembakau, kanker jeruk. Reproduksi virus dengan mengadakan proliferasi.

Proliferasi virus litik:

  • Adsorpsi, yaitu menempelnya ekor virus pada dinding sel bakteri pada reseptor khusus
  • Injeksi, yaitu masuknya materi genetik virus ke dalam sel inang
  • sintesis, yaitu DNA virus mengadakan replikasi diri menjadi banyak, kemudian mengadakan sintesis protein kapsid, terbentuklah DNA virus dan kapsid dalam jumlah banyak
  • Perakitan (asembling) yaitu dimasukkan nya DNA virus ke dalam kapsid, terbentuk 100-200 virus baru
  • Litik, sel inang mengalami lisis (pecah), sehingga virus baru terhambur keluar

reproduksi virus lisogenik:

  • adsorbsi
  • injeksi
  • penggabungan, DNA virus menyisip ke dalam DNA Bakteri, DNA virus ini disebut profag
  • pembelahan, jika sel bakteri membelah menjadi 2, DNA virus juga ikut dalam proses pembelahan itu sehingga setiap sel anak bakteri mengandung profag
  • Sintesis , jika karena suatu hal profag, aktif, keluar dari DNA bakteri ,DNA bakteri dihancurkan, DNA virus mereplikasi diri dan mensintesis protein kapsid
  • Perakitan, DNA virus masuk ke dalam kapsid
  • Litik, sel bakteri mengalami lisis

Peranan virus yang menguntungkan: untuk memproduksi antitoksisn, untuk menyerang patogen, untuk memproduksi vaksin

Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman itu meliputi berbagai variasi bentuk, ukuran, jumlah, warna, dan sifat lain.

Berbagai macam jenis makhluk hidup disebut sebagai keanekaragaman hayati. Setiap sistem lingkungan mempunyai keanekaragaman hayati yang berbeda. Indonesia terletak di daerah tropik yang memiliki keaneragaman hayati yang lebih tinggi bila dibanding daerah subtropik dan kutub. Hutan tropik merupakan gudang keanekaragaman hayati. Keanekaragaman hayati disebabkan oleh 2 faktor yaitu genetik dan lingkungan. Faktor genetik memberi sifat bawaan yang diwariskan pada keturunannya dan menentukan genotipe makhluk hidup.faktor lingkungan mempengaruhi penampakan makhluk hidup, sifat yang tampak dari luar sebagai fenotipe. Keanekaragaman dibedakan menjadi 3 tingkatan yaitu kenekaragaman gen, jenis, dan ekosistem.

Keanekaragaman tingkat gen memunculkan variasi tingkat jenis dan tergolong varietas. Misalnya Rojo lele, pandan wangi, PB. Keanekaragaman tingkat jenis adalah berbagai jenis hewan dan tumbuhan yang ada yang mudah dikenali karena penampakannya. Misalnya bebek, ayam, merpati, belibis. Interaksi antara keanekaragaman hayati dengan lingkungannya menghasilkan keanekaragamn hayati. Misalnya keanekaragaman hutan bakau, keanekaragaman hutan hujan tropis, keanekaragaman gurun. Keanekaragaman hayati memantapkan ekosistem. Kegiatan manusia dapat menurunkan keanekaragaman hayati.Menurunnya keanekaragaman hayati dapat mengakibatkan masalah lingkungan.  Contoh kegiatan manusia yang dapat meningkatkan keanekaragaman hayati antara lain penghijauan, pembuatan taman kota, dan pemukiman. Pelestarian keanekaragaman hayat dapat dilakukan dengan exsitu dan insitu.

Klasifikasi Makhluk Hidup

Pengklasifikasian berati proses pengelompokan berdasar ciri tertentu. Tujuan klasifikasi adalah untuk: mendeskripsika ciri-ciri makhluk hidup untuk membedakan tiap-tiap jenis, mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri-cirinya, mengetahui hubungan kekerabatan antar makhluk hidup, mempelajari evolusi makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri-cirinya. dasar klasifikasi adalah persamaan, perbedaan, manfaat, ciri morfologi dan anatomi serta ciri biokimiawi.

Macam-macam klasifikasi:

  • Klasifikasi sistem alami (Aristoteles). Pengelompokan berdasarkan habitat dan perilaku bagi kingdom hewan serta ukuran dan struktur  bagi kingdom tumbuhan
  • Klasifikasi sistem buatan (Carolus Linnaeus).  menggunakan tata nama Binomial Nomenklatur. Nama pertama menunjukkan marga atau genus dan nama kedua menunjukkan spesies. Penulisan jika diketik adalah dicetak miring dan jika ditulis diberi garis bawah. Huruf pertama pada kata pertama menggunakan huruf besar dan huruf pertama kata kedua huruf kecil.
  • Klasifikasi sistem Filogenik (Charles Darwin). Klasifikasi jenis ini didasarkan pada keturunan dan hubungan kekerabatan. Ciri-ciri yang digunakan dalam pengklasifikasian adalah ciri morfologi, anatomi, fisiologi dan perilaku

Tahapan klasifikasi meliputi:pencandraan ciri makhluk hidup, pengelompokkan berdasarkan ciri, dan pemberian nama takson. Urutan takson dalam Klasifikasi mulai dari yang terendah:

  1. Species (Spesies)
  2. Genus (Marga)
  3. Famili (Suku)
  4. Ordo (bangsa)
  5. Classis (Kelas)
  6. Phylum (Filum) hewan dan Divisio (Divisi) tumbuhan

Macam sistem klasifikasi:

Sistem 2 kingdom

  • Kingdom plantae (Kerajaan tumbuhan)
  • Kingdom animalia (Kerajaan hewan)

Sistem 3 kingdom

  • Kingdom Monera
  • Kingdom Plantae
  • Kingdom Animalia

Sistem 4 kingdom

  • Kingdom Monera
  • Kingdom Fungi
  • Kingdom Plantae
  • Kingdom Animalia

Sistem 5 kingdom

  • Kindom Monera (Eubacteria & Archaebacteria)
  • Kingdom Protista (Euglenophyta, Sarcodina, Mastigopora, Ciliophora, Sporozoa, Chrysophyta, Pyrrophyta, Chlorophyta, Phaeophyta, Rhodophyta, Myxomycota,Oomycota)
  • Kingdom Fungi (Zygomycota, Ascomycota, Basidiomycota, Deuteromycota)
  • Kingdom Plantae (Bryophyta, Psilophyta, Lycopodiophyta, Equisetophyta, Pterophyta, Pinophyta, Magnoliophyta)
  • Kingdom Animalia (Porifera, Coelenterata, Platyhelminthes, Nemathelminthes, Rotifera, Bryozoa, Mollusca, Annelida, Arthropoda, Echinodermata, Chordata)

BAB 1 BIOLOGI DAN METODE ILMIAH

Biologi adalah ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup baik yang hidup zaman dahulu maupun saat ini. Secara etimologi, biologi berasal dari kata “bios” yang berarti hidup dan “logos” yang berarti ilmu. Biologi termasuk kategori sains.

Ciri sains antara lain:

  • Memiliki objek kajian berupa benda konkret
  • Dikembangkan berdasarkan pengalaman empiris
  • Memiliki langkah-langkah sistematis
  • Menggunakan cara berpikir logis
  • Hasilnya obyektif atau apa adanya
  • Hasilnya berupa hukum-hukum yang berlaku umum

Biologi memiliki bergagai cabang antara lain Sitologi (Tentang sel), embriologi (perkembangan embrio), histologi(jaringan hewan), Zoologi(tumbuhan),Zoologi(hewan) dan masih banyak yang lain.

Ruang lingkup biologi mulai dari yang terkecil ke yang terbesar adalah:

Molekul, Sel, jaringan, Organ, Organisme, Populasi, Komunitas, Ekosistem, Bioma, dan Biosfer

Biologi memiliki berbagai manfaat, beberapa diantaranya adalah membantu menemukan dan mengembangkan bahan pangan, pakaian, bahan peralatan dan perumahan, serta energi; menemukan penyebab dan pengobatan berbagai jenis penyakit; dan mengungkap rahasia proses kehidupan

Belajar dengan ketrampilan proses dapat melatih siswa untuk menjadi ilmuan. Realisasi biologi melalui berbagai tahap sistematis yang disebut metode ilmiah. Metode ilmiah meliputi:

  • Merumuskan masalah
  • Menyusun kerangka berpikir
  • Merumuskan hipotesis
  • Melakukan eksperimen
  • Menganalisis data
  • Menarik kesimpulan
  • Mempublikasikan hasil

Mikroskop adalah alat bantu untuk melihat benda kecil, misalnya bagian-bagian sel. Mikroskop terdiri atas 2 bagain yaitu bagian optik dan bagian mekanik.

Perbedaan mendasar antara mikroskop cahaya dengan mikroskop elektron terletak pada sumber cahaya untuk mengamati objek, bahan lensa, dan daya pisahnya. Mikroskop cahaya adalah mikroskop yang menggunaka cahay sebagai sumber penyinaran, sedangkan mikroskop elektron menggunakan elektron sebagai sumber penyinaran.

Next entries »
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.